Kategori: Sukoharjo

Waspada Ledakan Kasus, Satgas Covid-19 Sukoharjo Siapkan 100 Bed Di MERC RS UNS


Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sukoharjo menambah pusat lokasi karantina untuk mengantisipasi ledakan kasus Corona pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain Rumah Sehat Covid-19 (RSC), pasien positif tanpa gejala akan ditampung di Gedung Medical Education and Research Center (MERC) Rumah Sakit UNS, Kartasura. Satgas menyiapkan bangsal khusus dengan kapasitas sekitar 100 bed pada rumah sakit ini.

Pasien positif dalam masa pemulihan dari rawat inap rumah sakit juga digeser ke bangsal isolasi itu. Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan daya tampung bangsal rawat inap pasien Corona rumah sakit rujukan semakin terbatas.

Bakal Bernama Grha Megawati, Ini Penampakan Gedung Pertemuan Buntalan Klaten

Sementara kasus baik positif maupun suspek Covid-19 terus bertambah dan butuh penanganan rumah sakit. Guna mengatasi kondisi tersebut sekaligus antisipasi ledakan kasus Covid-19, Satgas Sukoharjo menyiapkan skenario penanganan pasien.

Skenario itu yakni menggeser pasien dengan kondisi stabil dari rumah sakit ke lokasi isolasi MERC RS UNS. "Layanan rawat inap Covid-19 rumah sakit kami sediakan bagi kasus yang lebih butuh penanganan. Pasien Corona dengan kondisi stabil masa pemulihan kami pindah ke lokasi MERC RS UNS," kata Yunia, Rabu (30/12/2020).

Yunia menyebutkan dua rumah sakit rujukan kasus Covid-19 Sukoharjo sudah melakukan strategi pelayanan kesehatan dengan menggeser pasien ke MERC RS UNS guna mengantisipasi ledakan. Keduanya yakni RSUD Ir Soekarno dan RS Nirmala Suri.

Pemkot Madiun Berlakukan Jam Malam, Tempat Hiburan dan Kafe Tutup Pukul 22.00 WIB

Mulai Januari 2021

Layanan bangsal khusus Gedung MERC RS UNS ini juga untuk menampung kasus konfirmasi positif corona tanpa gejala. Kapasitas yang tersedia 100 bed. Lokasi bangsal berada dalam lingkungan rumah sakit tetapi pada gedung berbeda dengan pelayanan pasien umum.

"Gedung yang biasa untuk pendidikan sementara untuk pelayanan pasien Covid-19 tanpa gejala," paparnya.

Layanan ini, lanjutnya, pada dasarnya sama dengan pusat karantina pasien sebelumnya. Pemkab hanya menambah lokasi pusat karantina untuk menampung jumlah pasien yang terus bertambah. "Rencananya mulai kami aktifkan Januari 2021 mendatang," tutupnya.

Satgas Covid-19 Sukoharjo Minta Masyarakat Lebih Aktif Galakkan 3M

Selain itu rumah sakit rujukan juga sudah menambah bangsal perawatan untuk menambah daya tampung pelayanan guna mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 Sukoharjo. Menurutnya, seluruh pelayanan kesehatan Covid-19 yang dibiayai daerah hanya diperuntukkan penduduk Sukoharjo.

RSUD Ir Soekarno sebagai rumah sakit pemerintah daerah menyediakan layanan paling banyak. Bangsal perawatan dari semula hanya 14 bed bertambah menjadi 50 bed. Bahkan saat ini telah diupayakan menambah 60 bed lagi. "Semua pelayanan Covid-19 saat ini merawat pasien," imbuhnya.

Yunia kembali mengingatkan agar masyarakat lebih mengutamakan pencegahan dengan patuh protokol kesehatan. Yakni memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak menghindari kerumunan.

Share