Waspada! Konsumsi Makanan Ini Bisa Bikin Keguguran
Ilustrasi wanita keguguran. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Kandungan yang menginjak usia trimester pertama memiliki risiko paling tinggi untuk mengalami keguguran. Hal ini diketahui sebanyak 15% ibu hamil mengalami keguguran pada masa tersebut. Faktor makanan bisa bikin kandungan mengalami keguguran.

Ibu hamil harus terus memperhatikan makanan yang dikonsumsi karena terdapat sejumlah makanan yang dapat memicu keguguran. Seperti yang dikutip dari First Cry Parenting, berikut makanan yang wajib dihindari oleh ibu hamil:

Biji Wijen

Baik yang berwarna hitam maupun putih, biji wijen yang dikonsumsi dengan madu dapat memunculkan masalah pada awal kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi biji wijen, meski berjumlah sedikit.

Prisa Putrialina Penyanyi Cilik Kelahiran Klaten Guncang Pembukaan Peringatan Sewindu UU Keistimewaan Jogja

Nanas

Bromelain yang terkandung pada nanas dapat melembutkan serviks dan dapat makanan tersebut menimbulkan kontraksi sebelum waktunya sehingga bikin keguguran. Ibu hamil boleh mengonsumsi nanas dalam jumlah sedang selama tahap awal kehamilan. Kemudian, jika nanas dikonsumsi dalam jumlah tujuh hingga 10 potong secara utuh dapat mengakibatkan pendarahan.

Kepiting

Meski kaya akan kalsium, kepiting juga mengandung kolesterol yang tinggi. Oleh karena itu dapat mengakibatkan penyusutan rahim dan menimbulkan pendarahan internal dan pada akhirnya keguguran. Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kepiting selama kehamilan.

Wow! Sultan Hamengku Buwono X Apresiasi Lagu Milik Prisa Penyanyi Cilik Klaten

Lidah Buaya

Kandungan antrakuinon atau sejenis obat pencahar pada lidah buaya dapat menyebabkan kontraksi rahim dan pendarahan panggul. Jika ibu hamil mengonsumsi makanan dari lidah buaya, makan akan bikin keguguran. Namun, jika hanya dioleskan pada wajah maka hal tersebut tidak berbahaya selama kehamilan.

Hati Hewan

Jika ibu hamil mengonsumsi hati hewan dalam jumlah banyak maka akan meningkatkan akumulasi retinol secara bertahap, sehingga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan bayi. Namun jika hanya mengonsumsi sebanyak dua kali sebulan tidak berbahaua dan tidak menyebabkan keguguran.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom