Waspada, Ini Dampak Negatif Hobi Ngemil Es Batu
Es batu tak bagus untuk dikonsumsi langsung (ilustrasi/freepik)

Solopos.com, SOLO – Kebiasaan mengunyah es batu sering dilakukan beberapa orang untuk memberikan sensasi dingin di mulut atau sekedar menyegarkan tubuh. Tetapi tahukah Anda kebiasaan tersebut ternyata bukanlah hal yang baik.

Sering mengunyah es batu dapat merusak kesehatan gigi serta menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan pada tubuh. Kalau Anda memiliki kebiasaan mengunyah es batu bahkan hingga menjadi kebiasaan, jangan abaikan begitu saja ya.

Dalam dunia medis, istilah mengunyah es batu disebut dengan Pagophagia, yakni kondisi di mana ngemil es batu menjadi kebiasaan yang komplusif. Namun siapa sangka selain merusak enamel pada gigi mengunyah es batu juga tidak baik bagi kesehatan. Penasaran apa saja dampak buruknya? berikut ulasannya:

Merusak enamel gigi

Enamel atau email merupakan lapisan luar yang melindungi gigi dari kerusakan akibat makan terlalu panas atau terlalu dingin. Saat Anda mengunyah es, ini akan memicu keausan atau pengikisan pada enamel yang mengakibatkan patahan mikro serta berpotensi menyebabkan gigi patah.

Melansir dari laman The Healthy, Sabtu (16/5/2020) kebiasaan ini bisa menimbulkan kerusakan yang parah bahkan hingga membutuhkan terapi saluran akar untuk mengatasinya.

Gigi menjadi lebih sensitif dan berlubang

Selain merusak enamel, memiliki kebiasaan mengunyah es juga dapat menyebabkan gigi retak, masalah pada tambalan gigi, dan membuat otot rahang menjadi sakit.

Tak hanya itu, banyak orang yang mengeluhkan gigi mereka menjadi sangat sensitif terhadap minuman atau makanan yang panas dan dingin. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa kebiasaan mengunyah es membuat gigi lebih rentan sensitif dan berlubang.

Kasus Positif Tambah 4 Orang, Status KLB Covid-19 Solo Diperpanjang Sampai 7 Juni

Infeksi pada gusi

Saat mengunyah es batu, ada risiko potongan-potongan es yang tajam menusuk gusi yang menyebabkan infeksi dan masalah gusi serius.

Untuk itu, kalau Anda suka makan sesuatu yang dingin, disarankan untuk tidak mengunyahnya menggunakan gigi, melainkan membiarkannya meleleh dengan sendirinya di dalam mulut. Dengan begitu, Anda tetap mendapatkan kesegaran dari mengonsumsi es tanpa membuat gusi dan gigi menjadi bermasalah.

Indikasi adanya anemia defisiensi besi

Kebiasaan mengunyah es batu ternyata memiliki kaitan dengan adanya anemia defisiensi besi. Melansir dari Healthline, beberapa peneliti percaya bahwa mengunyah es memicu efek pada orang dengan anemia defisiensi besi agar tubuh mereka mampu mengirim lebih banyak darah yang berisi oksigen ke otak.

Hal ini karena orang dengan anemia defisiensi besi tidak memiliki cukup zat besi dalam darah mereka. Zat besi sangat penting untuk membangun sel darah merah yang sehat.

Tanpa itu, sel-sel darah merah tidak dapat membawa oksigen seperti yang seharusnya, sehingga individu tersebut akan mudah merasa lelah dan memiliki nafas yang pendek.

Mengidap gangguan emosional

Beberapa masalah emosional juga bisa menjadi faktor seseorang ingin mengunyah es batu. Misalnya ketika seseorang sedang stres mungkin mengunyah es batu bisa menenangkan pikiran mereka. Gangguan lain terkait kebiasaan ini disebut Pica.

Melansir dari salah satu sumber, Pica merupakan kondisi di mana mana individu secara kompulsif mengonsumsi makanan yang sebenarnya tak lazim untuk dimakan, seperti es, tanah liat, kertas, hingga abu. Pica bisa jadi tanda adanya gangguan mental. Kondis ini juga sering terjadi bersamaan dengan kondisi kejiwaan dan kecacatan intelektual lainnya.

Hilangnya selera makan

Umumnya, mereka yang sering makan es batu dalam jumlah besar cenderung kehilangan minat atau selara makannya. Anda tahu kan apa yang terjadi jika pola makan menjadi tidak teratur?

Ini malah akan memunculkan masalah baru untuk Anda seperti tubuh lemas atau mal nutrisi. Kalaupun Anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan tersebut secara keseluruhan atau belum bisa menghentikan keinginan untuk melakukannya, pastikan Anda untuk terlebih dulu mengisi tubuh dengan makanan-makanan yang bergizi.

Meskipun ini tidak begitu membawa hasil yang signifikan, tapi setidaknya ini bisa meminimalkan kondisi buruk pada kesehatan yang akan menimpa Anda.

Uji Coba New Normal Dimulai Di Jateng, Bagaimana Skenarionya?

Gejala dehidrasi

Seperti melansir dari laman Medical News Today, dehidrasi ringan dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk ngemil es. Sebab, memakan es batu dapat mendinginkan tubuh, memuaskan dahaga, dan melembabkan bibir kering.

Gejala dehidrasi meliputi perasaan haus berlebihan dan warna urin yang berubah menjadi lebih gelap dari biasanya. Pada kasus yang lebih parah, dehidrasi bisa menunjukkan gejala, seperti pusing dan kebingungan.

Jadi kalau Anda sedang mengalami gejala dehidrasi sebaiknya hindari mengunyah es yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Lebih aman lagi carilah bantuan medis untuk mengetahui alasan mengapa Anda suka mengunyah es batu dan mulailah perawatan untuk mengatasi kebiasaan ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho