Tutup Iklan

Waspada! Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Sukoharjo

Persebaran Covid-19 varian Delta ditemukan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

 Ilustrasi virus corona varian delta. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona varian delta. (Freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO — Persebaran Covid-19 varian Delta ditemukan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dari hasil laboratorium sampel genom yang dikirimkan Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM).

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mengirimkan sampel genom pasien Covid-19 yang didapat dari sejumlah rumah sakit (RS) rujukan. Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan hasil laboratorium sampel genom dari UGM diterima belum lama ini.

“Dari sampel yang kita kirim dan diteliti di Laboratorium UGM semua hasilnya memang varian Delta,” kata Kepala DKK Sukoharjo kepada Solopos.com, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Lagi Jadi Perbincangan, Tugu Perbatasan Sukoharjo, Wonogiri dan DIY Ini Simpan Kisah Misteri

Namun sayangnya, Yunia tidak memerinci lebih jauh temuan varian Delta ditemukan pada pasien mana. Yunia hanya menyampaikan dengan ditemukannya varian Delta di Kabupaten Sukoharjo maka menjadi perhatian serius dari Satgas Covid-19 dalam penanganan corona. Sebab penyebaran varian Delta lebih agresif dan cepat menyebar.

“Dari awal memang kami sudah curiga, sebab jika melihat kecenderungan tingginya kasus dan cepatnya penularan, mirip dengan varian Delta. Hanya saja pihaknya sedang mencari kode spesimen, dari kasus yang mana,” ujar Yunia.

Yunia pun kembali mengingatkan dan meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan selalu rajin mencuci tangan. Hal itu untuk mencegah Covid-19 semakin meluas.

Seperti diketahui kasus positif corona di Sukoharjo terus meningkat. Berdasarkan update data kasus Corona di Kabupaten Sukoharjo per 22 Juli 2021, ada kenaikan kasus positif 137 kasus. Sehingga, akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo menjadi 9.690 kasus dari sebelumnya 9.553 kasus. Saat ini kasus positif aktif masih 802 kasus. Terdiri dari 670 orang isolasi mandiri dan 132 orang rawat inap di rumah sakit.

Baca juga: Sukoharjo Terapkan PPKM Level 4, PKL: Kami Terpukul!

Disisi lain, kasus positif sembuh naik 101 sehingga totalnya menjadi 8.247 orang dari sebelumnya 8.146 orang dan positif meninggal naik tujuh dari 634 menjadi 641 orang. Sedangkan untuk suspek corona naik menjadi 1.012 orang yang terdiri dari 15 isolasi mandiri, 192 rawat inap, 778 selesai pemantauan, 27 meninggal, dan 770 swap negatif.

“Berdasarkan update per 22 Juli ini, dalam sehari ada kenaikan 137 kasus positif sehingga akumulasinya menjadi 9.690 kasus. Untuk kasus sembuh naik 101 sehingga totalnya menjadi 8.247 kasus dan untuk positif meninggal naik tujuh menjadi 641 orang,” jelasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir kasus positif corona di Sukoharjo masih menunjukkan kenaikan. Seperti dalam update per 21 Juli ada kenaikan 114 kasus dan 22 Juli ini kembali ada kenaikan 137 kasus positif baru dalam sehari.

Berita Terkait

Berita Terkini

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.

Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

KPA Sragen Gelar Tes HIV di Gunung Kemukus Sasar Pekerja Hiburan

Pemkab Sragen kini punya alat khusus untuk memindai sidik jari warga jika menemui kelompok rentan HIV/AIDS yang tidak memiliki KTP.