Waspada Corona, Nikahan di Karanganyar Undang 1.000 Tamu
Warga Dukuh Setup Karanganyar diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer saat datang ke hajatan pernikahan warga setempat pada Sabtu (21/3/2020). (Istimewa/Dok. Pribadi)

Solopos.com, KARANGANYAR – Kepala Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Dwi Purwoto, mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah hajatan yang akan digelar hingga April 2020. Hajatan di Karanganyar ini bertepatan dengan himbauan waspada penyebaran virus corona.

Hajatan pernikahan di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, tetap berjalan di tengah situasi kewaspadaan wabah virus corona. Hajatan diselenggarakan di rumah mempelai pria. Tuan rumah mengundang 700-an orang.

Dokter Pasien Corona di Jateng Curhat Berderai Air Mata ke Ganjar

Mereka tetap menyelenggarakan perayaan pernikahan di tengah situasi wabah corona merebak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dwi Purwoto menuturkan alasan warganya tidak bisa menunda acara adalah lantaran sudah direncanakan jauh hari sebelum wabah corona merebak.

“Kadus sosialisasi kepada masyarakat soal corona dan tidak boleh mengumpulkan massa. Tetapi kan hajatan ini sudah lama direncanakan jadi tidak bisa ditunda. Biaya sudah dikeluarkan. Makanya disiasati dengan melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Ya warga kaget, risih, tetapi setelah dijelaskan mau mengerti. Demi kemanan,” tutur dia.

Demam dan Batuk, PDP Corona Jogja Meninggal di RS Bethesda

Waspada Corona Karanganyar

Selain hajatan ini, Dwi mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah hajatan yang akan digelar hingga April. Minggu (22/3/2020), salah satu warganya akan menyelenggarakan hajatan dan mengundang 1.000 orang ke Balai Desa Karang.

“Itu sudah ditata rapi sedemikian rupa. Intinya tetap harus ada tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan tidak boleh berjabat tangan. Kami juga sudah melarang balaidesa digunakan untuk kegiatan mengumpulkan massa mulai Senin [24/3/2020]. Kalau mau menyelenggarakan acara besar, di luar yang sudah terjadwal, silakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten,” ungkapnya.

Wabah Virus Corona, KA Prameks Sepi Penumpang

Untuk hajatan Minggu pagi ini, tuan rumah dan pemerintah desa epakat melaksanakan sejumlah protokol pencegahan penyebaran virus penyebab corona, Covid-19.

Mereka menyediakan tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer di setiap pintu masuk. Mereka juga mengimbau para tamu undangan agar tidak bersalaman. Mereka mengganti jabat tangan dengan cara lain.

Petugas akan menggiring setiap tamu yang datang untuk cuci tangan. Setelah itu, dua petugas yang membawa hand sanitizer bersiap menyambut setiap tamu undangan di dekat pintu masuk.

Kemenkes: Anak Muda Bisa Kena Corona Tanpa Gejala, Jangan Kemaki!

Dwi menyampaikan tuan rumah tidak dapat menerapkan protokol setiap orang berjarak satu meter karena keterbatasan tempat hajatan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho