Kategori: Jatim

Waspada Banjir, Pemkot Madiun Bersihkan Seluruh Sungai


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana alam, terutama banjir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membersihkan seluruh sungai dari sampah.

Banjir menjadi salah satu bencana alam yang kerap menerjang Kota Madiun selain angin kencang dan pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Madiun (BPBD) Kota Madiun, Agus Hariono, mengatakan Pemkot sudah menetapkan tanggap darurat sejak beberapa bulan lalu. Selama masa tanggap darurat, ada dua pos penanganan bencana yang disiapkan. Pertama pos penanganan bencana di kantor BPBD Kota Madiun dan pos besar di Alun-alun Kota Madiun.

Pemkot Madiun Akan Bangun Menara Eiffel dan Kakbah Di Kawasan Ini

Untuk mengantisipasi bencana banjir sejumlah langkah telah dilaksanakan oleh Pemkot Madiun. Seluruh sungai yang ada di wilayah Kota Madiun dinormalisasi dan dibersihkan. Sampah-sampah yang menumpuk di aliran sungai dibersihkan.

"Untuk bersih-bersih sungai dilakukan setiap Jumat. Targetnya seluruh sungai di Kota Madiun bersih. Sehingga saat hujan deras, aliran sungai bisa lancar dan tidak terhambat oleh sampah," jelas Agus, Kamis (5/3/2020).

Pembersihan sungai ini melibatkan dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, dan tim 150 personel yang dibentuk Wali Kota.

Pemkot Madiun Gelar Pelatihan 18 Keterampilan Zaman Now Untuk 500 Orang

"Untuk tim 150 orang itu diambil dari masing-masing OPD [organisasi perangkat daerah] terkait, seperti BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Perdagang, dan Dinas Permukiman. Masing-masing OPD ini ada 30 personel," jelas dia yang menyebut sungai yang telah dibersihkan antara Sungai Sumber Umis, Kali Maling, dan lainnya.

Selain membersihkan sungai, Pemkot Madiun juga menyiapkan personel untuk menjaga pompa air yang tersebar di wilayah Kota Madiun. Saat hujan deras mengguyur, para petugas langsung bersiaga untuk menyiapkan pompa dan menguras air yang menggenang di permukiman warga.

"Setiap hujan turun, pasti petugas dari Dinas PUPR akan datang ke pompa air. Air yang menggenang akan dibuang ke Bengawan Madiun," kata dia.

Pemkot Madiun Akan Fasilitasi Wartawan untuk Uji Kompetensi

Untuk mendeteksi kenaikan air sungai, pihaknya juga telah menyiapkan tiga alat early warning system (EWS) di tiga titik rawan. Seperti di Kali Maling, Bengawan Madiun, dan Sungai di Bok Malang.

"Kalau air tinggi, pasti alatnya bunyi. Beberapa waktu lalu sudah kami cek dan alatnya masih aktif," jelasnya.

Untuk bencana angin kencang, kata Agus, BPBD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bekerja sama untuk membersihkan pohon yang dianggap berbahaya. Selain itu, pohon yang sudah tua juga ditebang karena sangat rawan tumbang.

Setelah Hapus Retribusi PKL, Pemkot Madiun Berencana Gratiskan Kios

Masyarakat yang membutuhkan pertolongan bisa langsung menghubungi call center 112 yang dikelola Dinas Kominfo Kota Madiun. Nantinya kalau ada permasalahan akan disampaikan ke dinas terkait, semisal bencana banjir akan langsung disampaikan ke BPBD Kota Madiun. (Adv)

 

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy