Waspada, 7 Kebiasaan Kecil ini Bisa Kurangi Kemampuan Otak
Malas---Ilustrasi (topnews.in)

Solopos.com, SOLO – Otak merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Walaupun kecil, otak berperan penting dalam mengatur sistem keseimbangan serta berbagai rangsangan.

Bagus atau tidaknya kinerja otak tergantung gaya hidup seseorang. Jika gaya hidupnya sehat, maka kinerja otak pun semakin bagus, begitu pun sebaliknya.

Menerapkan gaya hidup sehat tak hanya berguna bagi tubuh, namun juga perkembangan otak. Tetapi siapa sangka, hanya karna beberapa kebiasaan sepele otak menjadi kerdil. Efeknya seseorang menjadi kurang cerdas dan lambat dalam berpikir, alias lemot. Berikut ini beberapa kegiatan yang menyebabkan otak menjadi kerdil seperti dilansir dari berbagai sumber belum lama ini:

Menutup kepala ketika tidur

Melansir dari Detik.com, Selasa (19/5/2020) kalau Anda terbiasa menutup kepala saat tidur, atau tidak bisa tidur kalau tidak menutup kepala, segera tinggalkan kebiasaan tersebut. Hal ini karena akan mengurangi asupan oksigen yang masuk ke dalam tubuh, dan malah menghirup karbon monoksida yang seharusnya di keluarkan. Akibatnya, kepala akan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak.

New Normal Solo: Aktivitas Anak-Anak Pun Diatur Dalam Perwali, Main Di Luar Bakal Dirazia!

Tidak sarapan

Sering melupakan makan di pagi hari dapat menurunkan tingkat glukosa dalam darah, yang berdampak negatif pada fungsi otak. Selain itu, menyadur dari Breakfast Benefits, tidak sarapan juga membawa dampak negatif lainnya, seperti kerja otak lambat, meningkatkan risiko obesitas, serta gangguan hormon seperti telat menstruasi.

Konsumsi gula berlebihan

Melansir dari salah satu sumber, menurut ahli dari Charite University Medical Centre, Jerman, gula darah berlebih (akibat konsumsi gula berlebih) bisa menyebabkan dan membahayakan struktur serta fungsi otak. Kondisi ini bisa membuat bagian otak yang terdapat di area hipokampus menjadi mengecil. Padahal, area hipokampus ini berguna untuk mengingat suatu kejadian atau fakta.

Dengan kata lain, kemampuan otak untuk mengingat akan terganggu bila otak mengalami kelebihan gula. Selain itu, seperti dilansir dari Harvard Health dan National Library of Medicine National – Institute of Health, gangguan lain seperti peradangan otak, fungsi sel-sel otak menurun, serta kesulitan mengikuti proses belajar juga menjadi dampak kalau sering mengonsumsi gula berlebihan.

Merokok

Baik perokok aktif maupun pasif memilik dampak yang sama dalam memengaruhi kesehatan otak. Hal ini karena zat kimia yang terkandung dalam rokok sangat berbahaya terhadap perkembangan otak, terutama sel yang ada didalamnya.

Melansir dari India Times, penelitian yang di McGill University, Quebec, Kanada menyebutkan bahwa merokok bisa menyebabkan penipisan hippocampus dan korteks depan pada otak. Hal ini bisa mengakibatkan kemampuan bahasa dan juga memori rusak dalam jangka panjang.

Malas bergerak

Kurang gerak atau disebut sebagai sedentary lifestyle ini dapat mengurangi ketajaman otak dalam berpikir. Menurut para ahli, bersantai atau tidak aktif secara fisik dalam jangka waktu yang lama membuat otak kehilangan kemampuannya.

Dalam studi Journal of Alzheimer’s Disease ditemukan bahwa orang yang memiliki gen berkaitan dengan demensia (pikun), dua kali lebih besar berisiko mengalami peningkatan demensia dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki gen tersebut.

Hasil ini diketahui setelah para ahli meneliti lebih dari 1.600 orang dewasa dan lansia berusia 65 tahun serta lebih tua. Ketika para ahli mengamati isi otak orang yang tak memiliki gen demensia, tetapi jarang berolahraga, mereka menemukan adanya risiko untuk mengembangkan demensia dengan peluang yang sama. Jadi selain sehat bagi tubuh, olaharaga juga baik bagi kesehatan otak.

WFH Dan Belajar Di Rumah Siswa Boyolali Diperpanjang Sampai 30 Juni

Kebiasaan begadang

Melansir dari salah satu sumber, para peneliti mengatakan bahwa kurang tidur bisa membuat kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Makanya, jangan heran kalau Anda menjadi gampang lupa, sulit berpikir jernih, atau suka bingung sendiri bila kekurangan tidur. Dalam dunia medis, kurang tidur juga bisa menimbulkan gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan.

Para ahli menyebutkan kondisi ini dengan istiah brain fog, bahasa sederhananya lemah otak (lemot). Nah, pastinya otak yang lemot akan membuat Anda sulit mengambil keputusan penting. Selain itu, brain fog juga menjadi awal dari gejala penyakit demensia.

Sebagai informasi tambahan, ahli dari Universitas Maryland, Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa saat tidur otak akan merekam berbagai hal yang telah dipelajari dan alami seharian ke dalam ingatan jangka pendek.

Jarang berkomunikasi

Selain tidak aktif bergerak, jarang berkomunikasi dengan orang lain juga akan membuat kinerja otak lamban menyerap informasi. Hal ini disebabkan oleh otak yang kurang terlatih saat menanggapi respon dari lawan bicara.

Jadi, agar otak cepat dalam menerima informasi, Anda perlu melatih otak dengan aktif berkomumikasi dan belajar menangapi sesuatu disekitar. Selain itu, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, AS, menunjukan bahwa setidaknya melakukan komunikasi selama 10 menit per hari dapat meningkatkan kemampuan mental Anda.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho