Ilustrasi warna lidah. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh tentu melewati lidah. Maklum saja, lidah merupakan gerbang kedua setelah gigi untuk masuknya makanan dan minuman ke tubuh. Bukan hanya itu, warna dan kondisi lidah juga bisa menjelaskan kondisi kesehatan manusia.

Victor Marchione, dokter paru-paru di New Jersey, Amerika Serikat mengatakan warna lidah sedikit membantu mengetahui kesehatan manusia. Namun, seperti dikutip dari Belmarrahealth, hanya berpedoman pada lidah untuk mendiagnosis suatu penyakit itu tidak dibenarkan, Selasa (3/9/2019).

Lidah seperti sebuah peta tubuh. Bagian-bagian lidah merujuk pada organ tubuh lain. Contohnya, area pangkal lidah berhubungan dengan ginjal dan kandung kemih. Plak kuning di pangkal lidah mungkin menandakan terganggunya fungsi usus, kandung kemih, atau rahim.

Selain itu, jika ujung lidah berwarna merah terang bisa berarti ada masalah jantung, stres, dan gangguan kecemasan. Sisi samping lidah menunjukkan kesehatan hati. Sedangkan, bagian tengah lidah mengacu pada limpa.

Kondisi lidah yang sehat berwarna merah muda dengan sedikit lapisan putih di permukaannya. Ketebalan lidah rata-rata, tidak retak, luka, atau terasa tebal. Intinya, saat lidah berwarna tidak seperti biasanya, perhatian serius perlu dilakukan.

Berikut ini catatan terkait indikator kondisi lidah terhadap kesehatan tubuh:

Merah Terang
Warna merah terang pada lidah mengindikasikan kurangnya nutrisi tubuh, seperti zat besi dan vitamin B. Kedua nutrisi tersebut berfungsi menyediakan energi tubuh, regenerasi sel, dan menjaga sistem saraf. Zat besi dapat diperoleh dari daging merah segar, kerang, kacang-kacangan, dan buah aprikot.

Pucat
Pucatnya warna lidah menunjukkan hemoglobin yang kurang. Hemoglobin berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui darah. Kurangnya kadar hemoglobin menyebabkan tubuh cepat lelah dan lesu. Lidah yang pucat dapat menunjukkan adanya bakteri, sel tubuh mati, dan sisa makanan yang tertinggal. Meskipun tidak sering, lidah pucat juga mengakibatkan sariawan.

Menyeimbangkan kandungan gizi makanan mampu meningkatkan pembentukan energi tubuh untuk melancarkan sirkulasi darah. Rutin mengganti sikat gigi dan membersihkan lidah merupakan langkah jitu dalam menjaga kesehatan indera pengecap itu.

Ungu atau Kebiruan
Lidah dengan warna ungu atau kebiruan menandakan sirkulasi darah tidak lancar. Terhambatnya sirkulasi darah menyebabkan tubuh lesu, emosi terganggu, dan depresi. Lidah ungu juga terlihat pada beberapa penderita kolesterol tinggi, masalah jantung, dan bronkitis.

Menghindari makanan dingin dan masam, seperti lemon, melon, dan timun cukup ampuh menyehatkan lidah. Dapat pula menambahkan bumbu dengan efek hangat, seperti bawang putih, jahe, dan ketumbar pada makanan.

Gelap dan Berbulu
Penyebab lidah menjadi gelap dan berbulu adalah bakteri serta sisa makanan yang tertinggal. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan lidah berubah menjadi gelap. Namun, menyikat lidah secara teratur dan berhenti merokok cukup berhasil menjaga kesehatan lidah.

Kuning
Bakteri pada permukaan lidah membuatnya berubah warna menjadi kuning. Jika terus dibiarkan, papila (tonjolan kecil pada permukaan lidah) akan dehidrasi, menimbulkan bau mulut tak sedap, dan demam.

Putih
Lidah berwarna putih juga menandakan dehidrasi dan rentan sariawan. Penyebab putihnya permukaan lidah, yaitu kebiasaan merokok dan sisa makanan.

Cokelat
Warna cokelat pada lidah menjadi tanda awal dari peradangan kulit berbahaya alias melanoma.

Kaku dan Kesemutan
Selain warna, kondisi lidah sering kaku dan kesemutan mengindikasikan kemungkinan sistem saraf terganggu. Hal ini juga terjadi pada beberapa pasien strok. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten