Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang Disita Rezim Sukarno?

Aset warisan pengusaha terkaya se-Asia dari Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham, disita negara pada pemerintahan Presiden Sukarno tahun 1961.

 Istana pengusaha terkaya se-Asia Tenggara, Oei Tiong Ham, di Semarang, Jawa Tengah. (Pinterest)

SOLOPOS.COM - Istana pengusaha terkaya se-Asia Tenggara, Oei Tiong Ham, di Semarang, Jawa Tengah. (Pinterest)

Solopos.com, SEMARANG — Harta warisan peninggalan pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Oei Tiong Ham, disita negara pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Penyitaan aset peninggalan taipan yang dijuluki Raja Gula Asia itu terjadi pada 1963.

Aset bisnisnya sangat banyak yang seluruhnya tergabung dalam Oei Tiong Ham Concern. Semasa hidupnya, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu mengembangkan bisnis ke berbagai negara di dunia.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Peninggalan kerajaan bisnisnya di Tanah Air pun tersebar di berbagai wilayah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Namun, kejayaan bisnis pengusaha terkaya Asia itu berakhir pada 10 Juli 1961.

Baca juga: Segini Total Harta Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang?

Dalam berbagai sumber literasi dalam bentuk koran lawas yang ditelusuri Solopos.com, Kamis (27/1/2022), pada 10 Juli 1961 pengadilan ekonomi mengeluarkan keputusan penyitaan dan nasionalisasi terhadap seluruh aset OTH Concern di Indonesia.

Pada babak selanjutnya, yaitu tahun 1964, pengelolaan seluruh aset peninggalan Oei Tiong Ham diserahkan ke perusahaan negara, PT Rajawali Nusantara Indonesia yang masih bertahan sampai saat ini.

Sederet pabrik gula di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang ada saat ini merupakan salah satu warisan kejayaan pengusaha terkaya Asia asal Semarang itu.

Baca juga: Kisah Si Raja Gula Asia, Pengusaha Terkaya dari Semarang

Penyitaan Aset Warisan

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Southeast Asian Studies 1989, Oei Tjong Ie, anak sulung dari istri ketujuh Oei Tiong Ham, Lucy Ho, menjelaskan sengketa warisan sang ayah yang akhirnya disita negara. Keturunan Oei Tiong Ham menyadari adanya masalah terkait aset bisnis yang dikembangkan. Namun, mereka tidak menyangka penyitaan terjadi secepat itu.

“Kesulitan besar yang kami hadapi dengan pemerintah mungkin adalah suatu petunjuk. Tapi, tidak satu pun dari kami mengharapkan penyitaan secepat itu. Menurut saya hal itu ilegal,” kata Oei Tiong Ie dalam wawancara tersebut.

Baca juga: Ini Hlo Isi Brankas Milik Pengusaha Terkaya Asia di Semarang

Ada yang menyebutkan penyitaan itu terjadi karena pengelola bisnis peninggalan Oei Tiong Ham membuat Presiden Sukarno marah. Namun, Oei Tjong Ie menyangkal hal tersebut. Baginya, penyitaan aset itu bukan pukulan mematikan bagi sejarah bisnis keluarga Kian Gwan—peninggalan Oei Tiong Ham—tetapi hal terburuk dalam sejarah mereka.

“Penyitaan terjadi karena situasi dan hubungan yang buruk antara masyarakat dengan kalangan atas di Kian Gwan,” sambung Oei Tjong Ie.

Baca juga: Kisah Si Raja Gula Asia, Pengusaha Terkaya dari Semarang

Setelah keputussan penyitaan aset pengusaha terkaya Asia dari Semarang dibacakan, pihak keluarga langsung menggelar rapat di Amsterdam, Belanda. Mereka menyadari kenyataan bahwa penyitaan akan membawa banyak masalah bagi aset lainnya di luar negeri. Sebab, selama itu Indonesia menjadi pusat sumber daya bisnis yang mereka lakukan.

Akibat penyitaan itu, beberapa perusahaan di luar Indonesia kehilangan pasokan bahan baku mentah. Setelah itu, mereka pun mencari peluang bisnis baru di tempat domisili masing-masing.

Penyitaan aset itulah yang kemudian menjadi akhir riwayat warisan kerajaan bisnis si pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Oei Tiong Ham.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Umbi Kimpul, Calon Pengganti Nasi yang Diperkenalkan Kementan

      + PLUS Umbi Kimpul, Calon Pengganti Nasi yang Diperkenalkan Kementan

      Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan talas belitung atau yang dikenal dengan umbil kimpul sebagai calon pengganti nasi dari beras. Kimpul dinilai cocok untuk penderita diabetes dan menu diet sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan.

      Berita Terkini

      4 Pemancing di Banjir Kanal Timur Semarang Temukan Mayat Bayi, Ini Ciri-Cirinya

      Penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki menggemparkan warga sekitar Banjir Kanal Timur Semarang.

      KPU Grobogan Luncurkan Program DP3, Genjot Partisipasi Pemilih di 2024

      KPU Grobogan membuat terobosan dengan meluncurkan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

      Ganjar Unggah Foto Masa Muda, Warganet: Kayak Pemain Lupus

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengunggah foto masa muda yang menyita perhatian warganet karena dianggap mirip dengan pemeran film Lupus, Ryan Hidayat.

      Data 21.000 Perusahaan Diduga Bocor, Ganjar: Belum Ada dari Jateng

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut hingga kini belum ada laporan dari perusahaan di Jateng yang mengalami data bocor di dunia maya.

      Festival Wiwit Panen Mbako dan Kopi Digelar di Temanggung

      Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), menggelar festival panen tembakau dan kopi bertajuk Festival Wiwit Panen Mbako dan Kopi.

      Terganjal Jadi Guru Besar, Dosen Undip Ini Tuntut Mantan Suami

      Seorang dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Diana Rachmawati, mengajukan tuntutan kepada mantan suami lantaran keinginan meraih gelar guru besar tersendat.

      Simak! Ujian Praktik SIM di Salatiga Bisa Sore Hari

      Satlantas Polres Salatiga saat ini melayani ujian praktik pembuatan SIM pada sore hari, mulai pukul 15.00-17.00 WIB.

      Jadi Pusatnya Sapi Jateng, IPB Dirikan Sekolah Peternakan di Blora

      Bupati Arief Rohman ingin agar potensi peternakan sapi di Kabupaten Blora benar-benar bisa berkembang untuk mendorong kesejahteraan para petani peternak.

      Duh! 64 Kasus Baru HIV/AIDS Muncul di Kabupaten Semarang

      Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Semarang menyebut ada 64 kasus baru HIV/AIDS yang muncul di wilayahnya sepanjang 2022.

      Kepala Dishub Jateng Ditunjuk Jadi Pj Bupati Pati

      Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, Henggar Budi Anggoro, ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pati menggantikan Bupati Haryanto yang masa jabatannya berakhir pada 22 Agustus 2022.

      Ini Dia Juara Krenova Kota Salatiga Tahun 2022

      Biskuit berbahan pati garut dan tepung waluh bikinan siswa SMP Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi inovasi terbaik dalam ajang lomba Krenova tingkat Kota Salatiga tahun 2022.

      Kapolda Beri Instruksi, Puluhan Penjudi di Jateng Ditangkap

      Jajaran Polda Jateng melakukan penangkapan terhadap sejumlah pelaku praktik perjudian di berbagai wilayah Jateng.

      Berikut Kronologi Santri Ponpes di Sarang Rembang Dibakar Temannya

      Seorang santri di sebuah pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jateng, dibakar teman sesama santri saat sedang tidur.

      Joss! Trans Semarang Luncurkan Kartu Khusus Difabel

      Pemkot Semarang meluncurkan kartu khusus bagi penyandang disabilitas atau difabel yang ingin mengakses Bus Trans Semarang.

      Kejam! Santri Ponpes di Sarang Rembang Bakar Teman yang Sedang Tidur

      Seorang santri sebuah ponpes di Sarang, Rembang, Jateng, dibakar oleh teman sesama santri.