Warganet Kecewa Kasus Pencurian Cokelat di Alfamart Berakhir Damai

Warganet mengungkapkan kekecewaan mereka atas akhir kasus pencurian cokelat yang berujung intimidasi pegawai minimarket Alfamart berakhir damai.

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:30 WIB Penulis: Astrid Prihatini Wd Newswire Editor: Astrid Prihatini WD | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Kasus laporan intimidasi karyawan Alfamart berakhir damai. (Instagram/@hotmanparisofficial)

Solopos.com, SOLO-Warganet mengungkapkan rasa kecewa atas akhir kasus pencurian cokelat yang berujung intimidasi pegawai minimarket Alfamart berakhir damai. Sebelumnya Polres Tangerang Selatan, Banten, mengungkapkan kasus laporan dugaan intimidasi yang dialami karyawan Alfamart oleh seorang wanita terkait peristiwa pengambilan cokelat berakhir damai setelah dilakukan proses mediasi.

“Kedua pihak sepakat berdamai setelah dilakukan mediasi. Pelapor dari Alfamart telah mencabut laporannya karena alasan memahami kondisi psikis terlapor berinisial M,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu di Tangerang seperti dikutip dari Antara pada Selasa (18/6/2022).

Ia mengatakan proses mediasi dilakukan Polres Tangerang Selatan pada Senin (15/8/2022) malam dengan menghadirkan kedua pihak yang didampingi kuasa hukumnya.  Setelah pertemuan, Ivana Valenza menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang dilakukan ibunya tersebut.

Baca Juga: Pencuri Cokelat di Alfamart Minta Maaf, Warganet: Kok Diwakili Anaknya?

Mengetahui hal ini, tidak sedikit warganet mengungkapkan rasa kecewa mereka lantaran kasus pencurian cokelat berujung intimidasi karyawan Alfamart itu berakhir damai. Kasus tersebut berakhir damai lantaran pelaku diduga menderita kleptomania.

“ibunya klepto tuhh selain bertobat hrs berobat jg.. tar gitu lagi gitu lagi,” tulis warganet memberikan penjelasan kasus berakhir damai seperti dikutip dari akun Instagram Hotman Paris Hutapea di salah satu unggahannya pada Selasa.

“Harus bgt berobat jangan malah balik marah,” tulis  warganet.

“katanya tuh emak kena kleptomania bro,” tulis warganet lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Klepto, Berbeda dengan Mencuri?

Namun tidak sedikit pula warganet kecewa lantaran pelaku kasus pencurian cokelat di Alfamart tidak masuk kategori kleptomania. “Bukan, itu mencuri, Klepto itu keinginan ambil barang yg TDK DIPERLUKAN dan KECIL NILAINYA. Mariana ambil coklat 3, sampo 2, itu bukan klepto, itu pengen tapi ogah bayar alias nyuri,” tulis warganet.

“Mariana Ahong bukan klepto, dia maling. Klepto gak ambil barang sampe 3,5 dst, apalagi ada nilainya. Si Ahong itu ambil Coklat 3, Sampo 2, lalu sembunyikan di tasnya. Itu doyan, bukan kleptom,” timpal warganet lainnya.

“Berobat apa, dia tidak sakit. Dia penjahat, pencuri, harus diberi efek jera. Penyakit klepto nyuri tidak milih-milih, dia nyuri milih coklat mahal 2 biji dan barang lainnya. Itu nyuri karena takut rugi, bukan klepto,” timpal warganet lainnya.

“org susah nyuri buat makan aj di penjara , ini maaf doang kah? wadu,” sesal warganet.

“bener gemes bgt liatnya, gmn nih bang kasih penjelasan donk knp tuh nenek2 ga ditahan? Masa cm minta maaf doank @hotmanparisofficial,” tulis warganet.

Baca Juga: Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Pegawai Alfamart, Begini Respons Warganet

Sementara Frank Hutapea, anak Hotman Paris Hutapea, selaku kuasa hukum Alfamart dalam kasus tersebut juga menjelaskan mengapa pelaku tidak ditahan? Penjelasan itu diunggah di Instagram Story Hotman Paris. “Banyak yang tanya kenapa si ibu bermobil merci gak pakai baju oren? Kenapa kalo orang kaya skenarionya maaf-maafan?” tulis Frank.

Penjelasan Frank Hutapea. (Instagram/@hotmanparisofficial)

Menurut Frank, Alfamart dan karyawati tersebut membuat laporan ke polres pada siang, selang beberapa jam sore si ibu dijemput tim polres untuk hadir di Polres. “Sampai di Polres dia langsung menangis-nangis menyerah mengaku salah. Berjanji tidak mengulangi lagi. Tidak ada anak  yang tega melihat seorang ibu menangis-nangis histeris seperti itu, apalagi di hadapan putri bungsunya.”

“Saya rasa semua bisa menebak  kenapa seseorang bermobil merci bisa sampai mencuri coklat dan shampo? Semoga keluarga bisa memberikan pertolongan,” demikian tulis Frank.

Frank Hutapea juga menjelaskan pihak keluarga pelaku juga menanggung malu atas kelakuan pelaku. “Percayalah hukuman sosial netizen di Indonesia lebih kejam dari hukum tahanan,” tegas Frank.

 

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif