Warga Wonogiri Kembali Bekerja di Perantauan, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Pecahkan Rekor Dalam Sehari
Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di area Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri. (M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI - Jumlah penumpang keberangkatan ke wilayah Jabodetabek di Terminal Adi Giri Adipura Wonogiri kembali memecahkan rekor terbanyaknya di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura, jumlah penumpang keberangkatan pada Minggu (30/8/2020), mencapai 3.359 orang dengan jumlah bus sebanyak 119 unit. Jumlah tersebut menjadi penumpang keberangkatan terbanyak selama pandemi Covid-19.

Jumlah penumpang keberangkatan mencapai 3.000 orang lebih tersebut sudah terjadi kali kedua selama pandemi. Sebelumnya terjadi pada Minggu (23/8/2020), jumlah penumpang mencapai 3.249 orang. Pada saat itu, jumlah penumpang melonjak karena ada libur panjang dan Tahun Baru Islam.

Wow, Ada Ratusan Pohon Kopi Liberica Berusia Tua di Hutan Pinus Tirtomoyo Wonogiri

Kepala Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, menggatakan ada faktor lain yang menyebabkan penumpang keberangkatan melonjak meski tidak ada libur panjang. Di sisi lain, setiap akhir pekan memang ada peningkatan penumpang.

"Selain karena akhir pekan, dimungkinkan penumpang naik karena sebagian warga mulai mencari pekerjaan kembali di perantauan. Setelah sekian lama tidak bekerja, mereka memutuskan untuk kembali ke perantauan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (31/8/2020).

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Wonogiri Manunggal Mas (Pawon Mas), paguyuban perantau, Agus Suparyanto. Ia mengatakan, berdasarkan pantauannya di wilayah Jabodetabek, arus di jalanan terpantau ramai.

Banyak truk, bus dan kendaraan berat lainnya mulai berjalan, baik di jalan umum maupun kawasan tol. "Ramainya belum kembali seperti semula, namun kemacetan sudah ada. Kira-kira ada peningkatan 70 persen," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Proyek

Selain itu, kegiatan proyek mulai dikerjakan, kegiatan perekonomian juga mulai menggeliat. Ada beberapa warung, seperti Mi Ayam dan Bakso yang sebelumnya tutup, kini mulai buka kembali.

"Dari grup-grup yang kami pantau, sebagain pedagang sudah mulai menawarkan barang dagangannya. Mereka menyuruh untuk mampir ke warungnya karena sudah buka kembali," ungkap Agus.

Kemarau, Kabupaten Karanganyar Masih Aman dari Kekeringan

Atas berbagai fenomena tersebut, menurut dia, perantau yang dulunya pulang karena tidak bekerja, perlahan sudah mulai kembali ke perantauan. Masyarakat yang kembali ke perantauan rata-rata merupakan warga yang dulunya sudah pernah kerja di perantauan. Untuk warga baru, dimungkinkan belum ada. Meskipun ada beberapa anak yang baru saja lulus dari sekolah.

Ia mengimbau kepada warga yang balik ke perantauan agar lebih hati-hati. Karena kasus Covid-19 di Jakarta melonjak. "Kami berharap warga lebih waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Agus.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom