Ilustrasi pemerkosaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI — Masyarakat desa tempat tinggal korban kejahatan seksual terhadap anak di Kecamatan Eromoko, Wonogiri, bergotong-royong memulihkan kondisi korban baik sosial maupun mental.

Sebelumnya, NA, 17, perempuan korban pemerkosaan oleh ayah tirinya, dikabarkan diusir oleh warga setempat. Warga membantah tudingan itu. Justru sebaliknya, warga bahu membahu membantu pemenuhan kebutuhan korban dan keluarga termasuk dalam urusan pertanian.

Partisipasi masyarakat dalam mendukung pemulihan korban ditunjukkan dengan bahu-membahu menggarap lahan pertanian keluarga korban. Saat ini, di Kecamatan Eromoko, masyarakat sedang mulai masa tanam jagung. Masyarakat yang peduli kepada keluarga yang sedang kesulitan itu lantas mengolah lahan milik keluarga korban hingga selesai menebar benih jagung.

2 Psikolog Dampingi ABG Korban Perkosaan Ayah Tiri di Wonogiri

“Jadi tanah [keluarga korban] digarap bareng-bareng warga sampai selesai menanam jagungnya,” kata Camat Eromoko, Danang Erawanto, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (13/12/2019).

Kepedulian masyarakat juga terlihat saat keluarga korban mengalami kekurangan air bersih. Masyarakat lantas bersama-sama ikut mencarikan air tangki untuk disalurkan ke rumah keluarga korban. Masyarakat juga membantu kebutuhannya mulai dari makanan dan lainnya.

Derita ABG Wonogiri Diperkosa Lagi Oleh Paman Usai Curhat Diperkosa Ayah Tiri

“Masyarakat sudah bisa memahami kondisi korban dan keluarga. Mereka merasa empati dan terpanggil untuk membantu pemulihan korban,” imbuh dia.

Terkait kabar pengusiran korban, Camat menyatakan kabar itu tidak benar. Yang terjadi malah sebaliknya, warga bersama-sama membantu korban dan keluarga untuk proses pemulihannya.

ABG Wonogiri Diperkosa Ayah Tiri Dikabarkan Diusir Warga, Begini Penjelasan Kadus

“Sekarang kondisi korban dalam keadaan aman di safe house. Ia berada dalam pengasuhan yang tepat,” ujar Danang.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, NA menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tirinya sendiri, SH, 34. Aksi bejat SH itu dilakukan sejak korban masih duduk di bangku kelas IX SMP pada 2018. Kini korban yang masih berstatus pelajar kelas XI SMA dalam keadaan hamil lima bulan. Mirisnya, NA juga menjadi korban pemerkosaan oleh S, 35, saudara dari ayah tirinya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten