Tutup Iklan

Warga Tanggul Dawung Tergusur Proyek Gapura Batas Kota Solo Kesulitan Cari Tanah Sendiri

Warga Tanggul Dawung Tergusur Proyek Gapura Batas Kota Solo Kesulitan Cari Tanah Sendiri

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencemaran Kali Jenes akibat limbah industri tekstil Rabu (28/1/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Warga tanggul Kali Jenes wilayah Dawung, Serengan, Solo, yang terdampak proyek gapura kesulitan mencari tempat tinggal baru.

Solopos.com, SOLO -- Warga tanggul Kali Jenes wilayah Dawung RT 005/RW 015 Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Solo, yang tergusur proyek pembangunan gapura batas Kota Solo dengan Solo Baru, Sukoharjo, merasa tidak mampu mencari tanah atau lokasi hunian baru dengan uang Rp20,5 juta yang diberikan Pemkot Solo.

Apalagi, jangka waktu yang diberikan kepada mereka untuk pindah sangat singkat, yakni hanya satu bulan. Warga sudah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memfasilitasi relokasi atau mencarikan lahan tujuan relokasi.

“Sudah kami sampaikan ini kepada Bu Lurah [Lurah Serengan Restu Tyaswening] dan Bu Camat [Camat Serengan Islamtini] namun mereka menolak. Kami tetap diminta cari lahan sendiri-sendiri,” kata warga RT 005/RW 015, Hadi Suparno, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (28/10/2017).

Warga menyayangkan jawaban Pemkot Solo tersebut. Menurut Hadi, warga merasa tidak mampu mencari tanah sendiri dengan harga minim dan dalam waktu yang singkat. Warga bersepakat penertiban permukiman Dawung disetarakan dengan yang lain dan kalau memungkinkan dibayar tunai, bukan bertahap seperti disampaikan Pemkot Solo dalam sosialisasi Kamis (26/10/2017) malam.

“Tujuannya agar warga lebih fleksibel memanfaatkan dana.”

Selain itu, warga kini bingung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka dan mata pencaharian yang mayoritas tak jauh dari wilayah Serengan. “Ini sudah sangat meresahkan karena kalau harus pindah di lokasi yang baru yang bisa dijangkau dengan nilai bantuan itu, adanya di wilayah pelosok, sedangkan sekolah anak-anak dan pekerjaan kami masih di dekat sini, hal ini sangat meresahkan,” papar Hadi.

Seperti diketahui, Pemkot Solo bakal memberikan dana bantuan bagi penghuni bantaran Kali Jenes senilai Rp20,5 juta per keluarga dengan perincian Rp12 juta untuk membeli tanah di lokasi yang baru dan Rp8,5 juta sisanya untuk biaya bongkar dan membangun kembali rumah di lokasi baru. Dana bantuan tersebut akan diberikan bertahap.

Bantuan senilai Rp12 juta akan diberikan jika warga sudah mendapatkan lokasi baru dengan maksimal pembayaran 11 Desember. Sedangkan dana sisanya akan dibayarkan maksimal 28 Desember.

Warga berkeinginan pembayaran dilakukan sekaligus dan bersama-sama secara kolektif tidak satu per satu. "Jadi siapa yang sudah dapat tanah terus menghadap Bu Lurah untuk diproses pembayarannya. Apa ya betul mekanismenya seperti itu?"

Mereka punya gambaran jika dana bantuan bisa cair sekaligus dan secara kolektif mereka bisa mencari lahan bersama-sama di satu tempat. "Misalnya orang sembilan ini dananya dikumpulkan jadi sekitar Rp200 juta, kemudian warga mencari lahan minimal 400 meter persegi terus dibagi-bagi mungkin akan lebih memudahkan warga," tutur Sekretaris Pokja Pagar Batas, Suwanto.

Menurutnya, mencari tanah seluas itu dengan harga Rp200 juta masih sangat sulit tapi setidaknya warga lebih dipermudah dari pada mencari tanah sendiri-sendiri. "Apalagi kalau bayarnya dicicil kami bisa apa?" imbuh warga lainnya, Sri Mulyati.

Dalam sosialisasi di Kantor Kelurahan Serengan, Kamis malam, Lurah Restu menyatakan pemerintah tidak bisa memfasilitasi mencarikan lahan untuk tempat tinggal baru karena khawatir menyalahi aturan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.