Warga Tak Sabar Pada Penyelidikan Kasus Bocah SMP Melahirkan di Sragen

Warga tak sabar dengan penyelidikan oleh Polres Sragen atas kasus bocah SMP yang sudah melahirkan bayi. Mereka melaporkan ulang kasus itu ke Polsek Jenar.

 Ilustrasi bayi baru lahir. (Detik.com-Thinkstock)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bayi baru lahir. (Detik.com-Thinkstock)

Solopos.com, SRAGEN — Kasus seorang bocah perempuan Kelas I SMP di Jenar, Sragen, yang melahirkan bayi laki-laki membuat warga setempat resah. Warga juga tak sabar dengan progres penyelidikan yang dilakukan aparat Polres Sragen yang  mereka anggap tak jelas.

Korban melahirkan bayi laki-laki sepekan lalu. Korban diduga dicabuli pada Agustus 2021 lalu. Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus itu ke Polres Sragen pada Maret 2022 lalu, saat korban dalam kondisi masih hamil.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Namun sejak dilaporkan, warga menilai tidak ada kejelasan proses hukum dari Polres Sragen. Akhirnya, warga yang tak sabar melaporkan kembali kasus yang menimpa korban ke Polsek Jenar. Hal ini disampaikan Ketua RW tempat tinggal korban, T.

“Pemeriksaan dilakukan dua kali setahu saya. Keluarga korban yang dimintai keterangan, seperti simbahnya, bapak tirinya, ibunya, dan korban sendiri. Pengambilan visum juga sudah dilakukan,” kata T, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Miris, Bocah 13 Tahun di Sragen Melahirkan Bayi, Ayahnya Misterius

“Saat kejadian itu [pencabulan] kemungkinan [korban] masih sekolah dasar, karena diketahui hamil itu Januari 2022. Sekarang sudah melahirkan sepekan yang lalu normal. Bayinya laki-laki dan semua normal, tidak cacat,” sambunya.

Keluarga korban belum mau memberi keterangan saat wartawan dan bayan setempat berkunjung ke rumah korban, Senin siang.

Seperti diberitakan, seorang bocah perempuan yang masih duduk di Kelas I SMP di Kecamatan Jenar, Sragen, melahirkan bayi laki-laki sepekan yang lalu. Belum diketahui siapa ayah bayi laki-laki dari rahim bocah 13 tahun itu.

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Mereka berencana melakukan tes DNA untuk mengetahui siapa laki-laki yang harus bertanggung jawab atas kehamilan siswi SMP itu.

Baca Juga: Siswi SMK di Sragen Diduga Diperkosa Saat Praktik Kerja Lapangan

Tetangga korban yang ikut mendampingi keluarga korban saat laporan, sebut saja Y, saat ditemui wartawan di sebuah balai desa di Kecamatan Jenar, Sragen, Senin (13/6/2022), menerangkan warga sekitar resah sejak korban diketahui hamil tanpa diketahui siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.

Dia mendampingi dan mengantar keluarga korban untuk membuat laporan di Mapolres Sragen pada Maret 2022 lalu, saat korban dalam kondisi hamil. Korban diduga dicabuli pada Agustus 2021 lalu. Belum ada keterangan siapa yang mencabuli korban.

Tidak Ada Kejelasan

Y mengatakan saat membuat laporan ke Polres, bapak tiri korban, kakek korban, ibu korban, dan beberapa saudara korban ikut mendampingi. Saat itu, jelas dia, yang dimintai keterangan polisi hanya bapak tiri dan ibu kandung korban.

Baca Juga: Remaja di Sragen Diduga Jadi Korban Pencabulan Pacar dan Temannya

“Karena tidak ada kejelasan kemudian saya dan warga lainnya mengadu ke Polsek Jenar. Dari pihak Polsek kaget karena pihak keluarga korban sudah membuat laporan ke Polres Sragen tanpa ada pemberitahuan ke Polsek,” ujar Y.

“Saya tanya lagi ke keluarga dan katanya sudah diperiksa Polres. Sebulan lalu, saya tanyakan ke Polres Sragen. Dari pihak Polres diminta menunggu bayi yang dikandung anak itu lahir untuk selanjut dilakukan tes DNA,” jelas dia didampingi Ketua RW, T dan para perangkat desa setempat.

Baca Juga: Jadi Korban Pencabulan di Sragen? Silakan Lapor Polisi di Nomor Ini

Sementara itu, Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasi Humas, AKP Suwarso, mengatakan kasus itu kini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim. Menurutnya kasus ini masih penyelidikan karena minim saksi.

“Saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak delapan orang. Delapan orang itu adalah yang dekat dengan korban. Pemeriksaannya di Polres Sragen,” ujarnya.

Suwarso mengatakan Unit PPA akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan tes DNA terhadap korban dan orang terdekatnya. Dia mengatakan hasil tes DNA itu akan membantu dalam pengungkapan kasus itu. Tetapi biaya untuk tes DNA itu cukup mahal.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.