Warga Tak Akan Leluasa Nonton Pawai Pembangunan di Jensud Solo, Ini Penyebabnya

Warga tak akan leluasa menonton pawai pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI khususnya di sepanjang Jl. Jendral Sudirman (Koridor Jensud) Solo, Minggu (18/8/2019).

Warga Tak Akan Leluasa Nonton Pawai Pembangunan di Jensud Solo, Ini Penyebabnya

SOLOPOS.COM - Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Warga tak akan leluasa menonton pawai pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI khususnya di sepanjang Jl. Jendral Sudirman (Koridor Jensud) Solo, Minggu (18/8/2019).

Meski koridor yang tengah dalam proyek penataan itu akan dibuka, pagar MMT di sekeliling proyek bakal tetap terpasang. Warga hanya bisa menyaksikan pawai di bagian yang tidak terpasang pagar MMT.

Pagar MMT penutup proyek dibiarkan terpasang lantaran di bagian samping kanan-kiri atau barat dan timur ruas itu masih terdapat material proyek yang membahayakan penonton.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan bagian tengah koridor siap mengakomodasi arak-arakan peserta pawai karena sudah selesai dikerjakan.

“MMT penutup di Bundaran Gladag atau di sekitar Patung Slamet Riyadi akan dibuka karena sudah selesai. Tapi, mulai dari depan GPIB Penabur sampai Gedung Bank Indonesia (BI) lama masih dibiarkan [terpasang] karena pas di bawah pagar MMT itu ada lubang galian yang berisi tulangan besi,” jelas Arif, Kamis (15/7/2019).

Lebar bagian tengah koridor Jensud yang bisa dilewati pawai sekitar 12 meter. Dengan lebar segitu, trailer panjang masih bisa lewat. “Penonton bisa menyaksikan pawai kecuali di titik yang MMT-nya masih terpasang. Bisa di Jl. Slamet Riyadi atau depan Kantor BRI Jl. Jendral Sudirman sampai Balai Kota,” imbuh Arif.

Arif mengaku sempat membuat alternatif agar pagar MMT dibuka sehingga masyarakat bisa leluasa menyaksikan pawai dari sudut itu. Namun langkah tersebut membutuhkan biaya tinggi lantaran harus memotong tulangan besi dan menutup lubang galian.

Padahal, tulangan besi itu akan dilanjutkan menjadi fondasi saat meneruskan pengerjaan di bagian tepi. Aktivitas memotong tulangan besi dan menutup lubang galian itu juga butuh waktu lama, paling tidak sepekan.

Hal itu bisa saja dilakukan tapi dikhawatirkan akan merusak fondasi yang sudah terpasang. “Kalau dipaksakan dibuka membahayakan penonton karena lubangnya cukup lebar,” ucap Arif.

Dinas Perhubungan (Dishub) akan memasang water barrier di antara jalur tengah yang dibuka dengan lubang galian dan pagar MMT. Dengan demikian, kendaraan juga tak akan terperosok ke lubang tersebut.

Arif menyebut kondisi beton fondasi di ruas itu sudah berumur sehingga dapat dilewati kendaraan bertonase berat. Campuran bahan penguat berupa zat aditif di dalamnya memungkinkan beton lebih cepat kering.

“Tanpa zat aditif, beton itu baru kering sekitar 20-21 hari. Kalau pakai zat aditif cukup 10-15 hari. Beton yang di sana sudah berumur lebih dari dua pekan, bahkan dua bulan dan tiga bulan,” jelasnya.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Solo, Nunuk Mari Hastuti, menyampaikan Pawai Pembangunan 2019 melibatkan berbagai elemen masyarakat. Rute dimulai dari Jl. Bhayangkara, Stadion Sriwedari, hingga Balai Kota melintasi Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Jenderal Sudirman.

“Masyarakat bisa menonton pawai itu di jalur pedestrian atau di tepi jalan sepanjang rute, kecuali di Jl. Jenderal Sudirman yang pagar MMT-nya masih terpasang,” kata Nunuk, Selasa (13/8/2019).

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.