Warga Sumpingan Solo Pasang Spanduk Waspada Corona, Agen Bank Plecit Dilarang Masuk
Spanduk berisi penolakan masuknya orang asing terpasang di wilayah Sumpingan, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (2/4/2020). (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Warga RT 001/RW 006 Kampung Sumpingan, Kadipiro, Banjarsari, Solo, memasang spanduk waspada corona yang salah satunya berisi larangan orang asing masuk wilayah tersebut.

Orang asing yang mereka maksud mulai dari agen bank plecit, pengamen, pengemis, pemulung dan pencari sumbangan. Spanduk-spanduk itu dipasang di pinggir ruas-ruas jalan strategis wilayah itu.

Spanduk dengan warna dominan putih dan berukuran sekitar 0,75x0,75 meter persegi itu terpasang sejak beberapa hari lalu.

Lurah Kadipiro, Banjarsari, Solo, Arini Setyowati Sri Mumpuni, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (2/4/2020), mengaku tak tahu ihwal pemasangan spanduk waspada corona itu.

Sejumlah ODP Corona di Sragen Tolak Bantuan Sembako Dari Pemkab

Dia menduga spanduk tersebut dipasang secara mandiri oleh warga setempat tanpa berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan.

“Itu bukan program pemerintah kelurahan. Mungkin inisiatif warga karena ketakutan [dengan Covid-19) atau apa begitu,” terang dia.

Kadipiro Punya Program Ayo Lapor Untuk Penanganan Corona

Arini segera menanyakan ihwal pemasangan spanduk waspada corona oleh warga kampung di wilayah Solo bagian utara itu tersebut kepada pemangku wilayah setempat.

Dia ingin mencari tahu alasan pemasangan spanduk dan siapa yang memasangnya. “Nanti coba saya cek terlebih dulu,” sambung dia.

8 Kelurahan di Solo Masih Steril Kasus Virus Corona

Arini mengatakan program Pemerintah Kelurahan Kadipiro terkait penanganan Covid-19 yaitu Ayo Lapor. Program itu menyerukan agar masyarakat melapor kepada pengurus RT/RW bila ada orang luar kota yang datang di Kadipiro.

Program Ayo Lapor menurut Arini merupakan arahan dari Pemkot Solo dalam upaya penanggulangan persebaran corona dan agar warga waspada.

Tidak hanya di Kadipiro, program yang sama dijalankan di kelurahan-kelurahan lain di Kota Bengawan dengan tujuan sama.

Rapid Test Sukoharjo: 1 Pemudik di Nguter Positif Corona

Terpisah, Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, menilai masyarakat tidak perlu panik dengan serangan Covid-19 di Solo. Menurut dia masyarakat hanya perlu mengikuti anjuran pemerintah agar persebaran virus tersebut bisa segera dihentikan di Kota Bengawan.

Politikus PDIP itu juga menilai lockdown di kampung-kampung Solo tidak perlu dilakukan.

“Yang terpenting ikuti arahan pemerintah menerapkan social distancing, jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan. Bila tak perlu-perlu banget jangan keluar rumah,” seru dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho