Ilustrasi air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pengadaan lahan proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) regional di tujuh lokasi di Sukoharjo ditarget rampung pada akhir Januari 2019. Masyarakat bisa menikmati pasokan air bersih yang berasal dari Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri diprediksi pada 2022.

Proyek SPAM regional mengambil bahan baku air di WGM, Wonogiri. Proyek itu mampu mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Solo.

Di Sukoharjo, ada enam lokasi tempat penyadapan atau reservoir dan satu lokasi mesin pompa air atau booster yang bakal dibangun di enam kecamatan. Keenam kecamatan itu di antaranya Nguter, Bendosari, Polokarto, Grogol, dan Baki.

Saat ini, tim pengadaan lahan proyek pembangunan SPAM regional telah merampungkan pengukuran lahan milik warga. Pengukuran lahan dilakukan tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo.

“Alhamdulillah tidak ada warga yang keberatan dengan nilai kompensasi lahan proyek pembangunan SPAM. Pengadaan lahan ditarget rampung akhir Januari,” kata Direktur Teknik PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, Mat Hasim, saat ditemui solopos.com di kantornya, Kamis (17/1/2019).

Setelah pengadaan lahan rampung, PDAM bakal menyusun detail engineering design (DED) pembangunan SPAM regional. Sementara pengerjaan proyek pembangunan reservoir dan booster menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Hasim menjelaskan kapasitas produksi air proyek SPAM regional diperkirakan mencapai 500 liter/detik. “Proyek pembangunan SPAM regional dikerjakan dua tahap. Kapasitas produksi air tahap I mencapai 300 liter/detik. Sementara kapasitas produksi air tahap II mencapai 200 liter/detik,” tutur dia.

Program SPAM regional di Sukoharjo diprediksi mampu memasok air bersih sekitar 40.000 pelanggan. Mereka tersebar di enam kecamatan yang dilewati jaringan perpipaan air bersih. Masyarakat diprediksi bisa menikmati air bersih paling cepat pada 2022.

Hasim menambahkan proyek pembangunan SPAM regional bertujuan mempercepat ketersediaan air bersih bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

“Masih banyak masyarakat yang belum menikmati pasokan air bersih. Kami berharap program SPAM regional menjadi solusi alternatif untuk mengatasi kebutuhan air bersih.”

Sementara itu, seorang warga Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Suryono, berharap program SPAM regional dikembangkan ke wilayah Kecamatan Weru yang menjadi daerah langgaran krisis air bersih pada masa mendatang.

Selama ini, masyarakat mengandalkan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dan sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Saat musim kemarau, debit air Pamsimas dan sumur dalam menyusut drastis. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten