Warga Sukoharjo Ngeluh Jalanan Mojolaban Gelap, Sepi, dan Berlubang
Ilustrasi Jalan Rusak (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dikeluhkan sejumlah pihak. Salah satunya adalah warga Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Warga Desa Cangkol, Mojolaban, Widodo, 50, meminta Pemkab Sukoharjo memasang lampu penerangan jalan di ruas jalan Mojolaban-Sukoharjo. Minimnya penerangan jalan menyebabkan rawan terjadi kecelakaan dan tindak kejahatan di kawasan tersebut.

Besok, 3 Warga Buang Sampah di Jembatan Jurug Solo Disidang

"Kalau malam hari lewat kawasan Mojolaban-Sukoharjo gelap. Sudah banyak tanaman besar, gelap, sepi, dan beberapa ada jalan berlubang. Rawan kejahatan dan laka [kecelakaan]," katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (25/2/2020).

Belum lama ini, Widodo mengatakan ada kecelakaan lalu lintas di jalur Mojolaban-Sukoharjo. Kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor berusaha menghindari jalan berlubang di malam hari yang cukup gelap.

"Si pengendara ini kaget ada jalan lubang. Karena kondisi jalan wes peteng [sudah gelap]lalu jatuh," katanya.

Dikritik Akibat Gunduli Tersangka Susur Sungai Maut SMPN 1 Turi Sleman, Ini Kata Polda DIY

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, wilayah Kabupaten Sukoharjo kekurangan sekitar 2.000-an PJU. Saat ini, total ada 20.000 PJU di Sukoharjo yang 3.000 di antaranya adalah milik Pemkab.

Meski demikian, PJU tersebut belum menjangkau semua wilayah di Kabupaten Makmur. Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan klasik Pemkab Sukoharjo tak kunjung menambah PJU. Pemkab Sukoharjo mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati melintasi jalur yang minim penerangan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho