Warga Sukoharjo Bikin BBM dari Sampah Plastik, Yuk Intip Proses Pengolahannya

Proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh warga Mojolaban, Sukoharjo.

 Pria lulusan SMA jurusan IPS asal Dukuh Kebak RT 001/RW 013, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Purwanto, 40 saat menunjukkan hasil daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan proses pembakaran, di lokasi produksinya, Rabu (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Pria lulusan SMA jurusan IPS asal Dukuh Kebak RT 001/RW 013, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Purwanto, 40 saat menunjukkan hasil daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan proses pembakaran, di lokasi produksinya, Rabu (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga Dukuh Kebak RT 001/RW 013, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Purwanto, 40, membagikan tips proses pengolahan sampah plastik hingga menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Purwanto mendaur ulang sampah plastik menjadi BBM dengan proses pembakaran. Proses pengolahan sampah plastik dimulai dengan memilah sampah plastik rumah tangga yang tidak mengandung alumunium foil.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Setelah dipilah, sampah itu kemudian dikeringkan dan dimasukkan ke dalam tungku reaktor atau alat pembakaran. Dulu, Purwanto membakar sampah plastik dengan kaleng bekas dan selang rakitan.

Namun, sekarang ini dia mendapatkan hibah tungku reaktor dari Kementerian Perindustrian melalui DPRD Sukoharjo.

Tungku reaktor yang digunakan untuk proses pembakaran itu ditutup rapat. Selama proses pembakaran, uap akan berjalan ke selang dan akan menghasilkan BBM.

Baca juga: Warga Sukoharjo Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Solar Dijual Rp7.000/Liter

Proses pembakaran itu membutuhkan waktu minimal satu jam dengan suhu 100 derajat. Namun jika ingin menghabiskan 20 kilogram sampah plastik itu biasanya menghabiskan waktu 6 jam dan juga dua tabung gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar.

“Asap yang masa jenisnya berat menjadi solar yang ringan menjadi minyak tanah sama premium. Sampah bening dan berwarna sebenarnya pengaruh lebih bagus [sampah plastik] yang bening. Kandungannya juga beda,” jelas pria lulusan SMA jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) itu, Rabu (28/9/2022).

Purwanto membeberkan dari 20 kilogram sampah plastik itu bisa menghasilkan 17 liter solar, minyak tanah hingga premium.

Dari ketiga jenis BBM itu jenis solar dapat menghasilkan 12 liter sementara lima liter lainnya bisa menjadi minyak tanah hingga premium.

“Satu kali proses pembakaran itu bisa menghasilkan tiga jenis itu. Tergantung dari masa jenisnya, paling banyak solar ini bisa sampai 12 liter. Jadi tidak dibuat sendiri-sendiri [per jenis], residunya [ampasnya] juga bisa digunakan untuk bahan bakar karena kan masih mengandung minyak,” terang Purwanto.

Baca juga: Jorok! Sampah Plastik Kepung Kampung Nelayan Tambakrejo Semarang

Purwanto mengatakan sampah plastik tersebut dia peroleh dari warga sekitar yang akan menukarkan dengan solar hingga Bank sampah yang dikelola kader-kader PKK setempat. Sehingga dia mengaku selama ini tidak kesulitan untuk mendapatkan sampah plastik.

Sebelumnya, Purwanto telah memulai mendaur ulang sampah plastik menjadi BBM sejak Maret 2018 dengan bermodalkan tutorial dari YouTube. Awalnya dia membuat percobaan itu menggunakan kaleng roti hingga pelat besi.

“Saya uji coba pakai blek (kaleng roti) dan akhirnya bisa, lalu pakai alat hasil rakitan sendiri dari pelat besi. Kalau yang pelat besi itu bisa sampai 2-3 kilogram sampah plastik kering,” kata Purwanto saat ditemui di lokasi produksi, Rabu (28/9/2022).

Namun karena berkapasitas kecil dia akhirnya mengajukan alat pembakaran yang lebih besar ke Kementerian Perindustrian melalui DPRD Sukoharjo.

Baca juga: Tiga Merek Besar Sumbang Sampah Plastik Terbanyak

Pengajuan itu akhirnya terpenuhi pada 2019, dia mendapatlan alat pembakaran semacam tungku dengan kapasitas lebih besar yakni 20 kilogram. Harga tungku pembakaran itu ditaksir mencapai Rp200 juta.

Purwanto membeberkan dari 20 kilogram sampah plastik itu dapat menghasilkan 17 liter solar, minyak tanah hingga premium. Dari ketiga jenis BBM itu jenis solar dapat menghasilkan 12 liter sementara lima liter lainnya bisa menjadi minyak tanah hingga premium.

Dia menjual hasil olahan sampah tersebut kepada warga sekitar yang mayoritas sebagai perajin genting. Mengingat para perajin itu biasanya membutuhkan minyak untuk pelicin antara tanah liat dengan cetakan.

Baca juga: Biaya Isi Bensin Full Tank Mobil Avanza dengan BBM Jenis Pertalite dan Pertamax

Harga solar dijual Rp7.000 per liter. Ia juga membarter per liter solar dengan sampah plastik. Sementara untuk minyak tanah dan premium dihargai sama yaitu Rp10.000 per liter.

Produksi sampah plastik menjadi BBM tersebut dia lakoni seorang diri. Hasil pengolahannya itu juga pernah diuji coba di laboratorium Universitas Gajah Mada (UGM).

Dari hasil uji lab itu BBM miliknya memiliki kandungan senyawa yang bisa digunakan untuk BBM, namun kadar karbonnya masih tinggi.

Selain itu dia juga pernah melakukan uji lab di Surabaya untuk memastikan apakah hasil pengolahannya itu bisa digunakan untuk mengawetkan kayu.

“Sudah pernah uji performa juga di Surabaya di pabrik kayu, hasilnya juga tidak ada masalah dan bisa buat pengawet kayu, cuman masih ada bau plastik. Kalau bau plastik sudah hilang mereka mau menerima satu hari 200 liter,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Cilegon Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Sebulan Hasilkan 800 Liter

Usai kenaikan harga BBM permintaan warga masyarakat di desanya kini meningkat. Menurutnya bagi masyarakat kecil untuk tetap menunjang produksi genting mereka memilih harga bahan baku yang miring.

“Tetap ada kenaikan permintaan ya sekitar hampir 50%  dari warga sekitar. Biasanya hanya 3-5 botol sekarang bisa sampai 8-10 botol,” ujar Purwanto.

Dia berharap pada 2025 Indonesia bisa terbebas dari sampah organik maupun plastik, mengingat sampah plastik sendiri sulit untuk terurai dan dapat mencemari udara, tanah hingga air.

“Kita lihat di TPA Mulur 2024 sudah penuh sampah. Kalau penuh kemana lagi. Insyaallah di Wirun nanti ada pengolahan, jadi sampah di Wirun tidak perlu dibuang di TPA bisa kami kelola sendiri,” harap Purwanto.

Baca juga: Batu Cantik dari Sampah Kresek Boyolali Jadi Suvenir Presiden Jerman

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Prapto mengatakan hasil inovasi itu akan dia cek terlebih dahulu apakah hal tersebut dapat menjadi solusi pengurangan sampah di Kabupaten Jamu.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Hujan Deras Berjam-Jam Picu Banjir di Pracimantoro Wonogiri

      Hujan deras yang berlangsung pagi hingga sore memicu terjadinya bencana di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa (29/11/2022).

      Intip Sajian Makanan di Pernikahan Kaesang-Erina, Ada yang Modern dan Kekinian!

      Beragam menu makanan modern dan kekinian bakal dihidangkan saat pesta tasyakuran pernikahan Kaesang Pangareo-Erina Sofia Gudono di Pendapa Agung Pura Mangkunegaran pada Desember mendatang.

      Warga Bumiharjo Wonogiri Bersihkan Material Longsor di Rumah Milik Eksodan Aceh

      Puluhan warga Dusun Mengger, Desa Bumiharjo, Kecamatan Giriwoyo, bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa dapur rumah unggul sistem panel instan (Ruspin) milik salah satu warga eksodan asal Aceh.

      PMI dan DPP Sukoharjo Gencar Pasang Eartag Pada Sapi, Ini Wilayah Sasarannya

      Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo menggelar promosi kesehatan dan pemasangan eartag pada sapi yang telah divaksinasi penyakit dan mulut (PMK). 

      Warga Sragen Jadi Penumpang Helikopter P-1103 yang Hilang di Perairan Belitung

      Salah satu korban helikopter polisi hilang di perairan Belitung Timur adalah warga Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Namanya Aipda Joko Mudo.

      Acara Perdana Sukses, Balon Udara Kemuning Karanganyar Bakal Ada Lagi

      Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar memastikan akan menggelar lagi festival balon udara tahun depan setelah sukses pada acara perdana 19-20 November 2022 lalu.

      Jalan Menuju Goa Resi Wonogiri Retak Sepanjang 20 Meter, Mobil Dilarang Lewat

      Jalan menuju gerbang masuk objek wisata Goa Resi di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri mengalami keretakan sekitar 20 meter sejak, Senin (28/11/2022) sore.

      Kaesang-Erina Ziarah ke Makam Raja Mangkunegara, Juru Kunci: Minta Izin Resepsi

      Juru Kunci Astana Girilayu menyebut kedatangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono untuk meminta izin untuk melangsungkan resepsi pernikahan.

      Dukung Program Kantin Cumi, Pengantin di Karanganom Klaten Tebar Ikan di Sungai

      Pasangan pengantin asal Karanganom, Muhammad Fajar dan Mutiara Indah menyebar 500 benih ikan di sungai di depan KUA Karanganom, Senin (28/11/2022).

      Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

      Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.

      Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan

      Dewan Perwakilan Daerah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPD FKSPN) Boyolali mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) Boyolali sesuai survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Susu yakni Rp3.087.000 

      Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps

      Kronologi laka tunggal mobil  masuk saluran irigasi Bengawan Solo di Dukuh Kenteng, Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo karena menggunakan petunjuk arah dengan Google Maps.

      Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam

      Pindang Kambing Mbah Sinem telah menjelma menjadi kuliner khas di Wonogiri.

      Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat

      Fenomena Gibran effect diprediksi bisa kian meluas spektrumnya, tidak hanya di Soloraya.

      Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina

      Ibu Negara Iriana melakukan test food yang akan disajikan pada pernikahan Kaesang-Erina pada Desember mendatang.

      Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi

      Keberadaan aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Kemalang, Klaten, perlahan merusak ekosistem lereng Gunung Merapi.