Warga Sragen Gali Dasar Sungai Cari Air Bersih, Kini Dibantu 6 Sumur Resapan
Para pengurus Lazismu Sragen bersama pejabat Pemerintah Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, mengecek ke lokasi pembangunan sumur resapan, sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan sumur itu kepada warga setempat, Kamis (13/8/2020). (Istimewa/Ronny Megas Sukarno)

Solopos.com, SRAGEN -- Warga dua rukun tetangga (RT) di wilayah Dukuh Glgagah, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, mendapatkan bantuan sumur resapan untuk mengatasi kekeringan di wilayah itu.

Saat ini warga di dukuh tersebut mulai kekurangan air. Mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan air, seperti menggali dasar sungai yang kering untuk mencari air bersih.

Sebanyak enam unit sumur resapan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen diharapkan bisa mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau. Sumur resapan tersebut ditargetkan bisa menjadi solusi warga setempat pada musim kemarau tahun depan.

Bupati Wonogiri Janji Tak akan “Ngakali” Anggaran untuk Menang di Pilkada 2020

Sebelumnya, Lazismu juga memberikan bantuan tendon air berkapasitas 3.600 liter di lingkungan RT 030 dan RT 031 Glagah. Dukuh tersebut menjadi langganan krisis air bersih setiap musim kemarau.

Pada musim kemarau basah tahun ini, sebagian warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka menggali lubang-lubang di dasar sungai yang kering untuk mendapatkan air bersih.

Seorang tokoh masyarakat di lingkungan RT 031, Glagah, Desa Dukuh, Tangen, Sragen, Qomar, 33, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (13/8/2020), mengatakan sumur resapan itu dibangun warga dengan fasilitasi dari Lazismu Sragen.

Bocah Kampung Sewu Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan Meninggal

Tahun Depan Baru Bisa Dimanfaatkan

Dia mengatakan sumur itu berkedalaman 3 meter dengan diameter 80 sentimeter. Untuk tahapan awal ada tiga sumur resapan yang ditempatkan di RT 030 sebanyak satu unit. Selain itu, di RT 031 sebanyak dua unit. Tiga unit lainnya, kata dia, akan dibangun di dua RT itu pula dengan lokasi yang berbeda.

“Tahun ini memang belum bisa memanfaatkan airnya tetapi harapannya tahun depan dan tahun-tahun berikutnya warga sudah bisa memanfaatkan air dari sumur itu. Selama ini Dukuh Glagah memang menjadi langganan krisis air bersih. Kami berterima kasih kepada Lazismu yang memberi solusi meskipun bukan jangka pendek,” ujar Qomar.

Di Sidang Paripurna DPR/MPR, Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Sedang “Hang”

Dia menjelaskan saat musim kemarau sekarang warga sudah mulai kesulitan air bersih karena banyak sumur yang sudah mengering. Beberapa warga sudah memanfaatkan sumur darurat di pinggir-pinggir sungai untuk mencari sumber air bersih.

“Glagah ini ada empat RT tetapi yang sering jadi langganan kekeringan RT 030-032. Sampai sekarang belum ada bantuan air bersih dari Sragen,” ujarnya.

Direktur Lazismu Sragen Ronny Megas Sukarno mengatakan sebelum menyerahkan bantuan sumur resapan, Muhammadiyah dan SAR Muhammadiyah (MDMC) survei ke lapangan. Ternyata Glagah memang menjadi dukuh yang sering alami krisis air bersih saat musim kemarau.

Kabar Gembira Untuk PNS Sragen, Gaji Ke-13 Sudah Cair!

Dia mengatakan pembangunan enam sumur resapan itu menghabiskan dana Rp36 juta. Sebelumnya, Ronny mengatakan Lazismu menyerahkan dua tandon air dengan kapasitas 3.600 liter.

“Sumur resapan itu harapannya bisa dimanfaatkan untuk 80 keluarga di dua RT tersebut. Kami memang menjadikan Glagah sebagai dukuh binaan supaya terbebas dari krisis air bersih. Bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang. Prediksinya 2-3 tahun ke depan warga Glagah tidak lagi alami krisis air bersih,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom