Tutup Iklan
Warga Solo Meninggal Sepulang Dari Prancis Dimakamkan Sesuai Protokol Corona, Ini Penjelasan Lurah
Ilustrasi Keluarga Mayat (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO -- Seorang pria berumur 38 tahun warga Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Solo, yang meninggal sepulang dari Prancis dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19, Rabu (25/3/2020) siang.

Pria itu meninggal dunia pada Rabu pagi setelah sempat batuk, pilek, dan demam sepulang dari Prancis pada 15 Maret lalu. Lurah Purwodiningratan, Gentil Fernandes, mengatakan warga sekitar lah yang meminta hal itu dilakukan.

Warga itu termasuk orang dalam pemantauan atau ODP karena baru pulang dari negara terjangkit virus corona dan menderita batuk, pilek, serta demam.

Resmi Diperpanjang, Pelajar di Jateng Belajar di Rumah hingga 13 April

Pemakaman dilakukan petugas medis berpakaian hazmat lengkap sebagai bentuk antisipasi. “Meninggal Rabu sekitar pukul 08.00 WIB, saya dapat kabar pukul 09.00 WIB,” kata dia dihubungi Solopos.com, Rabu.

Setelah mendapat kabar itu petugas koordinasi, menyiapkan APD dan tiba di lokasi pukul 13.00 WIB. Pemakaman baru selesai sekitar pukul 16.30 WIB.

Gentil mengatakan berdasarkan informasi dari keluarga, warga Solo yang meninggal sepulang dari Prancis itu sempat menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di bandara.

Simulasi: Jika Lockdown, Wabah Corona di Indonesia Hilang 10 Juni 2020

Sampai di Solo, dia kembali cek kesehatan di RSUD dr Moewardi hingga dua kali. “Hasilnya negatif corona atau tidak ada yang mengarah ke sana. Dia lalu periksa lagi ke RS Brayat Minulyo dan Puskesmas Purwodiningratan,” ucapnya.

Namun, Gentil mengaku tidak mendapat salinan hasil periksa dari dua RS itu. Dia tidak tahu diagnosis sakit warga itu.

Warga Solo Yang Meninggal Sepulang dari Prancis Belum Jalani Swab Tenggorokan

Di sisi lain, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan warga yang meninggal sepulang dari Prancis itu belum pernah diambil swab tenggorokannya.

Hadiri Ngunduh Mantu di Grobogan, Rombongan dari Sragen Dipulangkan

“Belum pernah uji swab, pernah periksa batuk, panas, dan pilek, belum periksa [swab] tapi sudah meninggal lalu dimakamkan di tempat pemakaman umum [TPU] Purwoloyo,” kata dia, Rabu.

Rudy, panggilan akrabnya, mengaku berterima kasih atas informasi dari masyarakat. Kewaspadaan mereka ikut berperan mencegah persebaran virus corona.

Kabar Duka: Ibu Presiden Jokowi Meninggal

“Di Kelurahan Sangkrah ada warga yang pulang dari Taiwan, saya minta langsung karantina mandiri. Puskesmas saya minta datang ke sana. Kalau merasa sakit ya hubungi puskesmas biar didatangi,” tutupnya.

Rudy menambahkan siapa pun yang baru pulang dari luar negeri harus karantina mandiri sebelum ada petugas kesehatan yang datang dan dilarang keluar rumah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho