Warga Sidoharjo Sragen Dipatuk Ular Hijau
Ilustrasi ular. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN – Sukiman, 60, warga Dukuh Gebung, Desa Patihan, Sidoharjo, Sragen, dilarikan ke rumah sakit akibat dipatuk ular di belakang rumah, Kamis (16/1/2020). Setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dia pun diizinkan pulang, Jumat (17/1/2020) pagi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sukiman dipatuk ular Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Kala itu, Sukiman bermaksud membersihkan rumput liar yang tumbuh di belakang rumahnya.

Berbekal sabit, Sukiman membabat rumput. Kehadiran Sukiman ternyata mengganggu seekor anakan ular berwarna hijau yang belum diketahui jenisnya.

Saat membabat rumput itu, tiba-tiba ular itu menjulurkan kepalanya. Ular itu lantas mematuk jari manis tangan Sukiman. Sukiman secara refleks menggoyangkan tangannya untuk melepaskan gigitan ular.

Pada awalnya, Sukiman tidak merasakan efek dari gigitan ular itu. Dia hanya merasakan perih pada luka akibat gigitan ular itu. Namun, efeknya baru terasa pada siang hingga sore hari.

Sukiman merasakan pusing, mual, dan muntah-muntah. Sukiman kemudian dibawa ke bidan desa setempat pada pukul 16.00 WIB. Bidan desa menyarankan Sukiman dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Di rumah sakit, Sukiman sempat menjalani rawat inap semalam.

“Pak Sukiman pulang pada Jumat pagi. Kami belum mengetahui jenis dari ular hijau yang menggigit Pak Sukiman ini. Jenis ular hijau itu ada banyak, ada yang berbisa dan ada yang tidak,” terang Koordinator Tim Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sidoharjo, Alfian Rendi Prasetyo, kepada Solopos.com, Jumat.

Setelah mematuk jari Sukiman, warga sekitar kemudian memburu ular hijau itu. Lantaran khawatir menggigit warga lain, ular hijau itu kemudian dibunuh warga.

Pada Kamis sore, SAR Poldes Sidoharjo juga mendapat laporan kemunculan anakan ular kobra di dukuh yang sama. Anakan kobra itu berhasil dievakuasi pada Kamis malam pukul 19.30 WIB.

Alfian mengapresiasi warga yang memilih melaporkan bila ada kemunculan ular di lingkungan atau tempat tinggal mereka. Alfian mengimbau anakan ular itu tidak dibunuh supaya keseimbangan ekosistem dan rantai makanan tetap terjaga.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom