Warga memadati loket mobil kas keliling layanan penukaran pecahan baru di halaman Kantor Setda Sukoharjo, Selasa (21/5/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Loket penukaran uang baru dari kas keliling Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan bank umum dan BPR di halaman Kantor Setda Sukoharjo, Selasa (21/5/2019), langsung diserbu warga.

BI menyiapkan uang baru total senilai Rp2,5 miliar untuk penukaran di Sukoharjo. BI membatasi masing-masing warga menukarkan uang baru maksimal per paket Rp4,4 juta.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, warga mulai berdatangan ke Graha Satya Praja kompleks Setda Sukoharjo sejak pukul 07.00 WIB. Mereka datang setelah menerima informasi dari masing-masing desa akan adanya penukaran uang baru di halaman Setda Sukoharjo.

BI menerapkan mekanisme penukaran uang dengan sistem nomor antrean bagi warga sehingga berjalan lancar tanpa ada yang saling berdesak-desakan.

Kepala Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Kantor Pimpinan Bank Indonesia (BI) Solo Bakti Artanta mengatakan penukaran uang merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan BI bekerja sama dengan perbankan umum dan BPR serta pemerintah daerah guna memenuhi kebutuhan Lebaran.

BI memprediksi kebutuhan pecahan uang baru selama Lebaran di wilayah Soloraya mencapai Rp5,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,2 triliun.

"Setiap tahun ada peningkatan 5-6 persen. Jadi kami estimasikan tahun ini kebutuhannya mencapai Rp5,4 triliun. Uang yang kami edarkan adalah cetak baru," katanya.

Dalam pelayanan penukaran pecahan uang baru ini, BI membuka 150 lokasi layanan di Soloraya bekerja sama perbankan umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta kantor Pegadaian dan Kantor Pos. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Tahun sebelumnya hanya ada delapan BPR, tapi tahun ini kami libatkan 20 BPR. Kemudian Pos dan Giro juga dilibatkan dalam membuka layanan penukaran pecahan uang baru," katanya.

Tak hanya itu perbankan juga membuka layanan kas keliling di pusat-pusat keramaian, termasuk di lingkungan pemerintahan. Khusus Solo, layanan penukaran pecahan uang baru dilaksanakan di Benteng Vastenburg.

"Hari ini di Pemkab Sukoharjo kami membuka enam loket mobil kas keliling perbankan dengan dana yang disiapkan Rp2,5 miliar," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau warga memanfaatkan lokasi penukaran pecahan uang baru di layanan resmi. Dia mengimbau masyarakat tidak menukar uang di pinggir jalan lantaran ada tambahan biaya, jumlah belum tentu 100 persen, dan rawan peredaran uang palsu (upal).

"Saat menerima cek keaslian uang yang diterima dengan 3D, yakni diraba, dilihat, dan diterawang," katanya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam sambutannya sekaligus membuka pelayanan penukaran pecahan uang baru mengatakan sudah menjadi tradisi masyarakat di Tanah Air menukarkan uang pecahan baru. Dengan demikian Bupati berharap layanan penukaran uang ini bisa memenuhi kebutuhan uang baru bagi warga Sukoharjo. Selain itu mampu mengurangi peredaran uang palsu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten