Kategori: Nasional

Warga Semarang Digemparkan Mortir Aktif


Solopos.com/Insetyonoto/JIBI/Solopos

Solopos.com, SEMARANG -- Warga Kelurahan Patemon Baru, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (9/8/2014) sekitar pukul 09.00 WIB, digemparkan dengan penemuan sebuah mortir masih aktif di sebuah rumah milik warga setempat.

Mortir yang diduga sisa peninggalan perang kemerdekaan tersebut ditemukan di rumah Hanif, 40, warga Patemon Baru RT 001/RW 004, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, yang sedang merenovasi bangunan rumah.

Penemuan mortir itu kali pertama oleh tukang bangunan bernama Sohirin, 35, ketika bersama dua orang pekerja lain sedang menggali tanah untuk dijadikan konstruksi bangunan rumah milik Hanif. “Saat menggali tanah dalam kedalaman sekitar kedalaman 20 cm, cangkul saya membentur sebuah benda keras yang terbuat dari besi,” ujarnya.

Dia mengira benda dari besi tersebut bagian dari patok rumah yang lama. Ketika digali lebih dalam dan di keluarkan, ternyata benda tersebut ternyata sebuah mortir dengan panjang sekitar 45 cm dan diameter 10 cm. “Saya terkejut tenyata benda dari besi tersebut sebuah ternyata sebuah mortir,” tandas Sohirin.

Sohirin kemudian melaporkan penemuan mortir kepada pemilik rumah, Hanif, yang selanjutnya melaporkan kepada petugas Polsek Gunungpati. Mendapat laporan adanya benda berbahaya, Polsek Gunungpati berkoodinasi dengan Gegana Brimob Polda Jateng.

Warga yang mendengar adanya penemuan mortir di rumah Hanif segera berdatangan ke tempat kejadian untuk melihat secara langsung benda berbahaya tersebut. Puluhan petugas Polsek Gunungpati dan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng) yang datang ke lokasi segera memeriksa lokasi kejadian dan menyisir kemungkinan adanya mortir lain.

Petugas Gegana tidak menemukan adanya mortir lain. Mortir yang masih aktif itu kemudian dievakuasi ke tempat aman dari lokasi penduduk. “Mortirnya masih aktif,” kata seorang anggota Geganan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Pol. A. Liliek Darmanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mortir yang masih aktif tersebut. “Telah ditemukan mortir sepanjang 45 cm dan diameter 10 cm di Patemon, Gunungpati Semarang. Mortir itu masih aktif kemudian diledakkan di tempat khusus dan aman,” ungkap dia.

Share