Tutup Iklan

Warga Satriyan Klaten Tolak Pendirian Pabrik Pencelupan Tekstil, Ini Alasannya

Warga Satriyan Klaten Tolak Pendirian Pabrik Pencelupan Tekstil, Ini Alasannya

SOLOPOS.COM - Warga Dukuh Satriyan, Desa Bulurejo, Juwiring, Klaten, menyiapkan spanduk penolakan pendirian pabrik, Minggu (25/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Warga Satriyan, Juwiring, Klaten, menolak rencana pembangunan  pabrik pencelupan tekstil di desa mereka.

Solopos.com, KLATEN -- Warga Dukuh Satriyan, Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Klaten, sepakat menolak rencana pembangunan pabrik pencelupan tekstil di desa tersebut. Warga khawatir limbah cair pabrik akan mencemari sungai.

Ketua RT 017, Dukuh Satriyan, Purwanto, menuturkan sekitar sebulan lalu ada sosialisasi tentang rencana pembangunan pabrik tersebut di kantor desa. Sosialisasi dihadiri perwakilan perusahaan, kepolisian, koramil, aparatur desa, serta sejumlah warga.

Lahan yang direncanakan untuk pendirian pabrik sekitar 6.000 meter persegi yang akan dibeli dari warga. Lokasinya tak jauh dari Sungai Pusur. "Sifatnya meminta perizinan ke warga untuk pendirian pabrik itu," kata Purwanto saat ditemui Solopos.com di Dukuh Satriyan, Minggu (25/2/2018).

Perwakilan perusahaan menyampaikan ada tempat penampungan limbah. Jika ada pembuangan ke sungai, limbah dijamin sudah aman. Hanya, Purwanto dan perwakilan warga Satriyan lainnya saat itu belum bisa memberikan persetujuan lantaran butuh waktu menggelar musyawarah dengan warga.

Perwakilan perusahaan sudah diminta melakukan pertemuan langsung dengan warga terutama yang tinggal di wilayah Dukuh Satriyan. Namun, perwakilan perusahaan tak bersedia. "Kalau ada penolakan diminta disampaikan ke pemerintah desa," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil musyawarah, warga sepakat menolak pendirian pabrik pencelupan tekstil itu. Warga khawatir meski sudah ada tempat pengolahan limbah secara khusus, air sungai tetap tercemar.

"Pengalaman yang sudah-sudah itu sungai tercemar. Untuk saat ini memang tidak merasakan. Namun, 10 tahun mendatang dampaknya itu baru terasa," urai dia.

Lantaran hal itu, warga segera menyampaikan penolakan secara tertulis sebelum pabrik dibangun. Warga juga berencana memasang spanduk penolakan pendirian pabrik pencelupan tekstil di sekitar lahan yang bakal dibangun.

"Kami sampaikan penolakan sebelum terlanjur dibangun. Pernyataan penolakan pendirian pabrik akan kami sampaikan ke pemerintah desa pada Senin [26/2/2018]," kata dia.

Purwanto menuturkan sebagian lahan Bulurejo masuk zona industri. Belakangan, ada perusahaan yang lebih dahulu mendirikan pabrik desa terseut. Namun, limbah yang dihasilkan merupakan limbah kering. “Kalau limbah yang dihasilkan limbah cair, kami keberatan," ungkapnya.

Salah satu warga Dukuh Satriyan, Alfian, mengatakan Sungai Pusur bermanfaat bagi warga terutama untuk pertanian. Tak hanya mengalir di wilayah Bulurejo, alur Sungai Pusur mengalir hingga ke sekitar enam desa sebelum terhubung dengan Sungai Bengawan Solo.

"Kekhawatiran dampaknya tidak hanya bagi warga Satriyan melainkan ke warga di desa lainnya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bulurejo, Marjono, membenarkan ada rencana pembangunan pabrik pencelupan tekstil di wilayah Bulurejo. Hanya, ia tak mengetahui kapan proyek pembangunan dimulai.

Ia menjelaskan sosialisasi sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Dalam sosialisasi itu, tak ada warga yang mengajukan penolakan. “Tidak ada penolakan. Yang ada hanya meminta limbah yang keluar betul-betul steril,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Innalillahi, Sesepuh Dalang Klaten Ki Tomo Pandoyo Meninggal Dunia

Ki Tomo Pandoyo, 62, dalang asal Klaten meninggal dunia pada Minggu (20/6/2021). Ki Tomo dikenal sebagai sosok sesepuh para dalang Kabupaten Bersinar.

Dihadiri 300 Tamu, Hajatan Pernikahan Di Wisma Boga Solo Baru Sukoharjo Dibubarkan Paksa

Hajatan pernikahan di Wisma Boga, Solo Baru, Sukoharjo, dibubarkan Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol, karena melanggar SE Bupati tentang PPKM.

Tabuh Genderang Perang, Petani Miri Sragen Bisa Basmi 26.516 Ekor Tikus

Sebanyak 1.150 petani di lima desa di Kecamatan Miri, Sragen, menabuh genderang perang melawan koloni tikus melalui kegiatan geropyokan yang digelar Minggu (20/6/2021) pagi.

Tinggal Sendirian, Seorang Perempuan Ditemukan Membusuk Di Kamar Indekos Sukoharjo

Seorang perempuan yang bekerja sebagai buruh dan tinggal seorang diri ditemukan membusuk di kamar indekosnya di Grogol, Sukoharjo.

Aktivis Sekolah Sungai Klaten yang Meninggal Dunia Pernah Dapat Penghargaan Dari BNPB

Aktivis Sekolah Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayah, 40, meninggal dunia pada Minggu (20/6/2021). Ternyata, Arif pernah menerima penghargaan dari BNPB.

Beredar Foto IGD Untuk Pasien Covid-19 RSUD Wonogiri Penuh, Cek Faktanya!

Foto ruang IGD pasien Covid-19 RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dalam kondisi penuh beredar di media sosial, faktanya?

Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming Euro 2020 Malam Ini: Italia Vs Wales, Swiss Vs Turki

Piala Eropa atau Euro 2020 kembali bergulir pada Minggu (20/6/2021). Jadwal pertandingan menunjukkan duel Italia vs Wales dan Swiss vs Turki di Grup A.

KA Nusa Tembini Susuri Rute Jogja - Cilacap, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

PT Kereta Api Indonesia akan meluncurkan kereta api baru KA Nusa Tembini relasi Cilacap - Yogyakarta pergi pulang (PP) pada 2 Juli 2021 mendatang.

Kronologi Penemuan Kerangka Mayat di Hutan Gunung Pegat Bulu Sukoharjo

Warga menemukan kerangka mayat di hutan Gunung Pegat di Desa/Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (20/6/2021), saat mencari ranting.

Ini Identitas Kerangka Mayat yang Ditemukan di Hutan Gunung Pegat Bulu Sukoharjo

Mayat tinggal kerangka ditemukan di kawasan hutan Gunung Pegat tepatnya di Desa/Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (20/6/2021).

Yamaha Motor Punya Desain Klasik FZ-X Seharga Rp23 Juta

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan satu lagi varian klasik FZ-X berkpaitas mesin 150 cc seharga Rp23 juta untuk pangsa pasar India.

Gempar! Kerangka Mayat Ditemukan di Hutan Gunung Pegat Bulu Sukoharjo

Mayat tinggal kerangka ditemukan warga di sekitar Gunung Pegat, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (20/6/2021).