Warga Pesisir Wonogiri, Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa
Ilustrasi gelombang tinggi. (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI – Masyarakat Wonogiri yang tinggal dan beraktivitas di pesisir perairan selatan diimbau untuk selalu berwaspada. Badan Meteorologi Kalimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa.

Peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai 14 November 2020 pukul 19.00 WIB hingga 16 November 2020 pukul 19.00 WIB. Adapun potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga empat meter.

Seperti diketahui ada beberapa wilayah di Wonogiri yang berbatasan langsung dengan perairan selatan Jawa. Wilayah Wonogiri yang berada di pesisir itu yakni Kecamatan Paranggupito.

Horor... Pria Surabaya Nyasar ke Sawah Gegara Lihat Penampakan Wanita Berambut Panjang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan informasi tersebut ia peroleh dari BMKG. Atas dasar itu ia mengimbau masyarakat Wonogiri, khususnya yang berbatasan langsung dengan perairan selatan agar waspada dengan adanya peringatan dini gelombang tinggi.

"Peringatan tersebut merupakan bukti antisipasi. Bahwa ada potensi kerawanan di daerah pesisir selatan. Untuk saat ini tidak layak dikunjungi. Peringatan tersebut tidak hanya untuk pengunjung pantai. Namun juga untuk masyarakat sekitar dan para nelayan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (15/11/2020).

Jika ada peringatan gelombang tinggi dari BMKG, kata Bambang, pihaknya akan menginformasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wonogiri. Khususnya kepada Pemerintah Kecamatan Paranggupito.

Hajatan Habib Rizieq Dikritik, Satgas Covid-19 Bersuara: Kami Tidak Bisa Menindak

"Kami infokan ke Camat dan diperintahkan untuk diteruskan ke pemerintah desa. Ada tiga desa di Kecamatan Paranggupito yang berbatasan dengan laut selatan. Selain itu, di daerah sana sudah ada sukarelawan yang turut memantau perkembangan," ungkap dia.

Adanya gelombang tinggi bisa disebabkan karena beberapa hal. Seperti terjadinya longsoran di bawah laut, pengaruh pergerakan bulan, dan beberapa faktor lainnya yang menyebabkan gelombang tinggi.

"Dalam menentukan peringatan dini tidak hanya berdasarkan pengamatan. Namun ada alat yang digunakan. Kami tidak mempunyai, yang punya alatnya BMKG. Maka yang mengeluarkan peringatan itu BMKG. Kami hanya bertugas menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat. Karena wilayah Wonogiri ada yang berbatasan langsung dnegan perairan selatan," kata Bambang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom