Warga Pasar Kliwon Sambut Gembira Kepindahan SMAN 2 Solo
SMAN 2 Solo yang saat ini berada di Kecamatan Banjarsari akan dipindah ke Kecamatan Pasar Kliwon (Akhmad Ludiyanto/Solopos)

Solopos.com, SOLO--Rencana pemindahan SMAN 2 Solo dari wilayah Kecamatan Banjarsari ke wilayah Kecamatan Pasar Kliwon mendapat sambutan gembira dari masyarakat Pasar Kliwon.

Mereka menganggap bahwa pemindahan tersebut merupakan solusi untuk mengakomodasi siswa lulusan SMP khususnya yang berasal dari Pasar Kliwon agar mereka bisa sekolah negeri di kotanya sendiri.

Sebagaimana diketahui sampai saat ini tidak ada satu pun SMAN di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon. Sehingga pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi seperti sekarang, banyak siswa asal Pasar Kliwon yang terpaksa mengenyam pendidikan di luar Kota Solo. Sebab untuk belajar di sekolah negeri di wilayah kecamatan lain di Kota Solo mereka tidak terakomodasi.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal menghibahkan sebagian lahan hak pakai (HP) 16 di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon kepada Pemerintah

Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Lahan itu salah satunya diharapkan dipakai untuk pembangunan SMAN/SMKN. Pemprov Jateng meresponsnya dengan rencana pemindahan salah satu SMAN, yakni SMAN 2 ke lokasi tersebut.

SMAN 2 saat ini terletak di wilayah Banjarsari, sedangkan SMAN lain juga berada di wilayah kecamatan yang sama, yakni SMAN 1, SMAN 5, dan SMAN 6.

Mengakomodasi Siswa Sekitar

Sementara itu, sebagian warga Pasar Kliwon menilai rencana pemindahan SMAN 2 tersebut sangat baik guna mengakomodasi lulusan SMP asal Pasar Kliwon untuk belajar di SMAN di kotanya sendiri.

“Dengan sistem zonasi, anak-anak sini [Pasar Kliwon] terpaksa sekolah di wilayah Sukoharjo karena peluangnya ada di sana. Sedangkan untuk sekolah [negeri] di kota sendiri seperti SMAN 3, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 7 ini kejauhan. Sehingga kalau SMAN [Solo] ada yang dipindah ke Pasar Kliwon ini sangat baik. Anak-anak akan terakomodasi,” ujar Didit Wahyudi, salah satu warga Semanggi, Pasar Kliwon saat ditemui di rumahnya, Sabtu (27/9/2020).

Warga lainnya, Aulia mengatakan kehadiran SMAN di Pasar Kliwon memang sudah dinanti. Karena hal itu merupakan bagian dari pemerataan pendidikan sehingga anak-anak setempat bisa menempuh pendidikan di sekolah yang lebih dekat. “Dengan sistem zonasi, warga ingin ada SMAN di Pasar Kliwon agar mereka bisa sekolah negeri di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Langkah Maju

Sementara itu, anggota DPRD Solo asal Pasar Kliwon, Ekya Sih Hananto mengatakan rencana pemindahan SMAN 2 yang kini berlokasi di Jl. Monginsidi Nomor 40, Gilingan, ke wilayah Kecamatan Pasar Kliwon merupakan langkah maju Pemkot Solo dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada warganya. Rencana tersebut sudah mewacana sejak sekitar dua tahun lalu.

“Ini langkah maju Pemkot Solo yang kemudian disambut Pemprov Jateng dalam mengatasi masalah akibat zonasi. Warga Pasar Kliwon akan memiliki peluang yang lebih besar untuk belajar di sekolah negeri di kotanya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, dalam rencana tersebut di lahan HP 16 akan dibangun gedung baru untuk SMAN 2. Jika berjalan mulus, pembangunan gedung baru hingga siap PPDB baru terealisasi setidaknya dua tahun mendatang.

“Proses administrasi perubahan status lahan dari Pemkot Solo kepada Pemerintah Provinsi [Pemprov] Jawa Tengah [Jateng] butuh waktu. Kalau sudah, ada proses penganggaran dan baru kemudian pembangunan dimulai. Jadi sebenarnya masih lama bagi warga Pasar Kliwon untuk memulai sekolah di wilayahnya sendiri, tapi setidaknya sudah ada arah pasti,” ujar Ekya yang duduk di Komisi IV ini.

Namun Ekya memiliki pandangan alternatif percepatan agar siswa Pasar Kliwon bisa segera melanjutkan sekolah di SMAN di wilayahnya. Sambil menunggu pembangunan gedung baru selesai, PPDB dengan zonasi baru yang menempatkan SMAN 2 di Pasar Kliwon bisa dimulai tahun depan (2021).

Sedangkan gedung untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa menggunakan gedung-gedung SD yang ada.

“Saya punya pandangan bahwa PPDB dengan zonasi SMAN 2 berada di Pasar Kliwon bisa dimulai tahun depan. Gedungnya menggunakan SD-SD yang kurang maksimal yang bisa diregroup sehingga salah satu gedungnya bisa dipakai dulu untuk SMAN 2 sambil menunggu gedung baru selesai,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom