Kategori: Sragen

Warga Pasang Spanduk Tolak Pasar Darurat di Jl W.R. Supratman Sragen


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN — Warga di lingkungan RT 002/RW 005, Desa Kliteh, Kecamatan Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memasang spanduk di lima lokasi berisi penolakan terhadap rencana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen menjadikan Jl W.R. Supratman Sragen sebagai lokasi pasar darurat.

Penolakan senada juga dilakukan para warga yang di sekitar Jl Tentara Pelajar di wilayah Gerdu hingga Sragen Manggis, Sragen Wetan.

Para warga di lingkungan RT 002/RW 005 Kliteh memasang spanduk penolakan pada Minggu (15/11/2020) malam di tiga gang masuk dan di dua lokasi strategis, yakni di simpang tiga patung Ganesha Kliteh dan di simpang empat timur Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen.

Ketua RT 002/RW 005 Kliteh, Jarot Sugiyono, menyampaikan sikap penolakan warga Kliteh sudah disampaikan ke DPRD Sragen dengan tembusan ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen dan instansi terkait.

Jarot mengatakan sikap warga itu ternyata selama dua pekan terakhir belum mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Atas dasar itulah, Jarot mengatakan warga bertindak membuat spanduk penolakan kebijakan Jalan W.R. Supratman sebagai pasar darurat bagi seribuan pedagang di Pasar Kota Sragen saat revitalisasi.

"Pasar darurat itu nanti berlangsung selama dua tahun. Waktu yang cukup lama. Nanti kebersihannya bagaimana? MCK [mandi cuci dan kakus] bagaimana? Yang jelas menganggu warga Kliteh, khususnya di sepanjang Jl. W.R Supratman. Ada 30 keluarga ada di pinggir jalan tersebut yang terganggu. Apalagi rencana brak sementara itu tinggal menyisakan akses untuk becak, yakni 2 meter," ujarnya saat ditemui Solopos.com, Senin (16/11/2020).

Jarot mendengar warga di Kampung Gerdu Sragen Tengah dan warga Sragen Manggis, Sragen Wetan, juga tidak setuju dengan pasar darurat yang rencana juga sampai ke Jl. Tentara Pelajar di Gerdu dan Sragen Manggis. Warga Kliteh menolak itu, ujar dia, karena akses dalam kampung akan terbatas dan terganggu.

Uji Coba PTM SMAN 2 Wonogiri Berlanjut, Peserta Tambah 18 Siswa

"Di Kliteh ini ada dua gereja dan kantor NU serta markas SAR. Pada situasi tertentu ramai dan jalan di dalam kampung sempit. Kalau jadi pasar darurat maka lalu lintas masuk dalam kampung sehingga menjadi tembah ramai," ujarnya.

Warga Lain

Terpisah, Ketua RT 011/RW 004 Sragen Manggis, Eddy Siswandi, juga mengungkapkan penolakan serupa. Eddy semula membaca informasi dari media online dari Disperindag yang menyatakan bila pasar darurat sudah fixed di Jl W.R. Supratman dan Jl Tentara Pelajar.

Bisa Bikin Warna Bibir Gelap, Setop Kebiasaan-Kebiasaan Sepele Berikut

Setelah mengetahui informasi itu, Eddy mengumpulkan 35 pelaku usaha di sepanjang Jl Tentara Pelajar dan mereka bersepakat menandatangani sikap untuk menolak lokasi pasar darurat di Jl Tentara Pelajar Sragen Manggis.

Eddy membuat pengaduan ke DPRD Sragen terkait penolakan itu. Eddy menjelaskan penolakan itu dilakukan karena tidak ada sosialisasi kepada warga yang terdampak.

"Kami keberatan dan menolak rencana itu. Brak sementara itu akan dibuat di tengah jalan sehingga akan mematikan usaha warga. Selain itu juga rawan keamanan apabila pedagang Pasar Kota dipindahkan sementara ke Jl. Tentara Pelajar. Bahkan ada yang mengusulkan pemblokiran jalan bila kebijakan it uterus dilakukan," ujarnya kepada Solopos.com.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Sragen Tedi Rosanto menjelaskan bila lokasi pasar darurat belum final karena ada empat alternatif lokasi, yakni di Lapangan Nglorog, Lapangan Plumbungan, Lapangan Karangtengah, dan Jl W.R. Supratman-Jl Tentara Pelajar.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra