Tutup Iklan

Warga Papahan Karanganyar Kembalikan Rastra karena Tak Layak Konsumsi

Warga Papahan Karanganyar Kembalikan Rastra karena Tak Layak Konsumsi

SOLOPOS.COM - Seorang warga di Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, menunjukkan rastra yang dinilai tak layak konsumsi di Balai Desa Papahan, Senin (9/10/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Warga Papahan Karanganyar mengembalikan rastra karena kondisi sudah rusak dan tak layak konsumsi.

Solopos.com, KARANGANYAR — Warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, mengembalikan beras sejahtera (rastra) di kantor desa setempat, Senin (9/10/2017).

Rastra seberat 15 kilogram itu dikembalikan warga karena dinilai tak layak konsumsi. Warga Papahan yang mengembalikan rastra tak layak konsumsi itu, Harun, awalnya memperoleh informasi dari ayahnya, Supon Marzuki, 74.

Supon baru membuka karung rastra di rumahnya di RT 005/RW 002, Kodokan, Papahan, Minggu (8/10/2017). Jatah rastra itu diterima Supon di rumahnya, Rabu (4/10/2017).

“Rastra ini milik bapak saya. Saya sendiri kaget saat membuka rastra kemarin [Minggu]. Kondisinya ngempel. Sangat tidak layak dikonsumsi. Saya pun membawa rastra yang diterima bapak saya ini ke kantor desa. Harapan saya, selain ditelusuri kenapa kok bisa begini, semoga bapak saya memperoleh gantinya. Rencananya, rastra itu memang dikonsumsi bapak,” kata Harun saat ditemui Solopos.com di Kantor Desa Papahan, Senin.

Kepala Desa (Kades) Papahan, M. Sukiyono, mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat Dusun Kodokan yang mengeluhkan kualitas rastra. Sukiyono juga sudah mengecek kondisi rastra yang diterima Supon Marzuki secara langsung.

“Di sini, kami hanya sebagai penyalur. Tentu, keluhan warga ini akan kami teruskan ke Pemkab Karanganyar agar segera diganti dengan yang baik. Di Papahan ada 165 rumah tangga sasaran [RTS] yang memperoleh rastra. Dari jumlah itu, hanya beras ini [milik Pak Supon] yang kualitasnya buruk. Sedangkan rastra lainnya yang sudah dibagikan ke warga lainnya dalam kondisi bagus dan layak konsumsi,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Tasikmadu, Utik, juga mengaku sudah memperoleh laporan terkait keluhan warga Papahan. Selanjutnya, Pemerintah Kecamatan Tasikmadu langsung berkoordinasi dengan Bulog Karanganyar untuk mengganti rastra yang dinilai tak layak tersebut.

“Setahu kami, kejadian seperti ini baru kali pertama. Di Kecamatan Tasikmadu ini, ada 3.202 RTS dengan total 48.030 kilogram. Rastra di Tasikmadu untuk jatah Oktober sudah tersalurkan semuanya. Jauh-jauh hari kami sudah mengimbau warga agar jika mendapat rastra tak layak, segera lapor ke petugas,” katanya.

Terpisah, Kepala Gudang Bulog Karanganyar, Kurnia, mengatakan siap menelusuri penyebab rastra yang diterima warga Papahan tak layak konsumsi. Selama ini, Bulog Karanganyar selalu membagikan rastra dengan kualitas yang layak dikonsumsi.

Setelah mendapat laporan dari Papahan, Bulog Karanganyar langsung mengganti rastra yang dipersoalkan warga Papahan, Senin siang. “Kalau melihat kondisinya, itu pasti terkena air. Entah air hujan atau yang lainnya. Ini perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah hal itu terjadi di gudang atau saat pengiriman atau justru dari atap rumah warga itu sendiri. Berbagai kemungkinan itu bisa terjadi,” kata dia.

Dia menegaskan perawatan di gudang Bulog Karanganyar sudah sesuai prosedur. Petugas Bulog sudah mengecek dan tak ditemukan ada kebocoran atap.

Berita Terkait

Berita Terkini

Angkatan Udara Israel Serang Gaza Lagi

Gencatan senjata Palestina dan Israel terancam setelah Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, Rabu (16/6/2021) pagi.

Sadari, Zodiak Ini Mungkin Jatuh Cinta Karena Uang!

Sadarkan Anda bahwa astrologi menengarai ada orang dengan tanda zodiak tertentu yang mungkin jatuh cinta karena uang?

Rumah Sakit Jiwa di Semarang Siapkan 115 Bed Isolasi

Untuk menyiapkan bed isolasi pasien Covid-19, RSJD Amino Gondohutomo harus memindahkan sejumlah pasien ODGJ ke bangsal lain.

Buron 10 Tahun Pembalakan Liar Adelin Lis Ditangkap di Singapura

Buronan sekaligus terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis yang 10 tahun ini disasar Kejaksaan Agung akhirnya ditangkap imigrasi Singapura.

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.