Warga Ngebrak Mojolaban Protes Tower Seluler, Ini Alasannya
Warga di Dusun Ngebrak Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban menyegel tower di lingkungan setempat, Minggu (27/1/2019). Mereka meminta Pemkab Sukoharjo menolak perpanjangan izin dan tower telekomunikasi tersebut. (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO –Warga Dukuh Ngebrak, Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, memprotes keberadaan tower di lingkungan setempat. Hal ini lantaran proses perpanjangan izin operasional tower tersebut tidak melibatkan warga yang masuk radius rebahan. 

Perwakilan warga Ngebrak, Tony Jufri Ismail mengatakan tower tersebut telah berdiri sejak 2004 silam. Namun, perpanjangan izin tidak melibatkan warga di lingkungan terdampak tower. Karena itu, warga menuntut Pemkab Sukoharjo menolak perpanjangan izin dan tower telekomunikasi dan diminta dirobohkan.

"Kami tidak dilibatkan dalam perpanjangan izin. Tahu-tahu, pemilik lahan mengaku proses perpanjangan izin sudah selesai," kata Tony yang juga Ketua Ranting Pemuda Pancasila tersebut, Minggu (27/1/2019).

Menurut dia, soal izin tower tersebut mencuat dalam pertemuan yang hanya melibatkan Ketua RT dan RW pada 28 Juli 2018 lalu. Dalam pertemuan itu muncul informasi jika pada September 2018, pihak pengelola tower akan datang meski akhirnya tidak datang menemuai warga. Barulah pada pertemuan RT beberapa hari lalu pemilik lahan tempat berdirinya tower datang ke rapat RT dan menyatakan proses perpanjangan izin tower sudah selesai  dan RT diberi dana Rp15 juta untuk kesejahteraan warga.

"Bagi kami bukan masalah kompensasi, warga merasa tidak dihargai karena tidak diajak bicara. Bahkan, ada warga yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari tower tidak diajak bicara," kata dia.

Tony bersama warga lain pun menggelar aksi penolakan berdirinya tower tersebut. Warga di sekitar tower menuntut agar tower di Dukuh Ngebrak RT 001/ RW 001 dirobohkan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengaku telah menerima laporan adanya penolakan warga terhadap keberadaan tower di Dukuh Ngebrak tersebut. Soal tower tersebut pihaknya berencana merapatkan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya pada Senin (28/1/2019). 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho