Warga Minta Pemkab Wonogiri Bolehkan Fasilitas Olahraga Dibuka
Ilustrasi Sepakbola (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, WONOGIRI — Warga berharap Pemerintah Kabupaten Wonogiri membolehkan tempat atau fasilitas olahraga dibuka, agar bisa berolahraga lagi.

Berolahraga dinilai bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Pegiat olahraga yang juga pemilik lembaga pelatihan senam di Wonogiri, Dwi Purwaningsih, kepada Solopos.com, mengatakan para instruksur senam menyampaikan harapan supaya mereka bisa melatih senam warga lagi.

Sebenarnya, banyak warga yang ingin senam. Namun, intruktur terpaksa tak bisa memenuhi keinginan warga lantaran Pemkab meminta tempat atau fasilitas olahraga ditutup sementara untuk mencegah penularan Covid-19.

Kondisi itu berdampak kepada para instruktur. Menjadi instruktur senam merupakan pekerjaan utama mereka. Kini mereka tak memiliki pendapatan karena tak bisa bekerja.

Untuk menyiasati hal tersebut, ada instruktur yang menerima permintaan latihan senam di daerah lain dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sebenarnya senam itu untuk menjaga kesehatan yang otomatis akan meningkatkan imunitas tubuh. Selain bisa mencegah serangan penyakit, kalau badan sehat orang bisa lebih produktif. Segala sesuatu pun bisa dikerjakan dengan baik,” kata pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan Curahan Dewi Fortuna, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata atau DKOP Wonogiri, Joko Nugroho, menyampaikan hingga hari itu Bupati belum memutuskan.

DKOP masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai akan dilanjutkantidaknya kebijakan menutup fasilitas olahraga dalam ruangan di Wonogiri. Menurut Joko kemungkinan Bupati dan otoritas terkait lainnya sedang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Surat Edaran

Sebelumnya, Pemkab melalui DKOP meminta seluruh pengelola tempat olahraga dalam ruangan menutup sementara. Tempat olahraga yang dimaksud seperti lapangan badminton, futsal, sanggar senam, dan sebagainya. Mayoritas fasilitas tersebut dikelola desa.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran atau SE Kepala DKOP No. 426/408 tentang Penutupan Sementara Fasilitas Olahraga sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Daerah No. 426/3826 terkait hal yang sama. Kebijakan tersebut untuk mencegah terjadinya kontak antarorang yang berpotensi menularkan virus corona atau Covid-19.

Lalu kebijakan itu diperpanjang hingga 11 Agustus. Namun, setelah masa penutupan telah lewat Pemkab belum memberi keputusan lagi akan memperpanjang masa penutupan atau sudah membolehkan fasilitas olahraga dibuka. Setelah tanggal tersebut itu ada fasilitas olahraga yang dikelola swasta dibuka.

Pelayanan Publik Tak Memuaskan di Era New Normal? Laporkan ke Sini

DKOP sudah meminta agar pengelola menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Apabila nanti kebijakan penutupan fasilitas olahraga dilanjutkan, pengelola harus patuh. Sementara, tempat olahraga yang dikelola desa masih tetap ditutup.

“Bupati kepada media mengatakan menyatakan hajatan boleh digelar dengan skala terbatas. Mungkin saja fasilitas olahraga dalam ruangan juga boleh dibuka. Tapi kami tak berani mengumumkan sebelum Bupati mengambil keputusan resmi,” kata Joko saat dihubungi. kepada Solopos.com Rabu (19/8/2020).

Dia tak memungkiri banyak warga yang mengeluh karena tak mendapat pemasukan lantaran tempat olahraga ditutup. Mereka meminta Pemkab segera membolehkan pengelola kembali menjalankan usaha. Joko tak mempermasalahkan jika ada pengelola yang membuka fasilitas olahraga sambil menunggu Pemkab mengambil keputusan resmi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom