Warga Mengeluh Rumah Rusak Akibat Proyek Drainase di Madiun

<p dir="ltr">Sejumlah warga di Perumahan Bumi Mas, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, mengeluhkan proyek pembangunan drainase di kampung mereka.<span style="text-decoration: underline;"> <a title="14 Pasutri Bertarung dalam Pilkades Ponorogo" href="http://madiun.solopos.com/read/20180801/516/931169/14-pasutri-bertarung-dalam-pilkades-ponorogo">Proek pembangunan</a></span>&nbsp;Proyek pembangunan drainase Pemkot Madiun itu dianggap merusak rumah warga.</p>

Warga Mengeluh Rumah Rusak Akibat Proyek Drainase di Madiun

SOLOPOS.COM - Warga memperlihatkan bangunan pagar di depan rumahnya di Perumahan Bumi Mas, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, rusak akibat pembangunan drainase, Rabu (1/8/2018). (Madiunpos.com-AbdulJalil)

<p dir="ltr"><strong>Solopos.com, MADIUN</strong> -- Sejumlah warga di Perumahan Bumi Mas, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, mengeluhkan proyek pembangunan drainase di kampung mereka. <a title="14 Pasutri Bertarung dalam Pilkades Ponorogo" href="http://madiun.solopos.com/read/20180801/516/931169/14-pasutri-bertarung-dalam-pilkades-ponorogo">Proyek pembangunan</a> drainase Pemkot Madiun itu dianggap merusak rumah warga.</p><p dir="ltr">Ada enam rumah yang terdampak proyek pembangunan drainase itu. Drainase tersebut memiliki ukuran kedalaman sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter dan panjang sekitar 500 meter.</p><p dir="ltr">Seorang warga Perumahan Bumi Mas Kota Madiun, Bambang Budi Supriono, mengatakan proyek pembangunan drainase di perumahannya sudah berlangsung beberapa hari terakhir.</p><p dir="ltr">Dalam pembangunan drainase ini, ada beberapa rumah yang pagarnya terpaksa dibongkar. Selain itu, ada saluran air yang dari rumah warga juga tidak bisa keluar karena tertutup beton drainase.</p><p dir="ltr">"Ini rumah saya bangunannya ada yang retak gara-gara proyek ini. Di rumah tetangga juga <em>gitu</em>, bagian depannya terkena <em>back hoe</em> saat proses pengerukan," kata dia kepada wartawan, Rabu siang.</p><p dir="ltr">Bambang mempertanyakan mengenai <a title="Tari Pincuk Pecel Kolosal Meriahkan Peringatan HAN di Kota Madiun" href="http://madiun.solopos.com/read/20180731/516/931092/tari-pincuk-pecel-kolosal-meriahkan-peringatan-han-di-kota-madiun">siapa yang</a> akan bertanggung jawab dalam kerusakan akibat proyek pembangunan ini.</p><p dir="ltr">"Sebelumnya sudah ada rapat koordinasi dengan pihak kelurahan. Tapi tidak tahu mengenai hal itu. <em>Ga</em> ada ganti rugi soal bangunan yang dibongkar," jelas dia.</p><p dir="ltr">Warga Perumahan Bumi Mas lainnya, Rahmawati, menyampaikan saluran air dari rumah ke selokan di depan rumah terganggu karena proyek tersebut. Apalagi tidak ada saluran dibuat dari rumah ke drainase.</p><p dir="ltr">"<em>Hla</em> ini di drainase ga ada lubangnya. Terus air yang dari rumah mau diarahkan ke mana," kata dia.</p><p dir="ltr">Rahma menambahkan warga sebenarnya tidak anti terhadap pembangunan. Namun, ia meminta pembangunan tidak merugikan masyarakat.</p><p dir="ltr">Dia berharap pembangunan drainase itu segera dirampungkan supaya aktivitas masyarakat&nbsp;<a title="Pemilu 2019: Sejumlah Parpol Madiun Mengganti Caleg" href="http://madiun.solopos.com/read/20180801/516/931259/pemilu-2019-sejumlah-parpol-madiun-mengganti-caleg">kembali normal</a>. "Itu drainase yang dibangun juga <em>nutupnya</em> sebagian saja. Itu kan membahayakan warga, kalau nanti ada yang masuk di situ bagaimana," terang Rahma.</p><p dir="ltr">Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Jariyanto, mengatakan proyek pembangunan drainase di Perumahan Bumi Mas tersebut menelan anggaran senilai Rp1 miliar.</p><p dir="ltr">Dia menyampaikan pagar maupun teras di rumah warga yang dibongkar itu karena mereka membangunnya di atas saluran air. Sehingga bangunan itu dibongkar. Dia mengklaim pemerintah melalui RT dan RW telah menyosialisasikan hal itu kepada warga yang terdampak.</p><p dir="ltr">"Itu karena mereka membangun di atas saluran air. Kemarin sudah kita sosialisasikan dan sudah klir," kata dia.</p><p dir="ltr">Pemkot Madiun tidak akan memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya terdampak pembangunan itu. Karena warga dianggap sudah menyalahi aturan karena membangun di atas fasilitas umum.</p><p dir="ltr">"Nanti setelah saluran itu selesai dibangun juga bisa digunakan kembali," ungkap dia.&nbsp;</p><p><strong>Silakan&nbsp;</strong><a href="http://madiun.solopos.com/"><strong>KLIK</strong></a><strong>&nbsp;dan&nbsp;</strong><a href="https://www.facebook.com/madiunpos/"><strong>LIKE</strong></a><strong>&nbsp;untuk lebih banyak berita Madiun Raya</strong></p>

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar Tunggu Kebangkitan Kerajinan Kuningan Juwana

Juwana merupakan Kecamatan yang menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang.  Di Kecamatan ini pula dikenal sebagai penghasil kerajinan kuningan, yang dikenal dengan Kuningan Juwana.

Isi Libur Lebaran dengan Wisata Keliling Solo Naik Bus Tingkat

Berwisata keliling Kota Solo naik bus tingkat bisa jadi pilihan isi libur Lebaran.

Libur Lebaran 2021, Mal di Solo Baru Ramai Pengunjung

Sejumlah warga mulai menyerbu pusat perbelanjaan dan mal di kawasan Solo Baru saat libur Lebaran 2021.

Ditumpangi 20 Penumpang, Perahu Wisata di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Tenggelam

Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedungombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021).

Korban Perampokan Di Bekasi Diperkosa saat Main Tik Tok

Perampok menyatroni rumah warga di Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi dan memperkosa korban berusia 15 tahun.

Setelah Sepeda Motor, Kini Giliran Becak Masuk Tol

Sebuah video pria mengayuh becak dengan membawa penumpang masuk Tol Surabaya-Gresik viral di grup media sosial.

H+2 Lebaran Umbul Manten Diserbu Ratusan Pengunjung, Prokes Jalan Terus

Objek wisata Umbul Manten di Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, diserbu ratusan pengunjung pada H+2 Lebaran 2021, Sabtu (15/5/2021).

Duh, Warga Sragen Nekat Bakar Rumah Sendiri

Warga dengan gangguan jiwa asal Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, nekat membakar rumah sendiri, Sabtu (15/5/2021) siang.

Penumpang Masuk Terminal Pulogebang Jalani Tes Usap

Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan akan melakukan tes usap antigen bagi penumpang arus balik yang tiba di Terminal Pulogebang.

China Sukses Daratkan Wahana Penjelajah di Planet Mars

China berhasil mendaratkan wahana penjelajah di Planet Mars, Sabtu (15/5/2021). Dengan ini China menjadi negara kedua yang mendaratkan wahana seperti itu di Mars.

Bukan Cuma Pekalongan, Semarang & Demak Juga Terancam Tenggelam

Ancaman tenggelam di Jawa Tengah bukan hanya dihadapi Kota Pekalongan, tetapi juga Semarang dan Demak yang berada di wilayah pesisir.

Wisata Air Cokro Tulung Klaten Is Back, Ada Wahana Baru?

Objek Wisata Air Cokro atau OMAC di Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, kembali dibuka setelah setahun lebih tutup karena pandemi.