WARGA LAWAN FPI : Polisi Akui Korban Jiwa
Polisi mengamankan lokasi bentrokan antara warga dan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2013). (JIBI/Solopos/Detik/Angling Adhitya Purbaya)
Polisi mengamankan lokasi bentrokan antara warga dan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2013). (JIBI/Solopos/Detik/Angling Adhitya Purbaya)
Polisi mengamankan lokasi bentrokan antara warga dan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2013). (JIBI/Solopos/Detik/Angling Adhitya Purbaya)

Solopos.com, SEMARANG — Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal boleh saja ngotot tentang tidak adanya korban jiwa akibat perlawanan warga terhadap razia yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di wilayah yang merupakan tanggung jawabnya, Kamis (18/7/2013). Nyatanya Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djihartono saat dimintai konfirmasi wartawan mengakui kenyataan tewasnya seorang warga akibat insiden yang dianggapnya sebagai kecelakaan lalu lintas itu.

Namun Djihartono sebagaimana dikutip portal berita detikcom, juga tak mengungkap transparan dengan menyebut korban tewas di Kendal, Jawa Tengah itu adalah “seorang ibu yang sempat tertabrak rombongan FPI”. Perempuan itu, menurut dia, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RS setempat tanpa mau menyebut nama RS tersebut. "Inisialnya T," jawabnya singkat.

Menyusul konfirmasi Polda Jateng, Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal mengakui adanya korban meninggal dunia akibat kecelakaan tertabrak rombongan FPI yang baru saja pulang dari melakukan razia liar di kawasan itu. "Ketabrak Avanza yang diduga dikemudikan anggota FPI, bukan ditabrak tapi tertabrak," tegas Asep.

Sebelumnya laman berita Tempo.co sempat menyebut jatuhnya dua korban tewas. Selain seorang perempuan warga yang ditabrak mobil rombongan FPI, seorang aktivis FPI diduga tewas akibat dikeroyok massa. Hingga berita ini diturunkan, tak ada konfirmasi terkait korban jiwa kedua tersebut.

Informasi yang dikumpulkan wartawan dari warga, korban meninggal dunia adalah Tri Munarti, warga Desa Krikil, Kendal. Tri ditabrak Avanza berpelat nomor AB 7105 SA. Ia sempat mendapat pertolongan medis di RS Ngesti Waluyo sebelum mengembuskan napas terakhir.

Suami korban, Samsu Eko Yulianto yang juga menderita luka-luka akibat kejadian itu menceritakan, sekitar pukul 14.00 WIB, ia dan istrinya bermaksud pergi bersama rombongan guru untuk takziah ke kawasan Boja. Namun di tengah jalan, mereka berpisah dari rombongan karena hendak membeli bensin di Sukorejo.

"Kami menyusul lewat jalan kampung dan tembusnya di jalan depan pom bensin Sapen," tutur Yulianto di rumah duka, Desa Krikil RT 02 RW 02 Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Kamis malam.

Saat baru keluar dari gang Desa Tiangu dan hendak menuju Boja, dari arah belakang tiba-tiba melaju mobil Avanza hitam AB 1705 SA dengan kecepatan tinggi. Mobil yang diduga dikemudikan oleh anggota FPI tersebut langsung menabrak motor yang dikendarai Yulianto dan Tri.

"Saat masuk jalan besar dari belakang ada Avanza menabrak. Saya terpental ke kanan. Setelah sadar, motor saya pinggirkan. Saya tanya ke polisi, 'istri di mana?' Polisi diam saja. Ternyata istri saya sudah dinaikan ke mobil pikap sama polwan," jelasnya.

Di saat perjalanan menuju RS Ngesti Waluyo, Parakan, Yulianto masih sempat mendengar istrinya mengeluh kesakitan dan sesak nafas. Namun ketika berada di RS, Tri Munarti tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia. Sekitar pukul 20.30 WIB, jenazah korban dimakamkan di Jaten, Desa Krikil.

Mobil Avanza berwarna hitam itu, dikabarkan Merdeka.com sempat menabrak empat orang warga dan seorang polisi yang sedang mengamankan lokasi. Saksi mata yang dikutip laman berita itu menyebutkan, selain menabrak Yuli dan Tri, mobil itu juga menabrak Wahid, 62, dan Suyatmi yang diboncengnya hingga terseret sejauh 50 meter. Mobil itu juga menyerempet Brigadir Agus Nasruddin sebelum akhirnya dibakar massa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho