Petugas BPBD Kota Madiun membersihkan sampah yang menumpuk di Kali Sono, Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (25/1/2019). (Madiunpos.com/AbdulJalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Volume sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Madiun, Jawa Timur, dan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo setiap tahunnya terus meningkat hingga saat ini mencapai 110 ton per hari.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun mencatat jumlah produksi sampah yang masuk ke TPA Winongo yang berada di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, pada tahun 2016 mencapai 91,1 ton per hari.

Sedangkan pada akhir November 2018 telah meningkat menjadi 100 ton per hari, dan sekarang telah mencapai 110 ton per hari. "Jumlah sampah yang masuk ke TPA Winongo terus bertambah," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun, Suwarno di Madiun, Selasa (29/1/2019).

Dia menjelaskan dari 110 ton sampah yang masuk ke TPA setiap hari didominasi oleh sampah rumah tangga. Selain sampah organik, sampah plastik juga terpantau cukup banyak.

"Dari sampah-sampah yang masuk, didominasi dengan sampah plastik. Ini yang menjadi permasalahan karena sampah plastik sulit diurai," katanya.

Suwarno menjelaskan peningkatan sampah disebabkan jumlah penduduk Kota Madiun yang juga bertambah seiring dengan perkembangan perekonomian daerah setempat.

Dia menerangkan peningkakan sampah yang dihasilkan secara otomatis juga berdampak langsung dengan kapasitas atau daya tampung TPA Winongo yang semakin tahun semakin sempit. Sesuai data, saat ini sudah 80 persen dari kapasitas TPA terpakai. Adapun luas total TPA Winongo mencapai 6,4 hektare.

Untuk memperpanjang umur operasional TPA Winongo, pihaknya terus berupaya melakukan daur ulang terhadap sampah yang masuk.

Adapun, sampah-sampah organik didaur ulang menjadi gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif bagi sekitar 150 KK yang ada di sekitar TPA. Selain itu, sampah organik juga diolah menjadi kompos dan pupuk organik.

Sedangkan sampah plastik didaur ulang menjadi minyak plastik, serta dipilah dan diolah menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.

Pengelolaan sampah plastik menjadi produk kerajinan melibatkan ibu-ibu PKK pengelola bank sampah di tiap kelurahan. Sejauh ini sudah ada sekitar 43 bank sampah yang tersebar di 27 kelurahan dan 104 bank sampah di sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten