Warga Klinggen Boyolali Tolak Aktivitas Pembangunan Tol Solo-Jogja Sebelum Ganti Rugi Cair

Sebelum pembayaran ganti rugi lahan tol kepada seluruh warga yang terdampak tol Solo-Jogja di Klinggen Boyolali, pihak kontraktor dilarang melakukan kegiatan.

 Spanduk pernyataan sikap warga terpasang di RT 06/RW 02, Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Senin (26/7/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Spanduk pernyataan sikap warga terpasang di RT 06/RW 02, Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Senin (26/7/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Warga di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, menolak segala aktivitas pembangunan tol Solo-Jogja, sebelum adanya pembayaran ganti lahan. Pernyataan sikap warga tersebut juga disampaikan melalui spanduk yang terpasang di jalan masuk kampung.

Pada Senin (26/7/2021), sebuah spanduk berukuran sekitar 3 x 2 meter bertulisan pernyataan sikap warga terpasang di pinggir jalan masuk Dukuh Klinggen, RT 06/RW 02, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.

Pertama, warga menyatakan sebelum adanya pelunasan pembayaran ganti rugi lahan tol kepada seluruh warga yang terdampak pembangunan tol Solo-Jogja di dukuh tersebut, pihak kontraktor dilarang melakukan kegiatan pembangunan proyek jalan tol.

Baca juga: TNI dan Polri Galakkan Vaksinasi Covid-19, Tracking, dan Testing di Boyolali

Kedua, warga meminta agar ganti rugi lahan tol segera dicairkan demi kelancaran pembangunan tol Solo-Jogja. Ketiga, pembayaran ganti rugi diharapkan dibayarkan secara serentak kepada seluruh warga Dukuh Klinggen RT 06/RW 02 yang terdampak pembangunan tol tersebut.

Keempat, warga menyatakan siap mendukung dan menyukseskan pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Ketua RT 06/RW 02 Klinggen, Aris Harjono, mengatakan pemasangan spanduk tersebut bukan berarti warga di wilayahnya menolak pembangunan jalan tol.

“Kami tidak mempermasalahkan pembangunan jalan tol. Saat diminta menyerahkan berkas, kami tidak masalah. Saat disampaikan besaran ganti rugi, juga tidak ada yang protes. Kami hanya minta, sebelum uang ganti rugi itu dibayarkan, ya jangan ada aktivitas pembangunan dulu,” kata dia, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Boyolali Zona Kuning, Jumlah Pasien Covid-19 Di Bangsal RS Menurun

Dia mengatakan, warga setempat, khususnya yang terdampak, menjadi khawatir. Sebab saat uang pengganti lahan belum dibayarkan, dari pihak kontraktor sudah masuk untuk melakukan aktivitas pembangunan.

“Itulah kendala kami. Kalau itu tanah sawah, mungkin dari sisi keamanan tidak masalah. Tapi kalau kawasan permukiman seperti ini, tentu akan lebih rawan karena aktivitas warga lebih tinggi,” jelas dia.

Jembatan Melintasi Sungai

Menurut informasi yang dia dapatkan, tujuan kontraktor adalah untuk membangun jembatan untuk melintasi sungai. Namun lahan belum dibebaskan. Sementara lahan di seberang sungai, yang masuk wilayah Jatirejo, lahannya sudah dibebaskan.

“Jadi kami sepakat tidak mengizinkan. Bisa dilakukan pembangunan kalau ganti rugi sudah dibayarkan. Kami itu semua mendukung [pembangunan tol]. Terlebih ini program nasional. Hanya, mengertilah dengan kondisi rakyat kecil di bawah ini,” lanjut dia.

Menurutnya, di wilayahnya ada sekitar 50 rumah warga yang terdampak pembangunan tol. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari pihak PPK, belum tuntasnya pembayaran ganti lahan adalah karena pemberkasan yang belum tuntas. Hal itu menimbulkan pertanyaan warga yang merasa sudah melengkapi berkas yang disyaratkan.

Baca juga: Pintu Tol Boyolali Dibuka, Pengalihan Jalan Masih Menunggu Instruksi

Sementara Petugas PPK Tol Solo-Jogja, Hernendi, yang saat itu sempat berdialog dengan warga mengatakan akan menampung aspirasi warga. Selanjutnya pihaknya akan menyampaikannya kepada atasannya untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

“Apa yang menjadi keluhan warga kami tampung dulu. Kami di sini juga belum bisa memutuskan. Kami sampaikan ke atasan. Kami menjembatani dulu,” kata dia.

Dia mengatakan sejauh ini untuk semua lahan di wilayah Guwokajen belum ada pembayaran. “Alasan, sudah kami musyawarahkan, ada pemberkasan yang kurang lengkap. Ini masih pemberkasan lagi. Setelah pemberkasan beres, kami ajukan SPP [Surat Perintah Pembayaran] kemudian dilakukan pembayaran,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahnya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten. 

Terus Digenjot, Pemkab Sukoharjo Targetkan Capaian Vaksinasi Sentuh 50% Akhir Bulan Ini

Pemkab Sukoharjo menargetkan program vaksinasi Covid-19 mencapai 50 persen pada akhir September. Kegiatan vaksinasi digenjot di puskesmas dan sejumlah lokasi.

1.001 Cara UKM Karanganyar Bertahan Hidup Saat Pandemi, Ini Salah Satunya

Salah satu bentuk dukungan Disdagnakerkop dan UKM Kabupaten Karanganyar adalah menyiapkan etalase dagang dengan nama Desktop Expo.