Warga Klaten Waspadalah! Makelar Tanah Makin Gencar Incar Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Makelar tanah diduga masih gencar berkeliaran mengincar lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di tengah berlangsungnya konsultasi publik hingga akhir Agustus 2020 mendatang.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Klaten selalu mengingatkan ke warga terdampak jalan tol Solo-Jogja agar tak gampang percaya dengan orang yang sok tahu tentang informasi jalan tol Solo-Jogja.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan Pemkab Klaten belum pernah menerima laporan terkait warga yang mengeluhkan keberadaan makelar tanah.

Terlepas dari hal itu, Pemkab Klaten selalu menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan tidak gampang percaya dengan orang yang tak dikenal di waktu sebelumnya.

Awas Rontok! Ini 6 Efek Negatif Terlalu Sering Pakai Gel Rambut

"Aja gampang percaya ke orang yang sok tahu mengetahui pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Justru orang-orang seperti ini yang patut dicurigai. Broker tanah itu mengincar lahan terdampak tol dari sekarang. Perlu hati-hati. Kami pun juga tak henti-hentinya mengantisipasi hal tersebut. Dalam kondisi seperti ini, warga hanya boleh percaya ke pemdes, pemerintah kecamatan, pemkab, provinsi, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan tol itu sendiri," kata Ronny Roekmito, saat ditemui Solopos.com, di kompleks Setda Klaten, Senin (17/8/2020).

Daerah Makelar

Ronny Roekmito mengatakan daerah yang biasa disasar para makelar tanah di tengah konsultasi publik tol Solo-Jogja biasanya berada di kawasan perdesaan. Guna mengantisipasi hal itu, pemdes hingga pemkab turut memantau setiap tahapan pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

"Jika warga menemukan hal-hal yang janggal atau orang yang sok tahu, silakan hubungi pemkab. Atau paling tidak ke perangkat desa (perdes). Sekali lagi, dalam situasi seperti ini jangan percaya ke orang-orang yang bergaya parlente, necis, meyakinkan, dan sok tahu soal jalan tol Solo-Jogja," katanya.

Hal senada dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi. Hingga sekarang, warga di Klaten masih mengikuti jadwal konsultasi publik jalan tol Solo-Jogja. Hasil dari konsultasi publik itu akan menjadi dasar penentuan lokasi (penlok) jalan tol Solo-Jogja.

"Konsultasi publik akan berlangsung hingga 25 Agustus mendatang. Konsultasi publik ini sifatnya memberikan informasi bahwa Klaten dilewati jalan tol Solo-Jogja. Kami berpesan ke warga agar tak perlu panik. Tidak perlu percaya dengan orang-orang tak bertanggungjawab. Percaya pada pemerintah saja [terkait informasi jalan tol]," katanya.

Hari Ini Dalam Sejarah: 18 Agustus 1945, Soekarno Dilantik Jadi Presiden

Sebelumnya, pemilik lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja mengaku masih merisaukan keberadaan makelar tanah menjelang pelaksanaan ganti rugi dalam waktu dekat. Kawanan makelar tanah sempat berkeliaran di kawasan perdesaan yang terdampak pembangunan jalan tol jauh sebelum konsultasi publik di Klaten, sejak awal Agustus 2020.

Kisah Warga

Seorang warga di Kecamatan Kebonarum, Klaten yang enggan disebutkan namanya mengatakan lahan milik ayahnya yang terdampak tol Solo-Jogja pernah ditawar makelar. Sebelum ada konsultasi publik, ayanya sempat didatangi empat orang dengan menumpang mobil dan berpakaian necis.

"Begitu turun dari mobil, mereka langsung menemui bapak saya dan mengutarakan maksud dan tujuannya ingin membeli sawah bapak seluas 2.400 meter persegi [terdampak jalan tol Solo-Jogja]. Sawah itu akan dibeli Rp700 juta-Rp800 juta. Katanya, harga itu pasti jauh lebih tinggi daripada yang akan diberikan pemerintah," katanya kepada Solopos.com, Jumat (14/8/2020).

Untungnya, lanjut dia, ayahnya menolak tawaran tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom