Kategori: Klaten

Warga Klaten Ini Justru Lega Setelah Tak Lagi Jadi Penerima Bansos


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN -- Umi Kotimah, 44, kini sudah lega. Ibu satu anak itu bukan lagi warga miskin penerima bantuan sosial setelah menandatangani surat pernyataan pengunduran diri sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Surat pengunduran diri itu dia tandatangani saat tim penempelan stiker keluarga miskin Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten, mendatangi kampungnya di Dukuh Candi, Senin (16/12/2019).

Umi bergegas mendatangi tim sebelum rumahnya mendapat giliran untuk ditempeli stiker.

Umi memberanikan diri bertemu dengan pendamping PKH guna menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima manfaat yang sudah dia dapat sejak 2013.

Langkah 985 Pelamar CPNS Klaten 2019 Terhenti Di Seleksi Administrasi

Petugas lantas menyodorkan surat pengunduran diri untuk diisi dan ditandatangani Umi.

Lewat surat pernyataan itu, rumah yang ditinggali Umi tak jadi ditempeli stiker bertuliskan keluarga miskin.

Kalahkan Gibran di Survei, Purnomo: Kalau Rekomendasi Luput Ya Tak Bisa Maju

“Sekarang sudah lega. Alhamdulillah sudah masuk sebagai keluarga mampu,” kata Umi saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Selasa (17/12/2019).

Umi mengaku ingin mundur sebagai penerima PKH bukan lantaran ada program penempelan stiker keluarga miskin yang sudah bergulir selama sepekan lalu.

Ladies, Ini Warna yang Jadi Tren Fashion di 2020

Niatan itu sudah muncul setelah rumahnya dibangun setahun lalu.

Selain itu, Umi mulai membuka kios kelontong di rumahnya selama enam bulan terakhir. Membangun rumah serta mendirikan toko kelontong itu menggunakan dana dari hasil menabung.

Cek! Inspirasi Batik Couple yang Bakal Bikin Penampilanmu dan Si Dia Makin Sempurna

“Saat ada niatan untuk mundur mau bilang tidak berani. Takut nanti disangka sombong, diberi bantuan dari pemerintah kok tidak mau. Namun, ada kesempatan petugas kemarin datang ke rumah, akhirnya bilang mundur saja,” kata dia.

Mulai 2020, RS Panti Waluyo Solo Tak Layani Pasien BPJS

Suami Umi, Subandi, 40, mengatakan niatan keluarganya mundur sebagai penerima bantuan PKH setelah kerap membaca kabar ada rumah mewah yang dipasangi stiker bertuliskan keluarga miskin.

Iming-Iming Tanpa Riba, Sindikat Penipuan Rumah Syariah Makan Ribuan Korban

Sementara banyak penghuni rumah dengan kondisi tak layak huni tak masuk daftar penerima bantuan sosial.

“Kami merasa masih banyak orang yang lebih membutuhkan bantuan. Itu menjadi semakin lebih memantapkan kami untuk mundur,” kata pria yang bekerja sebagai buruh di pabrik pengecoran logam tersebut.

Ngaku Hamil, Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar Pakai Bantal dan Pisau Dapur

Tak hanya Umi, di Ngawonggo ada warga lainnya yang memilih mengundurkan diri saat program penempelan stiker keluarga miskin berlangsung. Salah satunya Nur Khasanah, 50, warga Dukuh Candi.

Habib Husein Alatas Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Begini Kronologinya

Khasanah menyatakan mundur sebagai penerima bantuan pangan nontunai setelah tim menempelkan stiker keluarga miskin di rumahnya.

“Tak pikir-pikir ketoke aku wis sanggup nempur dewe [saya pikir-pikir sudah sanggup untuk membeli beras sendiri],” kata Khasanah.

Spesifikasi Gahar Asus ROG Phone II, Smartphone Gaming Terkuat di Dunia

Ibu dua anak itu mengaku malu setelah rumahnya ditempeli stiker. Apalagi, dia tak lagi memiliki tanggungan biaya sekolah setelah anak keduanya lulus SMK dan mulai bekerja.

“Siang dipasang, sore hari saya memantapkan diri mundur dari penerima BPNT,” kata Khasanah.

Bikin Bangga! Sekolah Kapal Pesiar Blue Ocean Solo Raih Juara Tingkat Nasional

Koordinator PKH tingkat Kabupaten Klaten, Theo Markis, mengatakan meski program penempelan stiker keluarga miskin di rumah penerima Bansos baru berjalan selama sepekan, sudah ada dampak positif.

Ada Bakul Hik Cantik di Klaten, Bikin Betah Wedangan

Salah satunya warga yang semestinya tak layak menerima Bansos bersedia mengundurkan diri secara sukarela.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih