Warga Kendalsari Klaten Jual Sapi demi Beli Air Bersih saat Kemarau
Ilustrasi dropping air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN – Ratusan keluarga di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dua bulan terakhir membeli air bersih karena wilayah setempat telah mengalami krisis air bersih yang rutin terjadi di musim kemarau.

Air bersih dibeli warga Kendalsari dari para penyedia jasa pembelian air bersih yang mengambil air dari sumber-sumber mata air di Klaten menggunakan truk tangki.

Untuk mendapatkan air bersih 5.000 liter, warga Kendalsari mengeluarkan biaya Rp170.000-Rp200.000. Sementara, untuk air bersih sekitar 8.000 liter harganya Rp200.000-Rp250.000.

Deretan Merek Rokok Ilegal yang Disita dari Toko Kelontong di Klaten

Kepala Desa (Kades) Kendalsari, Supadi, mengatakan setidaknya ada 500 keluarga di wilayah Dukuh Trayu, Kembangbener, dan Kaligentong terdampak krisis air bersih.

“Kami sudah mengajukan ke BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] dan dari BPBD sudah memberikan bantuan setiap tiga hari sekali. Saban pengiriman, BPBD memberikan tiga hingga empat tangki air bersih,” kata Supadi, Rabu (12/8/2020).

Dia menjelaskan air bantuan BPBD Klaten dipasok ke fasilitas umum serta bak penampungan umum di tengah permukiman.

Soal cara warga membeli air bersih, Supadi mengatakan warga biasa menjual hasil yang ada di pekarangan mereka seperti kayu atau menyisihkan hasil pendapatan untuk membeli air bersih. Rata-rata warga setempat bekerja sebagai buruh penambang galian C.

Supadi menjelaskan ada pula warga yang biasa menjual sapi milik mereka. Selain membeli untuk air bersih, hasil penjualan sapi digunakan untuk membeli pedet atau anak sapi hingga pakan ternak.

Sulit Mendapatkan Pakan Ternak

Pasalnya, saat kemarau tiba warga kesulitan untuk mendapatkan rumput pakan ternak. Alhasil, muncul istilah pedet mangan sapi.

“Saat musim seperti ini sumber makanan sapi juga sulit didapatkan,” jelas Supadi.

Supadi mengatakan upaya untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih yang sudah menjadi bencana tahunan di Kendalsari sudah dilakukan. Sekitar 2008 lalu, terbangun sumur Pamsimas yang hingga kini bisa dimanfaatkan sekitar 1.000 jiwa warga Kendalsari.

Bupati Klaten Rencanakan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 24 Agustus 2020

Salah satu warga Dukuh Kaligentong, Kendalsari, Parmin, 36, mengatakan sudah membeli air sekitar sebulan terakhir. Harga per tangki air bersih sekitar 5.000 liter sekitar Rp170.000.

“Biasanya itu bisa digunakan untuk 14-15 hari. Yang paling boros itu untuk kebutuhan mencuci,” jelas dia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan hingga Selasa (11/8) BPBD sudah menyalurkan air bersih sebanyak 1 juta liter atau setara 204 tangki ke tujuh desa di dua kecamatan, yakni Kemalang dan Jatinom.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom