Warga Kawal Dengar Pendapat Kasus Gedangan di DPRD Sukoharjo

Tim menemukan tanah kas desa atas nama Sarjono di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol seluas 3.000 m2 tidak ada. Berganti tanah seluas 2.800 m2 tersebut atas nama Sugiyem di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol

 Warga mengawal dengar pendapat soal Kasus Desa Gedangan di DPRD Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri)

SOLOPOS.COM - Warga mengawal dengar pendapat soal Kasus Desa Gedangan di DPRD Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, SUKOHARJO–DPRD Kabupaten Sukoharjo mengundang seluruh pihak untuk dengar pendapat terkait kasus hilangnya tanah kas Desa Gedangan seluas 3.000 meter persegi.

Dengar pendapat dilakukan di ruang rapat B DPRD Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Warga Desa Gedangan, Kecamatan Grogol turut hadir di halaman DPRD Sukoharjo untuk memberikan dukungan agar kasus hilangnya tanah kas Desa Gedangan segera terselesaikan.

Sekitar 50-an orang itu berkendara roda dua dari Kantor Desa Gedangan sekaligus membawa spanduk mengawal aksi itu. Di antaranya spanduk dengan tinta merah itu bertuliskan “Usut tuntas mafia tanah Aset/bengkok Desa Gedangan”. Selain itu kalimat lain ditemukan dalam spanduk yaitu “Kembalikan tanah aset/bengkok Desa Gedangan“.

Di sisi lain sejumlah pihak terkait hilangnya tanah kas Desa Gedangan hadir di ruang rapat. Di antaranya, Kades Gedangan, Srinoto; Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gedangan, Mardiyono; Kepala Dusun II Gedangan, Sri Abadi; Perwakilan PT Pondok Solo Permai; Mantan Pj Kades Gedangan Rohmadi.

Sekaligus turut dalam rapat mantan Camat Grogol Bagas Windaryatno; Perwakilan Kantor Pertanahan (Kantah) Sukoharjo; Notaris Sri Wulan Anita serta pelapor yakni LAPAAN RI.

Dengar pendapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Wawan Pribadi didampingi wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo dan Siti Zakiyatun. Masing-masing pihak dicecar pertanyaan seputar hilangnya tanah kas Desa Gedangan.

Meski dalam pertemuan tersebut masih akan dilanjutkan pekan depan, namun Pimpinan DPRD meyakini ada kesalahan prosedur dalam hilangnya tanah kas desa tersebut.

Dalam proses dengar pendapat itu Kades Gedangan Srinoto mengaku pada 2021 setelah menjadi kepala desa definitif melalui pemilihan kepala desa (Pilkades) antar waktu, dirinya membentuk Tim Inventarisasi dan Penyelamatan Aset. Karena, tim serupa yang dibentuk Pj Kades sebelumnya dianggap tidak maksimal.

“Tim menemukan tanah kas desa atas nama Sarjono di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol seluas 3.000 m2 tidak ada. Berganti tanah seluas 2.800 m2 tersebut atas nama Sugiyem di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Dari situlah muncul masalah ini,” kata Kades Gedangan, Srinoto.

Sementara Kadus II Gedangan Sri Abadi yang memasukan tanah atas nama Sugiyem tersebut menjadi tanah kas desa Gedangan berdalih, dirinya melakukan hal itu sesuai hasil keputusan rapat BPD.

“Saya melakukannya sesuai berita acara hasil rapat BPD,” katanya.

Namun, Ketua BPD Mardiyono mengaku tidak pernah ada rapat BPD yang dimaksud Sri Abadi. Bahkan Mardiyono menuding, Sri Abadi mengada-ada berita acara tersebut.

Proses dengar pendapat berlangsung sejak pukul 11.00 WIB dan sempat diskors 15 menit untuk salat, kemudian dilanjutkan kembali hingga pukul 16.00 WIB.

Saat sesi kedua, Mantan Camat Grogol Bagas Windaryatno turut angkat bicara. Bagas mengatakan raibnya tanah kas Desa Gedangan atas nama Sarjono berganti dengan atas nama Sarjiyem itu dimasa kepemimpinannya.

“Peristiwanya saat saya menjadi Camat, tahun 2017 sampai 2021. Namun, saya tidak pernah dimintai pendapat, konsultasi atau apapun,” katanya.

Proses dengar pendapat itu akhirnya diakhiri dan diagendakan kembali pekan depan karena belum ada titik temu. Ketua DPRD Wawan Pribadi mempersilakan masing-masing pihak kembali berembuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.

“Ada satu fakta bahwa ada prosedur yang tidak benar. Tukar guling atau apapun namanya itu tentang tanah kas desa, tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kadus atau Kades saja. Ada aturannya, harus ada tanda tangan Gubernur. Namun, akan diagendakan kembali, ini nanti masing-masing supaya berdialog lagi,” katanya.

Wawan meminta Pemerintah Daerah semakin ketat menertibkan aset-asetnya. Supaya kasus serupa tidak terulang.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bendungan Kuno di Sabranglor Klaten Ini Disulap Jadi Blumbang Tempat Memancing

      Blumbang Sabranglor, Trucuk, Klaten dulunya dikenal sebagai bendungan kuno.

      Menikmati Pesona Pantai Puyangan Wonogiri dengan Pasir Putih

      Pantai Puyangan berlokasi di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

      Pantai Jujugan Wonogiri, Wisata Tersembunyi di Antara Tebing Karang

      Pantai Jujugan merupakan salah satu dari sekian banyak pantai di Wonogiri yang tersembunyi di antara tebing karang.

      Bukit Sidoguro Klaten, Taman Cantik dengan Pemandangan Rawa Jombor yang Menarik

      Kabupaten Klaten memiliki objek wisata berupa taman cantik seperti di luar negeri, yakni Bukit Sidoguro.

      Transaksi Nontunai di Sragen Tertinggi di Soloraya, Kedelapan Nasional

      Implementasi transaksi nontunai di Sragen di klaim tertinggi di Soloraya. Pemkab Sragen sudah menerapkan transaksi nontunai untuk setiap pembayaran hampir di semua bidang.

      Liga 3 Tak Kunjung Dimulai, Sejumlah Pemain Persiwi Wonogiri Menganggur

      Seluruh kompetisi resmi sepak bola dari Liga 1 hingga Liga 3 di Tanah Air belum kunjung bergulir sejak munculnya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, awal Oktober 2022.

      Polres Klaten Serahkan Bantuan 40 Sak Semen ke Masjid Miftahul Jannah Jimbung

      Polres Klaten menyerahkan bantuan guna mendukung renovasi Masjid Miftahul Jannah, Dukuh Ngasinan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

      Ini Profil Aipda Joko Mudo, Penumpang Helikopter Polisi yang Jatuh asal Sragen

      Aipda Joko Mudo menjadi salah satu korban jatuhnya Helikopter polisi. Ia dikenal sebagai sosok yang baik dan berhasil mengangkat derajat keluarga.

      Gunakan Knalpot Brong di Jl Slamet Riyadi Solo, 5 Sepeda Motor Disita

      Call center tim Sparta Polresta Solo banyak menerima aduan dan keluhan pengguna jalan maupun masyarakat lantaran terganggu suara knalpot brong.

      Filosofi Klepon, Kudapan yang akan Hadir di Pernikahan Kaesang-Erina

      Kue klepon merupakan makanan ringan tradisional yang berasal dari Jawa. Diceritakan, klepon untuk kali pertama diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda pada 1950-an.

      Penumpang Helikopter Jatuh Asal Sragen Ditemukan, Keluarga Korban Bisa Menerima

      Salah satu penumpang helikopter polisi yang jatuh asal Sragen, Aipda Joko Mudo, telah ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Keluarga korban ingin almarhum dimakamkan di Sragen.

      Jejak Harta Karun Emas di Musuk Boyolali: Disebut Pripih, Bertulis Huruf Kawi

      Temuan artefak kebudayaan di Boyolali berbentuk pripih yang diyakini sebagai harta karun pada zaman dulu.

      3 Produk Pangan Strategi Ludes dalam 2 Jam di Pasar Murah Sragen

      Pasar murah itu dihelat sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Provinsi Jateng.

      Besok, Instalasi Lampu Meriahkan Natal di Kawasan Pasar Gede Solo Dinyalakan

      Panitia akan menyalakan instalasi lampu perayaan Natal di Jl. Jenderal Sudirman dan Urip Sumoharjo pada Kamis (1/12/2022).

      Fixed! Dewan Pengupahan Sukoharjo Usul UMK 2023 Naik Rp140.121

      Dewan Pengupahan Sukoharjo telah mengusulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2023 sebesar 7,01 persen dari UMK sebelumnya.