Warga Kartasura Gelar Demo Tandingan: Aja Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku!
Warga menggelar aksi demo mengecam tindakan anarkistis massa di Bundaran Tugu Kartasura, Selasa (13/10/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Puluhan warga Kartasura, Sukoharjo, pro demokrasi menggelar aksi unjuk rasa tandingan menolak demo anarkis pada Selasa (13/10/2020).

Aksi turun ke jalan warga ini sebagai bentuk protes menyikapi demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Tugu Kartasura pada Kamis (8/10/2020) lalu yang berakhir ricuh.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, puluhan warga long march dari bekas Terminal Kartasura menuju bundaran Tugu Kartasura sekitar pukul 16.00 WIB. Warga dari berbagai elemen itu datang dengan membawa poster.

Solo Tambah 11 Kasus Covid-19, Satgas: Banyak Warga Abai dan Lupa Saat Ini Masih Pandemi

Poster dari warga itu antara bertuliskan "Demo Boleh Anarkis Jangan, Kartasura Anti Kisruh, Kartasura Cinta Damai, Kami Warga Kartasura Dan Sukoharjo Siap Melawan Pendemo Yang Anarkis".

Ada pula poster besar warna putih dengan tulisan warna hitam berbunyi "Warga Kartasura Menolak Aksi Anarkis, Ojo Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku".

Aksi ini membuat arus lalu lintas Yogyakarta, Solo, dan Semarang sempat tersendat. Aparat kepolisian mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Kabar Duka, Pemilik Perusahaan Jamu Gujati Sukoharjo Tutup Usia

Ketakutan Warga

Massa warga yang demo itu selanjutnya menggelar orasi dekat Tugu Kartasura. Dalam orasinya tokoh agama Kartasura, Gus Kumam, mengecam keras aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis pekan lalu.

Menurutnya, aksi demo anarkistis dengan merusak fasilitas umum menimbulkan ketakutan warga. "Demo boleh asal, tidak anarkis. Kami memberi dukungan kepada aparat keamanan dalam menjaga wilayah," katanya.

Seusai berorasi, massa bersama-sama membaca surat pernyataan sikap. Dalam surat pernyataan sikapnya, warga Kartasura setiap terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Rasio Tes Swab PCR Sukoharjo Diklaim Sudah Penuhi Standar WHO

Kedua, mendukung demokrasi yang adil dan beradab, ketiga mendukung Polri dan TNI sebagai pelindung dan pengayom masyarakat saat marak demo. Keempat, mengecam bentuk tindak anarkistis merusak fasilitas dan tindak kekerasan lainnya.

Perwakilan warga yang demo hari itu lantas menyerahkan buket bunga kepada Kapolsek, Danramil dan Camat Kartasura. Camat Kartasura Suyadi Widodo menyampaikan ucapkan terima kasih atas dukungan warga Kartasura dalam ikut menjaga kondusivitas wilayah.

Petani Sukoharjo Lega Harga Gabah Kering Panen Lebih Tinggi Dari HPP

Ia juga meminta seluruh warga menjaga wilayah Kartasura dari tindakan anarkis. "Cintailah daerahmu. Jangan rusak daerah dengan tindakan anarkistis," katanya.

Massa selanjutnya bubar dengan kembali long march menuju bekas terminal Kartasura.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom