Warga Karanganyar Dihajar Massa Gara-Gara Nyolong di Sragen
Ilustrasi pencurian. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang warga Karangayar, Suhardi alias Gewol, 29, dihajar warga setelah ketahuan mencuri kotak infak Musala Ahmad Abdullah Roba di Dukuh Nglancor RT 004/RW 001 Desa Saren, Kalijambe, Sragen, Jumat (19/10/2018) pukul 09.00 WIB.

Warga Kuncen RT 001/RW 002 Desa Delingan, Karanganyar, tersebut ditangkap seusai beraksi sendirian dengan cara membobol kunci kotak infak musala. Warga yang geram dengan aksi tersebut menghadiahi Suhardi pukulan dan tendangan.

Informasi yang diperoleh Solopos.com dari Polsek Kalijambe, Sabtu (20/10/2018), aksi pelaku kali pertama diketahui M. Sholaikul Amri, 28, warga desa setempat.

Sholaikul yang merupakan perangkat desa itu curiga melihat Suhardi keluar dari musala. Dia lantas mengecek bagian dalam musala. Benar saja, Sholaikul mendapati kotak infak sudah berpindah tempat.

Sholaikul kemudian mengejar Suhardi yang hendak naik sepeda motor. Begitu berhasil mengejar, saksi menendang sepeda motor pelaku.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sepeda motor Yamaha Mio Soul berpelat nomor AD 6411 IZ pelaku ambruk.

Merasa terdesak, Suhardi mencoba melarikan diri dengan belari. Namun upaya tersebut sia-sia lantaran pelaku malah berlari ke arah perkampungan.

Apalagi saat itu Sholaikul berteriak meminta bantuan warga lainnya. Puluhan warga yang datang lantas bersama-sama mencari keberadaan Suhardi.

Suhardi berhasil ditemukan saat bersembunyi di kamar mandi luar rumah salah seorang warga. Saat itu juga Suhardi langsung ditangkap dan dihadiahi bogem mentah warga yang merasa geram.

Dari tangan Suhardi disita uang tunai Rp214.000 yang diduga hasil kejahatan. Ada juga barang bukti kejahatan berupa tang dan obeng.

Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat diwawancarai Solopos.com mengonfirmasi Suhardi mengalami luka lebam di wajah dan badan karena dihajar massa.

"Pelaku sempat kami periksakan ke puskesmas, tapi dinyatakan luka yang bersangkutan tidak parah. Dari hasil penyidikan, tersangka pernah melakukan aksi serupa di Boyolali. Tapi saat diminta menunjukkan lokasi persisnya dia kesulitan," tutur dia.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom