Kondisi peternakan babi di Dusun Watugede, Desa/Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah penduduk, Kamis (5/7/2018). (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong> -- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Jatisrono, Wonogiri, ikut turun tangan menyikapi keluhan warga Desa/Kecamatan Jatisrono yang mengeluhkan bau busuk dari <a title="Bau Peternakan Babi Bikin Warga Jatisrono Tak Betah" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180705/495/926265/bau-peternakan-babi-bikin-warga-jatisrono-tak-betah-">peternakan babi </a>&nbsp;di dekat permukiman warga setempat. Polisi bersama perangkat dan <em>stakeholders</em> desa tersebut meninjau langsung ke lokasi peternakan babi di Dusun Watugede.</p><p>Kapolsek Jatisrono, AKP Sali, saat dihubungi <em>Solopos.com</em>, Jumat (6/7/2018), mengatakan telah mengunjungi lokasi terdampak aroma tidak sedap kandang babi. &ldquo;Bersama anggota Koramil, Camat, dan Kepala Desa, kami telah menyurvei lokasi terkait masalah yang dikeluhkan warga. Senin [9/7/2018] masalah ini akan dimusyawarahkan warga dan jajaran forkopimcam,&rdquo;ujarnya.</p><p>Salah satu warga Dusun Watugede, Sugito, mengaku telah diminta menghadiri musyawarah tersebut bersama beberapa warga. Melalui musyawarah itu diharapkan dapat segera ditemukan solusi masalah bau itu agar tidak berlarut-larut. <a title="PERTANIAN WONOGIRI : Punya Pasar Lelang Cabai, Ini Keuntungan bagi Petani Kismantoro" href="http://soloraya.solopos.com/read/20171114/495/868900/pertanian-wonogiri-punya-pasar-lelang-cabai-ini-keuntungan-bagi-petani-kismantoro">Musyawarah</a> rencananya digelar di Kantor Kecamatan Jatisrono.</p><p>&ldquo;Pak Kepala Desa Jatisrono, Mulyadi, saja belum sampai kandang sudah mual, kemudian saya jelaskan dampak-dampak yang dirasakan masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p><p>Pemilik peternakan babi itu adalah Kadus Watugede Warijo dan Kadus Joho Sugi. Kedunya saat ini sedang sakit sehingga belum dapat dimintai konfirmasi.</p><p>Sebelumnnya, warga mengeluhkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan peternakan babi dengan jumlah ratusan ekor dan hanya berjarak beberapa meter dari rumah penduduk. Warga mengeluhkan aroma yang terkadang menyebabkan pusing dan mual-mual.</p><p>Limbah kotoran babi tidak diolah melainkan hanya dibuang di sekitar kandang. Ia mengaku tidak dilibatkan dalam pengurusan izin lingkungan saat pemilik hendak mendirikan peternakan babi yang sudah lebih dari sepuluh tahun tersebut.</p><p>Plt. Kepala Dinas Peternakan <a title="PERTANIAN WONOGIRI : 6.000 Petani Terancam Tak Dapat Pupuk Bersubsidi, Kok Bisa?" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180323/495/905488/pertanian-wonogiri-6-000-petani-terancam-tak-dapat-pupuk-bersubsidi-kok-bisa">Perikanan</a> dan Kelautan Wonogiri, Heru Sutopo, mengatakan ternak babi sebenarnya tidak dilarang. Namun harus ada izin lingkungan terlebih dahulu sebelum kandang dibangun. Sejauh ini belum ada laporan masuk dari warga Jatisrono terkait dampak limbah ternak babi itu bagi lingkungan.</p><p>&nbsp;</p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten