Warga India Positif Covid-19 Kabur dari Karantina di Lombok

Satgas Covid-19 dengan pengawalan anggota Polsek Senggigi menjemput Patel Sagar dari Hotel Holiday Resort Lombok, Kabupaten Lombok Barat.

 Kasus Covid-19 di RI melonjak tajam. (Ilustrasi/Freepik)

SOLOPOS.COM - Kasus Covid-19 di RI melonjak tajam. (Ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, LOMBOK UTARA – Seorang warga negara India, Patel Sagar Sureshbhai, kabur dari tempat karantina pasien Covid-19 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Orang asal Mumbai tersebut kemudian dijemput oleh tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dari Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, mengatakan Satgas Covid-19 dengan pengawalan anggota Polsek Senggigi menjemput Patel Sagar dari Hotel Holiday Resort Lombok, Kabupaten Lombok Barat.

“Yang bersangkutan dijemput siang tadi dari Hotel Holiday Resort Lombok dan langsung dibawa ke RSUD Provinsi NTB untuk mendapat penanganan sesuai prokes [protokol kesehatan] Covid-19,” kata Artanto saat dihubungi, Rabu (21/7/2021), seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Dilarikan ke Rumah Sakit, Ustaz Yusuf Mansur Jalani Transfusi Darah

Dua hari lalu, Senin (19/7), Patel Sagar terciduk mengantongi surat keterangan hasil tes usap PCR yang terkonfirmasi positif. Keterangan yang menyatakannya demikian, terungkap ketika hendak pergi ke Bali melalui pelabuhan di Pemenang, Kabupaten Utara, menggunakan kapal cepat.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram Wilayah Kerja (Wilker) Pemenang yang mendapatkan status Patel Sagar terkonfirmasi positif Covid-19, langsung berkoordinasi dengan Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) KKP Kelas II Mataram.

“Awalnya diarahkan untuk karantina di Hotel Medana Bay Marina Lombok,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Madiun Bagikan Daging Kurban ke Anak Stunting hingga Warga Isoman

Ditolak Hotel

Namun Patel Sagar menolak menjalani karantina di hotel yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Utara tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan isolasi mandiri di Sheraton Senggigi Beach Resort, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (20/7).

Namun niat Patel Sagar menjalani isolasi mandiri ditolak oleh pihak hotel. Dinas Kesehatan Lombok Barat kemudian berkoordinasi dengan Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram).

“Dari hasil koordinasi, yang bersangkutan dirujuk untuk melanjutkan karantina di Hotel Nutana, Kota Mataram,” ujar dia.

Baca Juga: Takbir Akbar Virtual, Jokowi: Teladani Nabi Ibrahim, Kita Perlu Banyak Berkorban saat Pandemi

Belum lama berada di kamar hotel, Patel Sagar dikabarkan kabur dari lokasi rujukan karantina pasien Covid-19, di Hotel Nutana, Kota Mataram. Rumah Sakit Unram yang mendengar kabar kaburnya Patel Sagar tanpa konfirmasi pihak hotel, langsung berkoordinasi dengan Tim Seksi PKSE KKP Kelas II Mataram.

“Dengan kabar yang demikian, kemudian kami dari kepolisian membantu melakukan pencarian hingga menemukan keberadaan yang bersangkutan di Hotel Holiday Resort Lombok,” katanya pula.

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Ibu Mertua Mantan Presiden SBY Berpulang di Usia 91 Tahun

Kendati begitu tidak disebutkan secara detail sakit yang diderita almarhumah.

Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Kebajikan Hidup dari Kota Lama Semarang

Direktorat Informasi dan Kominikasi Publik menggelar dialog interaktif menggali nilai-nilai Pancasila dan pelestarian dari Kota Lama Semarang.

Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi dari Rumah

Para perajin usaha kecil menengah (UKM), merasa terbantu dengan gelaran UKM Virtual Expo (UVO) II 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jateng.

Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya...

Rano Karno mengaku terkejut ketika ada pelajar bernama Puan Maharani dan masuk dalam program PIP.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Menangani Pandemi

Menurut Airlangga, pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Napoleon Bonaparte diduga kuat bisa menganiaya Muhammad Kece di balik jeruji besi karena merasa seorang atasan.

3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

Tiga tersangka tersebut merupakan pegawai LP Kelas I Tangerang berinisial RE, S, dan Y.

Jokowi Bubarkan 3 BUMN, Namanya Mungkin Anda Baru Dengar

Presiden Jokowi membubarkan tiga BUMN dan menggabungkannya dengan perusahaan pelat merah lain untuk efisiensi.

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Menpan RB Pastikan Tak Ada Perekrutan CPNS Tahun Depan, Hanya PPPK

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menyebutkan perekrutan CASN tahun depan hanya untuk PPPK tak ada CPNS.

Irjen Napoleon Berdalih Agama untuk Aniaya Muhammad Kece, Polisi: Caper!

Bareskrim Polri menilai yang dilakukan Irjen Napoleon menyebarkan surat terbuka yang menyebut aksinya menganiaya Muhammad Kece berdalih agama sekadar cari perhatian alias caper.

Terbukti Menyelundupkan Harley Davidson, Ari Ashkara Akhirnya Tak Dipenjara, Lho?

JPU mencabut banding atas vonis PN Tangerang terhadap mantan Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang membuatnya tak dipenjara.

Tak Benarkan Tindakan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, PBNU: Harusnya Didakwahi

PBNU tidak membenarkan melakukan kekerasan dengan alasan agama sekalipun seperti yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece.

10 Berita Terpopuler : Batu Keramat di Sragen Tak Bisa Dipindah - 4 Wilayah di Jateng Rawan Tsunami

Informasi tentang batu keramat di Sragen hingga wilayah rawan tsunami masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.