Warga Gabus Sragen Tak Lagi Tanam Pohon Pisang di Jalan
Kondisi jalan Ngrampal-Gabus di perbatasan Desa Gabus dan Kedungupit dalam kondisi baik setelah dibangun pada 2019 lalu. (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Pada awal 2019 lalu, warga yang tinggal di perbatasan Desa Kedungupit, Kecamatan Kota Sragen dan Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen, dibuat susah dengan kondisi jalan yang rusak.

Tidak terhitung berapa banyak warga yang terjatuh akibat terperosok lubang menganga di permukaan jalan pada saat itu. Saat musim hujan, lubang itu dipenuhi lumpur hingga membuat banyak pengguna jalan terjatuh.

“Kalau mengingaat saat itu, kondisinya sangat memprihatinkan. Warga sudah dibuat jengkel dengan kondisi jalan yang tidak pernah diperbaiki selama lebih dari lima tahun. Tidak heran bila warga sering menanam pohon pisang di jalan sebagai bentuk protes,” papar Sugiyono, 60, warga Dukuh Srimulyo, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen, saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi, Rabu (7/10/2020).

Setelah menunggu selama lebih dari lima tahun, jalan Ngrampal-Gabus akhirnya diperbaiki. Proyek peningkatan jalan Baok-Karangudi senilai Rp2 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah digulirkan pada 2019.

Kasihan, Bayi Ini Hampir Buta Gara-Gara Main Bebek Karet saat Mandi

Karena kurang disiplinnya rekanan, proyek ini sempat molor. Warga sempat dibuat susah akibat kemoloran proyek peningkatan jalan. Pasalnya, selama proyek masih berlangsung, warga tidak mendapat akses jalan selama beberapa waktu. Proyek ini baru baru selesai pada awal 2020 lalu.

“Jalan ini cocoknya memang dibeton. Kalau cuma memakai aspal, tetap akan rusak lagi karena tanahnya gerak. Sekarang kami bersyukur sekali sudah bisa menikmati jalan baik. Kami harus menunggu lebih dari lima tahun untuk menikmati jalan sebagus ini,” terang Sugiyono yang menjadi anggota komunitas pecinta sepeda onthel Sragen ini.

Protes Langsung Direspons

Senada disampaikan Marno, 55, warga setempat. Saat jalan-jalan di Sragen mulai diperbaiki pada masa pemerintahan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dia merasa cemburu karena jalan menuju kampungnya tak kunjung diperbaiki.

Serbu Makanan Gratis di Masjid Al Falah Sragen, Jemaah Sadar Jaga Jarak

Dia ingat saat sejumlah warga melayangkan protes dengan menanam pisang di jalan rusak yang dipenuhi lumpur. Protes warga itu akhirnya sampai ke Pemkab Sragen. Dia bersyukur akhirnya jalan rusak itu mulai diperbaiki pada 2019.

“Sekarang kami tinggal menikmati hasil pembangunan jalan itu. Karena kondisi jalan sudah baik, sekarang tidak ada warga yang menanam pisang. Kalau mau tanam pisang ya di kebun saja,” kelakarnya.

perbaikan jalan gabus sragen
Kondisi jalan Ngrampal-Gabus di perbatasan Desa Gabus dan Kedungupit dalam kondisi baik setelah dibangun pada 2019 lalu. (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen, Marija, mengatakan kondisi jalan di Sragen mengalami perubahan signifikan dalam empat tahun terakhir atau sejak awal Bupati Yuni menjabat.

Nestapa Remaja Sragen 10 Tahun Hilang Terpisah dari Keluarga: Ngamen hingga Dipukuli

Berdasar survei yang dilakukan DPUPR pada 2016, panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik hanya 42% dari total 1.020 km. Sisanya 40% jalan kondisinya rusak berat dan 18% jalan rusak sedang dan ringan. “Pada 2020 ini, jalan dengan kondisi baik mencapai 82%. Rusak berat tinggal 8% dan kondisi rusak sedang dan ringan ada 10%,” papar Marija.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom