Warga Diminta Setop Penggalian Terowongan Peninggalan Belanda di Cokro Kembang Klaten
Kondisi terowongan di Cokro Kembang, Daleman, Tulung, Klaten, Kamis (16/1/2020). Terowongan di zaman Belanda itu akan dijadikan sebagai destinasi wisata baru di Cokro. (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, meminta warga menghentikan penggalian terowongan bekas Pabrik Gula (PG) Cokro Tulung di Dukuh Cokro Kembang.

Hal itu sesuai rekomendasi Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setelah mengecek kondisi terowongan tersebut.

Kepala Desa (Kades) Daleman, Mursito, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (24/1/2020), mengatakan Pemdes Daleman mengapresiasi warga Cokro Kembang yang membuka akses terowongan tersebut.

Pemdes juga mendukung penuh rencana warga mengembangkan terowongan menjadi objek wisata sepanjang tidak menabrak peraturan.

2020, 688 ASN Wonogiri Pensiun

“Dari Disparbudpora Klaten baru saja datang ke sini melihat terowongan itu. Salah satu hasilnya, warga di sana diminta menyetop penggalian terowongan,” kata Mursito.

Mursito menambahkan diperlukan kajian untuk mengetahui kekuatan bangunan. Sejauh mana kekokohan bangunan di sana.

Dikira Granat, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Sepanjang 4 Meter

Bangunan itu sudah berusia lebih dari satu abad juga sehingga perlu dicek apakah masih kokoh atau tidak.

"Demi keselamatan bersama," kata Mursito.

Penuh Duka, Ini Deretan Foto Penghormatan Untuk Kobe Bryant

Mursito mengatakan pengembangan wisata terowongan di Cokro Kembang akan dibahas di tingkat desa. Hal itu melibatkan berbagai elemen masyarakat di Desa Daleman.

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

“Pada prinsipnya, desa juga siap memihaki [dari segi anggaran]. Yang terpenting, harus mengikuti peraturan yang ada. Arahnya juga ke pemberdayaan masyarakat. Itu baru akan dibahas di waktu mendatang,” katanya.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

Sebelumnya, warga Cokro Kembang bertekad mengembangkan terowongan De Suiker Fabriek Tjokro Toeloeng alias terowongan PG Tjokro Toeloeng menjadi kawasan wisata.

Terowongan ini dibangun di zaman Belanda.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

Terowongan ini diduga seumuran PG Tjokro Toelong yang dibangun pada 1840. PG Tjokro Toeloeng hancur di zaman Jepang.

Saat ini, di bekas PG itu didirikan Pasar Cokro Tulung.

27 Tahun Mengurung Diri di Rumah, Perempuan Ini Ditemukan Mirip Genderuwo

Lokasi terowongan berada sekitar 6,25 meter dari permukaan tanah. Hingga sekarang, warga baru dapat membuka secara manual akses ke terowongan sepanjang hampir 100 meter.

Merinding! Cerita Driver Ojol Antar Makanan ke TPU Purwoloyo Solo

Mulut terowongan itu berdiameter 1,6 meter. Semakin masuk ke dalam, ruangan terowongan semakin membesar.

Setelah memasuki terowongan sepanjang 17 meter, diameter terowongan mulai membesar, yakni berkisar 2,5 meter.

Gejala hingga Cara Pencegahan Virus Corona

Tinggi terowongan kurang lebih 2,5 meter. Terowongan ini memiliki tiga cabang.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

“Sesuai rencana, terowongan akan dibuka Ramadan mendatang,” kata warga Cokro Kembang, Danang Heri Subiantoro.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho