Tutup Iklan
Serangan lalat raksasa di Rusia (Oddity Central)

Solopos.com, URAL Warga Desa Lazorevy, Ural, https://news.solopos.com/internasional">Rusia, dibuat panik dengan serbuan kawanan lalat raksasa. Diduga lalat tersebut menyerbu desa akibat kotoran ayam yang dipakai sebagai pupuk alami oleh seorang petani di ladangnya.

Penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk tersebut memicu perkembangbiakan lalat yang sangat cepat. Dikabarkan Oddity Central, Selasa (18/6/2019), jalanan di Desa Lazorevy, Ural, Rusia, dipenuhi lalat hitam berukuran besar.

Gerombolan lalat tersebut mengerubungi ember dan berbagai perkakas lain di rumah warga Desa Lazorevy. Serangan lalat tersebut membuat warga desa kelabakan. Mereka tidak tahan dengan banyaknya lalat hitam besar yang menempel di hampir semua tempat. Lalat itu berkembang biak dengan sangat cepat.

Lalatnya ada di mana-mana. Ini merupakan kondisi yang mengerikan. Aku takut lalat itu menyebarkan penyakit kepada anak-anakku. Kami perlu zat khusus untuk membasminya agar kembali menghirup udara segar,” kata salah seorang penduduk Desa Lazorevy.

Sejumlah petani di Desa Lazorevy mendapatkan stok https://news.solopos.com/internasional">kotoran ayam dari peternak. Mereka mengaku sudah terbiasa memakai kotoran ayam sebagai pupuk. Namun, kali ini timbul masalah akibat cuaca yang kurang bersahabat.

Pupuk ini sebenarnya jauh lebih aman daripada bahan kimia. Kami hanya kurang beruntung karena faktor cuaca yang kurang baik,” kata salah seorang petani.

Sementara petani bernama Andrei Savchenko yang dituding sebagai biang kerok punya pembelaan tersendiri. Dia menolak disalahkan akibat serangan lalat raksasa tersebut.

Lalat sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Kenapa saya yang disalahkan karena perkembangbiakannya yang begitu cepat? Jumlah mereka akhir-akhir ini memang jauh lebih banyak,” kata Andrei Savchenko.

Serangan lalat di Desa Lazorevy telah ditangani pihak berwajib. Mereka menyelidiki kemungkinan penggunaan limbah berbahaya sebagai pupuk ilegal di https://news.solopos.com/internasional">Rusia. Jika dugaan itu terbukti, Andrei Savchenko, terancam mendekam di penjara selama dua tahun.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten