Tutup Iklan
Warga Depok Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19 di Jatisrono Wonogiri, Positif?
Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri melakukan pemakaman sesuai protokol pemakaman jenazah Covid-19 di Kecamatan Jatrisrono, Wonogiri, Minggu (2/8/2020). (Istimewa)

Solopos.com,WONOGIRI -- Tim Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri memakamkan jenazah seorang pria menggunakan protokol pemakaman Covid-19 di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Minggu (2/8/2020).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan jenazah yang dimakamkan itu seorang laki-laki berinisial S, 54.

Kebakaran Lahan Jati Di Tawangsari Karena Pembakaran Sampah Sembarangan, Ini Kata Satpol PP Sukoharjo

Ia mengatakan dulu S merupakan warga Jatisrono. Namun, saat ini yang bersangkutan sudah tercatat sebagai warga Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya, S sakit dan dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Saat dirawat, eks warga Jatisrono, Wonogiri, itu menjalani tes swab untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.

Hebat! Kecamatan di Karanganyar Ini Tidak Pernah Ada Satu Pun Kasus Positif Covid-19

Tetapi hingga S meninggal dan dimakamkan, hasil tes swab itu belum keluar. Sebagai antisipasi, petugas memakamkan S sesuai protokol pemulasaran jenazah Covid-19.

"Pasien S belum tentu terpapar Covid-19. Hasil tes belum keluar. Bisa saja hanya suspek. Kami tidak bertindak berdasarkan ia positif atau negatif. Tetapi kami harus melihat SOP yang ada," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Sudah Berusia 4 Tahun, Lahan Kebun Jati Di Tawangsari Sukoharjo Malah Terbakar

Pemakaman berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. Meski sudah tidak lagi tercatat sebagai warga Jatisrono, Wonogiri, Satgas Covid-19 Wonogiri tetap melaksanakan pemakaman itu di Wonogiri.

"Seperti arahan Bapak Bupati, hal itu sebagai layanan Pemkab juga," kata Bambang.

Purnomo Ragu Parpol Non-PDIP Berkoalisi Lawan Gibran di Pilkada Solo 2020, Kenapa?

Camat Jatisrono, Suradi, mengatakan S meninggal pada Minggu (2/8/2020) pukul 01.30 WIB. Selama pemakaman tidak ada penolakan dari warga. Warga sudah diberi pengertian dan edukasi.

Alhamdulillah, Bocah Penjual Cilok Asal Cemani Sukoharjo Dapat HP hingga Sembako

"Keluarga S saat ini melakukan karantina mandiri sembari menunggu hasil tes swab keluar. Hal itu sebagai antisipasi, kami tidak mau mengambil risiko," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho