Mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM Erliza Cikal menyampaikan materi teknik pembuatan pupuk kompos berbahas daun jati kering kepada warga di Dawung, Jenar, Sragen, Sabtu (7/9/2019) (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – PT Indaco Warna Dunia memberdayakan warga di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, untuk mengolah sampah daun jati kering dan daun tebu kering menjadi pupuk kompos.Warga Dawung Sragen juga diajari mengolah kotoran hewan ternak menjadi pupuk kandang.

Kegiatan tersebut sebagai lanjutan Program Keanekaragaman Hayati yang berlangsung di wilayah Desa Dawung, Jenar. Aktivitas pengolahan sampah menjadi kompos dan kotoran hewan menjadi pupuk kandang dipusatkan di Dukuh Winong, Desa Dawung, Jenar, Sabtu (7/9/2019).

Perwakilan PT Indaco Warna Dunia, Albertin Yesica, menyampaikan Program Keanegaragaman Hayati di Desa Dawung, Jenar, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga mengelola sampah di sekitarnya.

“Sampah berupa daun jati kering dan kotoran hewan itu kalau diolah menjadi pupuk bisa mengurangi biaya pertanian dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Dawung,” ujarnya.

Sebelum praktik, 30 orang perwakilan warga diberi pelatihan oleh mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Pelatihan soal teknis pembuatan kompos dan pupuk kandang itu dihadiri Kades Dawung, Aris Sudaryanto, dan Penyuluh Kehutanan Kecamatan Jenar Sigit Murhofiq.

Sigit Murhofiq menyampaikan kegiatan itu merupakan tindak lanjut atas memorandum of understanding (MoU) PT Indaco Warna Dunia dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta bersama Kelompok Tani Hutan Wonomulyo Dawung, Jenar, Sragen. Menurutnya, kegiatan ini menjadi solusi mencegah kebakaran hutan.

“Saya melihat di Dawung itu banyak potensi daun jati kering yang bisa diolah untuk pupuk kompos. Ada 220 hektare hutan jati yang di Dawung. Potensi ini memicu kebakaran saat kemarau karena memang dibakar atau tidak sengaja ada warga buang puntung rokok. Kegiatan PT Indaco ini menjadi solusi untuk pencegahan kebakaran hutan. Untuk potensi kotoran hewan ternak juga banyak karena setiap warga punya hewan ternak,” kata dia.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menambahkan PT Indaco Warna Dunia awalnya menggagas program konservasi air dengan penghijauan. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pupuk.

“Pelatihan ini sebagai awalan untuk pembentukan kader dulu. Bila masyarakat sudah merasakan manfaatnya maka masyarakat pasti akan meniru dan antusias untuk membuat pupuk secara mandiri,” terangnya. (Tri Rahayu)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten