Warga Bener Sragen Tuntut Kompensasi Pabrik Garmen

Warga Desa Bener, Ngrampal, Sragen, menuntut kompensasi dampak pembangunan pabrik garmen PT Glory Industrial.

 Dua orang warga membentangkan banner putih bertuliskan tentang tuntutan kompensasi dan keberatan atas penutupan jalan di depan Balai Desa Bener, Ngrampal, Sragen, Senin (26/7/2021).(Istimewa)

SOLOPOS.COM - Dua orang warga membentangkan banner putih bertuliskan tentang tuntutan kompensasi dan keberatan atas penutupan jalan di depan Balai Desa Bener, Ngrampal, Sragen, Senin (26/7/2021).(Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Bener Bersatu mendatangi Balai Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Senin (26/7/2021). Mereka menuntut adanya kompensasi bagi warga yang terdampak pembangunan pabrik garmen PT Glory Industrial yang terletak di Dukuh/Desa Bener, Ngrampal, dan menanyakan sosialisasi tentang jalan penghubung antar-dukuh yang ditutup.

Kedatangan mereka ke Balai Desa Bener dikawal aparat Polsek Ngrampal. Mereka disambut Kepala Desa Bener Pariyo bersama personel babinsa, bhabinkamtibmas, serta pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Perwakilan Forbat, Iskandar, 39, yang juga warga Dukuh/Desa Bener RT 026, menyampaikan warga yang tergabung dalam Forum Bener Bersatu menyampaikan kepada Kades Bener supaya memfasilitasi untuk memintakan kompensasi bagi warga yang terdampak kepada investor pabrik garmen.

Baca juga: Hilang, Penambang Pasir Sukodono Sragen Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo

Dia mengatakan selain itu warga juga menanyakan tentang tidak adanya sosialisasi tentang jalan yang ditutup dan hanya orang-orang tertentu yang diberi tahu.

“Pertama kami meminta kompensasi bagi warga yang terdampak pembangunan pabrik selama 10 bulan lebih. Dampak warga langsung itu belum ada kompensasi. Kami mendata ada 41 warga di lingkungan RT 026 dan RT 027. Kami sudah mengajukan proposal tetapi belum ada realisasi. Kami juga menanyakan status jalan yang ditutup tanpa ada sosialisasi,” jelasnya.

Dia menerangkan pembangunan pabrik di Bener itu dimulai sekitar September 2020 dan sampai sekarang belum ada kompensasi. Dia mengatakan warga yang terdampak sudah mengajukan proposal sampai kali ketiga dengan jumlah warga terdampak sebanyak 41 keluarga di RT 026 dan RT 027. Dia menyebut mereka ini berada di radius 100 meter dari lokasi pabrik.

“Ternyata data di kami dengan data di proposal yang diterima kades berbeda. Kami minta kompensasi itu per bulan Rp1 juta. Tetapi nanti hasil negosiasinya bagaimana,” ujarnya.

Baca juga: Profil Gregoria Mariska Tunjung Atlet Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ternyata Asli Wonogiri

Ketua Forum Bener Bersatu, Danan Heruwanto, menambahkan total kompensasi yang diminta warga itu mencapai Rp10 juta. Dia menjelaskan 41 keluarga itu terdampak langsung proses pembangunan pabrik itu, seperti polusi, getaran, bising, dan seterusnya.

“Kebetulan saya memiliki gudang di dekat pabrik itu juga. Dia mengatakan proposal sudah diajukan tiga kali tetapi tidak ada respons. Atas dasar itulah warga kemudian mendatangi balai desa untuk menanyakan ihwal tersebut,” ujarnya.

Seusai berdialog dengan Kades Bener, mereka membawa spanduk yang berisi tuntutan kompensasi dan keberatan dengan penutupan jalan oleh pihak pabrik. Spanduk itu dibentangkan di pinggir jalan depan Balai Desa Bener dan di jalan yang ditembok oleh pihak pabrik.

Permintaan Kompensasi 

Kades Bener, Pariyo, menjelaskan proposal resmi yang ditandatanganinya hanya menyebut 27 orang. Proposal itu, ujar dia, diteken ketua RT dan ketua RW. Dia menyebut ada dua daftar nama, yakni daftar nama pertama ada 13 orang dan daftar nama pertama ada 14 orang sehingga total 27 orang.

Baca juga: Tak Ada Pelonggaran, Penutupan Jalan di Sukoharjo Dilanjutkan

Proposal yang dipegang Pariyo sempat dipertanyakan warga karena jumlah warga yang terdampak hanya 27 orang sedangkan hasil pendataan Forum Bener Bersatu ada 41 orang. Setelah berdialog diketahui proposal yang diterima Kades Bener tertanggal 21 April 2021.

“Saya tidak membela pabrik. Kalau ada masalah silakan dibicarakan di tingkat RT dan nanti diajukan lagi bila ada penambahan. Pengajuannya ini ke PT Glory Industrial bukan kontraktor yang membangun pabrik,” ujar Pariyo.

Dia menyampaikan pihaknya tak memiliki kepentingan apa pun. Untuk penutupan jalan itu, kata dia, sudah dimusyawarahkan dengan pihak-pihak terkait dan jalan itu sudah dialihkan ke jalan lain. Dia meminta bila masih banyak warga yang terdampak supaya didata dan diajukan. Pariyo pun siap mempertemukan warga dengan manajemen PT Glory Industrial Bener, Ngrampal, Sragen.

Baca juga: Tak Disangka, Anggota Satpol PP Sragen Ini Ternyata Sprinter Peraih Peringkat 13 Olimpiade 1984

“Sebenarnya kompensasi itu sudah cair tetapi ditunda. Saya tidak tahu nominalnya. Kalau data siap, kami siap memfasilitasi untuk bertemu dengan manajemen PT Glory Industrial. Soal perbedaan data bisa dikomunikasikan dengan RT terkait. Dalam daftar kompensasi itu ada satu gudang yang ternyata belum masuk juga. Hal itu di luar wewenang desa,” ujarnya.

Berdasarkan proposal yang diterima Pariyo ada tiga tuntutan warga, yakni  kompensasi bagi warga terdampak senilai Rp1 juta per bulan; kompensasi kas RT (RT 024, RT 025, RT 026, dan RT 027) senilai Rp2 juta per bulan; dank as karangtaruna RT (RT 024, RT 025, RT 026, dan RT 027) senilai Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, Senior Manager PT Glory Industrial Semarang, Masduri, saat dihubungi Espos, Senin siang, tidak merespons. Masduri enggan mengangkat telepon saat dihubungi Espos. Saat dikirim pesan lewat Whatsapp pun tak dibalas Masduri.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

Dapat Donasi Rp32 Juta, Sekeluarga yang Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Bakal Ngontrak

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, bakal dicarikan kontrakan setelah mendapat bantuan senmilai Rp32.650.000.

Wonogiri Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Jekek: Ini Luar Biasa

Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dan Tengkorak di Sambungmacan Sragen

Temuan kerangka manusia itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan Eko yang memiliki tinggi 168 dan berat badan 70 kg.

Bupati Pastikan Pelajar SMP Wonogiri Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

Jumlah pelajar SMP di Wonogiri, baik negeri maupun swasta, yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah sekitar 80.000 lebih.

Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Warga Sragen Ternyata Sudah Hilang 2 Bulan

Kerangka manusia itu ditemukan secara tidak sengaja oleh warga pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Donasi untuk Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Terkumpul Rp32,6 Juta Sehari

Melalui kisah yang dibagikan kali pertama oleh Yayasan Kita Peduli di media sosial dan menjadi viral ini terhimpun donasi senilai Rp32.650.000.

Warga Sragen Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Tengkoraknya Hanyut 200 Meter

Selokan tak jauh dari lapangan voli di tanah kas desa itu sebelumnya memang jarang dijamah warga.

Objek Wisata di Karanganyar Masih Tutup, Pemkab Turunkan Lagi Target PAD

Target PAD wisata Karanganyar tahun ini relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 miliar per tahun.

Vaksinasi Buruh Wonogiri Capai 85%, Sejumlah Perusahaan Masih Antre Vaksin

Vaksinasi kepada buruh belum sepenuhnya selesai karena ada beberapa perusahaan yang belum menggelar vaksinasi.

5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Pematangan SOTK baru sedang diproses oleh Bagian Organisasi bersama legislatif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Dua pemuda Karanganyar yang menjadi kurir sabu-sabu memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang merupakan napi Lapas Sragen.

Ini Alasan Sekeluarga Tidur di Warung Wedangan Kartasura Tolak Tawaran Tinggal di Rusunawa

Bupati Sukoharjo melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada satu keluarga pasutri pedagang kaki lima (PKL) wedangan di depan SMP Negeri 3 Kartasura ini.

Belum Sempat Bertemu Pembeli, 2 Kurir Sabu-Sabu Asal Karanganyar Diringkus BNNP DIY

Dua pemuda asal Karanganyar dibekuk BNNP DIY saat hendak bertransaksi sabu-sabu di jalan raya Solo-Jogja di wilayah Sleman.