Tutup Iklan
Warga Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, mendatangi kantor Insektorat Klaten, Jumat (8/3/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Warga Babadan, Kecamatan Karangdowo, -klaten-minta-penundaan-rekrutmen-pppk-ini-sebabnya" title="Pemkab Klaten Minta Penundaan Rekrutmen PPPK, Ini Sebabnya">Klaten, mendatangi Kantor Inspektorat Klaten, Jumat (8/3/2019). Mereka ingin meng-crosscheck sekaligus berkonsultasi tentang laporan pertanggungjawaban (LPj) keuangan desa 2018 yang dinilai janggal.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Kantor Inspektorat Klaten, warga Babadan itu langsung diarahkan petugas jaga ke salah satu ruangan di Kantor Inspektorat. Di hadapan salah seorang anggota staf Inspektorat, warga menjelaskan tentang kejanggalan laporan keuangan yang tak sesuai kenyataan.

“Di sini kami ingin menanyakan tentang bantuan keuangan desa di antaranya pengadaan tratak seng di RT 003/RW 002 senilai Rp30 juta. Ada pula pengadaan bolo pecah senilai Rp10 juta. Dalam laporan keuangan desa, hal itu sudah lakukan. Padahal dalam kenyataannya, barang tersebut belum ada. Ini sudah menjadi pembicaraan di kalangan warga. Menghadapi persoalan seperti ini, bagaimana menyikapinya?” kata warga RT 003/RW 002, Babadan, Agus Mulyo Daryanto, saat ditemui Solopos.com, Jumat.

Hal senada dijelaskan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Babadan, Edi Mulyono. “Di sini ada juga anggota BPD lama [Tugiman]. Selain pengadaan tratak seng di RT 003 ada juga pengadaan barang yang sama di RT 006/RW 003 [senilai Rp30 juta]. Di samping itu, kami menanyakan anggaran pembangunan masjid di Krian. Ini perlu ditelusuri agar ada transparansi dalam hal pengelolaan -kuota-800-pemkab-klaten-belum-berani-rekrut-pppk" title="Diberi Kuota 800, Pemkab Klaten Belum Berani Rekrut PPPK">keuangan desa,” katanya.

Edi Mulyono mengatakan hasil konsultasi dengan Inspektorat Klaten, warga di Babadan diminta memberikan laporan tertulis tentang berbagai kejanggalan dalam laporan keuangan desa tersebut. Selanjutnya, anggota BPD bakal berembuk dengan pemerintah desa (pemdes) setempat sebelum menyusun laporan tertulis.

“Nanti malam, kami akan meminta penjelasan dari pemdes terlebih dahulu. Hasil rembukan nanti malam menentukan apakah kami akan melaporkan kejanggalan laporan keuangan itu ke Inspektorat,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat -kecamatan-di-klaten-punya-tempat-pengolahan-sampah-3r" title="14 Kecamatan di Klaten Punya Tempat Pengolahan Sampah 3R">Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengaku belum memperoleh informasi terkait komplain warga Babadan. Purwanto mempersilakan warga melaporkan berbagai kejanggalan tersebut secara tertulis.

“Kalau memang ada [kejanggalan], laporkan ke kami. Tentu, kami akan mengecek atau memverifikasi laporan itu terlebih dahulu. Kalau memang benar adanya [dugaan terjadi kejanggalan], kami akan tindaklanjuti laporan itu. Kami selalu terbuka dan transparan menerima laporan dari warga,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten